
Carine merebut pistol dari tangan tuan Smith lalu menurunkan kaca jendela mobil. Ia mengeluarkan setengah tubuhnya untuk menembak ban mobil penjahat yang berusaha melepaskan tembakan basoka portabel itu.
Dengan memicingkan matanya, Carine mengarahkan pistolnya lalu menembak ban mobil penjahat terlebih dahulu baru menembak sopirnya dengan selisih waktu satu menit. Mobil itu langsung oleng tak terkendali lalu menabrak tebing bukit kemudian terjungkir balik dengan roda mobil mengarah ke atas.
"Mundurkan mobilnya...!" titah Carine pada Melendez yang sigap memundurkan mobil agar menghindari mobil penjahat yang terseret menghampiri mobil mereka.
Setelah agak menjauh dari mobil penjahat, Carine meminta Melendez untuk menghentikan mobilnya.
"Berhenti...!"
Melendez menghentikan mobilnya dan Carine segera turun karena ingin muntah. Tuan Smith yang terlihat syok ikut turun dari mobil untuk membantu Carine. Tuan Smith mengurut tengkuk Carine hingga gadis ini berhenti muntah. Carine menatap wajah tuan Smith yang juga menatapnya. Sesaat tatapan keduanya saling mengunci.
Tuan Smith yang begitu terharu langsung memeluk tubuh Carine yang langsung menangis tersedu-sedu di dada bidangnya.
"Terimakasih..! Terimakasih Carine ..! kamu sudah menyelamatkan nyawaku dua kali. Pikiranmu begitu cepat. Tindakanmu cukup gesit mengalahkan kami sebagai pria yang seharusnya melindungimu," ucap tuan Smith sambil membelai rambut Carine.
Belum sempat keduanya bernafas lega, mobil penjahat yang lain datang lagi membuat Carine dan tuan Smith terkejut. Carine melepaskan diri dari pelukan tuan Smith dan bersembunyi di belakang mobil dengan pistol yang masih di tangannya.
Sementara tuan Smith juga masuk ke dalam mobil untuk mengambil pistol yang lain dan mengarahkan pistolnya ke mobil penjahat. Tembakan tuan Smith tidak tepat sasaran dan terlihat acak. Ia tidak bisa melakukan seperti Carine yang penuh perhitungan dalam membidik target.
Sementara di belakang mobilnya, Carine mengambil pistolnya sendiri yang memiliki laras panjang dengan kekuatan jarak tembak yang lebih kuat ketimbang pistol milik tuan Smith.
Carine dengan gagahnya menggulingkan tubuhnya ke samping lalu bangkit dengan posisi tubuh berlutut dengan satu lutut yang setengah tegak berdiri lalu menembak mobil lawan secara bergantian dengan dua pistol sekaligus.
Carine selalu mengincar sopir terlebih dahulu baru ban mobil milik penjahat. Melendez ikut turun dan menembak dengan berlindung di balik pintu mobil.
Dua mobil penjahat terguling seketika.Mobil penjahat yang lain menyusul untuk menyerang mobil milik tuan Smith.
Carine menunggu saat yang tepat untuk menembak salah satu ke tangki bensin mobil penjahat yang langsung meledak ketika mobil yang lain mendekati mobil yang terbakar hingga menghalangi pandangan mereka yang ingin mengejar mobil tuan Smith. Carine bernafas lega lalu menyimpan lagi pistolnya dibawah lututnya.
"Kita harus kembali ke resort. Di sini tidak aman!" pinta Carine pada tuan Smith yang masih berdiri bengong melihat kemahiran Carine yang begitu hebat dalam melumpuhkan lawan.
Melendez juga sama. Ia sangat terkesan dengan gaya Carine yang sangat keren. Walaupun mereka berkubang dengan dunia mafia namun cara mereka menghadang musuh asal jadi saat terjadi baku tembak.
Sementara Carine punya trik tersendiri dan cara Carine membidik tidak meleset sama sekali. Melendez menatap wajah tuan Smith yang terlihat sangat kagum pada asisten pribadinya yang baru itu.
"Hei..! Cepatlah...! Apa yang kalian tunggu..?" bentak Carine sambil membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam mobil. Carine melihat ponselnya untuk melihat jalan yang ada di depannya apakah masih ada mobil musuh atau tidak melalui satelit angkasa milik FBI karena tidak ada CCTV jalanan di area jalan perbukitan.
Tuan Smith mengira Carine hanya membaca google map. Namun pria tampan itu tidak tahu saat ini dia sedang berhadapan dengan siapa.
"Syukurlah. Mereka sudah tidak ada lagi di tempat ini. Apakah kami harus melalui jalan darat dengan mobil ini untuk mencapai tujuan? Itu sangat lama dan resikonya pasti lebih menyeramkan jika berhadapan lagi dengan para penjahat," batin Carine.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Carine?" tanya tuan Smith.
"Astaga...! Kenapa aku tidak kepikiran sampai ke arah situ? Baiklah. Aku akan menghubungi co-pilot Harry untuk menjemput kita," ucap tuan Smith yang baru menyadari kesalahannya.
Ia langsung menghubungi co-pilot Harry untuk menjemput mereka. Sementara Melendez di suruh pulang sendiri membawa mobil milik tuannya.
Mereka menunggu kedatangan helikopter di dalam mobil mewah itu. Sekitar sepuluh menit kemudian, helikopter milik mereka sudah tiba dan langsung mendarat di jalan raya itu tidak jauh dengan mobil mereka.
"Sial...! Kenapa aku tidak diajak serta? Kenapa wanita itu selalu menjadi prioritas utama tuan Smith. Tapi, aku tidak percaya dia seorang wanita biasa yang hanya mengandalkan otak untuk dapat bekerja di perusahaan tuan. Aku harus menyelidiki wanita itu," gumam Melendez sambil melihat tuan Smith dan Carine berjalan menuju helikopter yang tidak mau mematikan mesin helikopternya.
Tidak berapa lama, helikopter kembali mengudara membawa Carine dan tuan Smith yang langsung menuju ke kediaman tuan Smith.
Sebenarnya Carine tidak dapat menguasai rasa ngantuk nya karena hormon kehamilannya. Mengingat dirinya sedang membawa pistol membuat ia nampak terus waspada.
"Apakah kamu baik-baik saja, Carine? Apakah perutmu sakit?" tanya tuan Smith begitu kuatir pada Carine yang berjuang melindungi dirinya dalam keadaan hamil.
"Aku baik-baik saja. Aku butuh tidur," pinta Carine.
"Baiklah. Tapi untuk sementara kamu menginap di rumahku dulu ya supaya kamu dilayani oleh pelayanku. Aku juga akan memanggil dokter kandungan untuk memeriksa keadaan kandunganmu," ucap tuan Smith.
"Baiklah."
Carine mengalah karena ia tidak ingin berdebat untuk saat ini. Beberapa menit kemudian, helikopter itu mendarat di kediaman Tuan Smith. Tuan Smith lebih turun lebih dulu lalu membantu Carine turun dari pesawat dengan menggendong gadis itu.
Carine cukup kaget dengan perlakuan tuan Smith padanya namun ia juga tidak menafikannya karena saat ini ia harus menjaga kandungannya dengan baik. Jika turun sendiri dari helikopter itu maka ia harus meloncat dan itu tidak baik untuk kandungannya yang masih muda.
Tuan Smith menurunkan tubuh Carine dan keduanya berjalan menuju mansion yang langsung di sambut oleh pelayan tuan Smith. Ada juga seorang wanita paruh baya yang sangat cantik tersenyum pada Carine.
"Carine. Kenalkan ini tanteku Renata!"
"Tante. Ini asisten pribadiku Carine!" ucap tuan Smith memperkenalkan keduanya.
"Carine."
"Renata."
Keduanya saling bersalaman satu sama lain.
Sebenarnya Renata bukan Tante kandungnya tuan Smith. Renata yang saat itu sedang berada di rumah sakit tidak sengaja melihat tuan Smith kecil yang sedang meratapi kematian orangtuanya.
Renata yang sangat merindukan putranya yang menghilang begitu saja saat masih balita. Putranya raib saat dirinya sedang asyik belanja di supermarket.
Renata menjadi depresi dan sering keluar masuk rumah sakit karena tekanan suaminya yang memintanya untuk menemukan putra kandung mereka. Di tambah suaminya juga seorang pengusaha hebat..