
Renata menatap wajah cantik Carine lalu memindai ke dada dan perut gadis itu yang tidak lagi terbalut mantel. Renata menatap wajah tuan Smith untuk meminta penjelasan siapa Carine untuk putra angkatnya itu dengan bahasa isyarat.
"Carine adalah asisten pribadiku, Tante. Dia sudah bersuami dan saat ini sedang hamil. Mereka tinggal terpisah karena suaminya bekerja di luar negeri," jelas tuan Smith.
"Oh begitu. Sudah berapa bulan usia kandunganmu, sayang?" tanya Renata terlihat akrab seraya mengusap perut Carine.
"Sekitar empat bulan, Tante," ucap Carine yang terlihat makin lemas karena ia butuh tidur saat ini setelah bertarung menghabisi para penjahat.
"Maaf Tante..! Carine butuh istirahat. Aku mau mengantarkan dia ke kamar tamu," ucap tuan Smith seraya menggandeng tangan Carine.
"A..iya baik. Selamat rehat, nak!" ucap Renata menarik kedua sudut bibirnya samar.
Carine mengikuti langkah tuan Smith. Tiba di kamar yang di tuju, tuan Smith membuka pintu kamar tamu yang lumayan besar dengan interior mewah tidak kalah dengan mansion milik suaminya.
"Terimakasih. Aku boleh langsung tidur, tuan? Tolong jangan menggangguku lagi!" pinta Carine lalu melangkah masuk ke dalam kamar tamu itu khusus untuk dirinya lalu menutup pintu dan menguncinya.
Tuan Smith tidak bisa berbuat apapun karena Carine benar-benar seperti orang mabuk yang butuh tidur saat ini. Carine mengambil dua pistol yang ada di kakinya lalu meletakkan dibawah kasur. Ia lalu membuka sepatunya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu. Dua menit kemudian sudah terdengar dengkuran halus dari gadis itu.
Tuan Smith mengulum senyumnya melihat tingkah polos Carine yang sangat menggemaskan baginya. Wajah garang Carine saat bertempur dengan penjahat tadi sangat menakutkan. Dan sekarang wajah wanita itu berubah menjadi lebih feminim tidak jauh berbeda dengan seorang gadis manja yang ingin diperhatikan lebih.
"Mengapa kamu hadir di hidupku di saat kamu sudah bersuami dan membawa benih pria berengsek itu di dalam perutmu?" kesal tuan Smith yang ingin melenyapkan Orlando namun belum tahu identitas Carine seutuhnya termasuk pernikahan wanita itu.
"Apakah kamu menyukainya ,sayang?" bisik Renata yang sudah berada di belakang tuan Smith yang masih berdiri terpaku di depan pintu kamar Carine dengan tubuh menghadap ke pintu kamar bumil itu.
"A... Tante...! Bikin kaget aja," sentak tuan Smith sambil berlalu pergi dari kamar Carine. Renata makin gencar menggoda anak angkatnya itu.
"Selama ini kamu tidak peduli dengan wanita manapun . Tante sempat berpikir kamu penyuka sesama jenis, ternyata kamu masih normal," ledek Renata.
"Itu perbuatan yang sangat menjijikkan bagiku Tante. Aku masih waras," sergah tuan Smith lalu duduk di ruang keluarga untuk melepaskan lelahnya.
"Kalau begitu buktikan kepada Tante dengan menikahi seorang gadis!" tantang Renata.
"Aku hanya menyukai Carine. Aku tidak pernah menemukan wanita sesempurna Carine. Aku butuh dia," jujur tuan Smith terlihat galau.
"Smith...!" sentak Renata.
"Aku tidak peduli dia sudah bersuami atau tidak. Dia sudah berhasil mencuri perasaan anti patiku pada wanita. Dia punya nilai kesetiaan. Dia keibuan dan dia seorang wanita kuat dan pemberani," puji tuan Smith pada Carine.
"Dan dia juga cantik yang tidak pernah membuatmu bosan menatapnya, bukan?" tambah Renata.
"Benar Tante. Aku rela melakukan apapun asal bisa bersama dengannya," ucap tuan Smith.
"Bersama dengannya atau ingin memilikinya?" memastikan lagi ucapan tuan Smith.
"Memilikinya seutuhnya," lanjut tuan Smith.
"Baiklah Tante. Aku akan mencoba meyakinkan dirinya kalau aku lebih pantas memilikinya daripada suaminya itu," angkuh tuan Smith menyeringai licik.
"Hati-hati dengan tekadmu..! Tidak semua wanita bisa dibeli dengan uang dan dimanjakan dengan kemewahan," ucap Renata menyadarkan tuan Smith yang menjadikan uang sebagai dewa penolongnya.
"Aku tahu itu Tante. Aku sudah buktikan sendiri bagaimana kerasnya hati wanita itu mempertahankan harga dirinya tapi bukan sebuah keangkuhan namun lebih pada sebuah prinsip yang sudah melekat dalam kepribadiannya," ucap tuan Smith.
"Yah. Dan mungkin bisa jadi suaminya yang terlalu merendahkan harga dirinya yang membuat ia memilih kabur dari bajingan itu," batin Smit yang langsung berdiri setelah menemukan jawabannya.
"Ada apa denganmu? Apa ada masalah?" tanya Renata bingung dengan perubahan sikap anak angkatnya itu yang terlihat seperti ABG yang baru kenal cinta.
"Tidak apa Tante. Aku ada urusan sebentar. Tolong siapkan makanan yang terbaik untuk ibu hamil!" pinta tuan Smith seraya mengecup pipi tantenya penuh sayang.
Tuan Smith ke ruang kerjanya. Ia menghubungi salah satu orang kepercayaannya yang bekerja di kementerian luar negeri.
"Apakah kamu sudah mendapatkan informasi yang aku minta?" tanya tuan Smith pada tuan Kerry.
"Aku sudah mencoba menelusuri identitas gadis itu tapi yang aku temukan identitas miliknya sama seperti yang tertera di CV lengkap lamaran kerjanya. Tidak ada catatan dia sudah menikah dan siapa pria yang menjadi suaminya sama sekali tidak kami temukan di catatan kependudukan Amerika," ucap tuan Kerry.
"Baiklah. Tidak apa."
Tuan Smith menutup ponselnya. Ia kemudian menghubungi detektif Xian yang paling bisa dia andalkan. Baru saja menekan kontak detektif Xian sudah ada notifikasi pesan dari detektif tersebut. Merasa penasaran, tuan Smith langsung membuka notifikasi pesan tersebut.
Wajah tuan Smith terlihat syok saat melihat foto pengantin Carine dan Orlando. Orlando terlihat sangat tampan dan juga masih muda memeluk pinggang Carine dari belakang seraya menempelkan pipinya pada pipi Carine. Apa lagi Carine terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya.
"Ternyata suaminya juga kelihatan orang berada jika dilihat dari aksesoris jam tangan dan cincin pernikahan yang bertengger antara jari manis pasangan suami istri itu," gumam tuan Smith merasa sangat mendidih melihat kemesraan Carine dan Orlando.
"Aku juga tidak kalah tampan darimu. Aku mungkin lebih kaya darimu. Aku akan merebut istrimu dan siapa kau hanya sebuah nama Orlando. Cih...! Kau terlihat seperti seorang pria penjahat kelamin. Apa yang membuat Carine menyukaimu," remeh tuan Smith.
Drettttttt....
Tuan Smith menerima panggilan dari detektif Xian. Pria keturunan Cina itu mengungkapkan penyesalannya karena tidak bisa mencari tahu lebih dalam tentang identitas suaminya Carine.
"Mohon maaf tuan Smith. Sepertinya identitas pasangan suami istri itu benar-benar dilindungi oleh negara. Mungkin suaminya orang yang sangat berpengaruh di Amerika sehingga tidak ada penjelasan apapun tentang keduanya.
Aku hanya mendapatkan foto itu dari salah satu kenalanku dan kami tidak bisa mengorek keterangan darinya tentang pasangan itu," ucap detektif Xian.
"Baiklah. Tidak masalah. Sudah cukup aku melihat foto suaminya asistenku ini. Terimakasih banyak atas bantuannya."
Tuan Smith mengakhiri obrolan mereka. Ia kembali menatap foto Carine yang sudah ia krat dari foto pengantinnya dengan Orlando itu.
"Apapun yang terjadi, kau harus menjadi milikku, Carine," gumam tuan Smith penuh dengan rencana.