
Di sebuah goa di tengah sebuah hutan yang terbentuk secara alami, Terlihat seorang gadis cantik yang berpakaian seperti seorang bangsawan, sedang sibuk menumbuk beberapa jenis dedaunan. Di sampingnya terlihat seorang kakek tua yang sedang menempelkan kedua tangannya ke punggung Puguh yang masih belum sadarkan diri.
Walaupun masih pingsan, namun tubuh Puguh sudah tidak mengeluarkan hawa panas lagi. Seluruh kulit tubuh dan mukanya sudah tidak memerah lagi. Kedua matanya juga sudah tidak menyalang merah lagi. Dan yang paling terlihat dalam perkembangan Puguh adalah, tubuhnya sudah tidak gemetaran lagi.
Ketika gadis cantik itu selesai membuat ramuan dan mulai menata semua ramuan, kakek itu menghentikan penyaluran tenaga dalamnya pada Puguh dan kemudian menatap gadis cantik itu.
"Nduk Roro, apakah semua yang kita perlukan, sudah berada di sini ?" tanya kakek tua itu pada gadis cantik itu.
"Sudah guru, semua sudah Roro siapkan," jawab gadis itu.
Kakek tua dan gadis cantik yang menolong Puguh adalah Ki Bhanujiwo dan Den Roro muridnya.
Mereka berdua bisa bertemu dan menolong Puguh, terjadi secara kebetulan.
Saat Putri Mahatariti meletakkan tubuh Puguh di bawah sebuah pohon besar dan kemudian beranjak sedikit sambil berteriak meluapkan kekesalannya, pada saat itu, Ki Bhanujiwo dan Den Roro sedang beristirahat sambil bersemedi di sisi lain bawah pohon yang sama.
Merasakan ada getaran hawa panas di dekat mereka, Ki Bhanujiwo dan Den Roro menghentikan semedi mereka dan segera mendekat ke arah sumner hawa panas.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat ada seorang pemuda yang tergeletak di balik pohon tempat mereka beristirahat.
Ki Bhanujiwo terkejut saat merasakan, ada yang aneh terjadi pada tubuh pemuda yang tergeletak itu.
Segera saja Ki Bhanujiwo mendudukkan pemuda itu dan kemudian menyalurkan tenaga dalamnya untuk memeriksa seluruh tubuh pemuda itu.
Ki Bhanujiwo kembali terkejut saat merasakan dan mengetahui, jiwa pemuda di depannya sedang terancam. Terlambat sedikit atau keliru sedikit dalam menolongnya, membuat jiwa pemuda di depannya itu tidak tertolong.
Kemudian Ki Bhanujiwo kembali menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh pemuda itu melalui punggung. Namun kali ini untuk menambah tenaga dalam pemuda itu yang bisa dikatakan sudah habis. Paling tidak, cukup untuk membuat inti tenaga dalam pemuda itu tetap aktif.
Sementara itu, Den Roro terkejut saat melihat wajah pemuda yang tergeletak itu. Dia seperti sangat kenal dengan wajah itu. Begitu terkejutnya Den Roro hingga membuat dia hanya bisa terpaku untuk beberapa saat.
"Pu ... guh ...?" gumam Den Roro.
Mendengar gumaman Den Roro, Ki Bhanujiwo menghentikan penyaluran tenaga dalamnya.
"Kau mengenal pemuda ini, Roro ?" tanya Ki Bhanujiwo.
Den Roro mengangguk, "Wajahnya seperti pemuda yang Roro kenal, guru."
"Siapa dia ?" tanya Ki Bhanujiwo tertarik.
"Puguh," jawab Den Roro.
Mendengar nama Puguh disebut, Ki Bhanujiwo sejenak terpaku sambil menatap wajah Puguh.
Namun kemudian, dengan cepat Ki Bhanujiwo mengangkat tubuh Puguh dan meletakkan di pundak kirinya.
"Roro, kita cari tempat yang aman dan nyaman. Kita harus segera menyelamatkan jiwanya !" kata Ki Bhanujiwo sambil beranjak dari tempat itu, kemudian melesat masuk ke arah hutan. Den Roro mengikuti dari belakang, ke arah manapun gurunya pergi.
Setelah mencari cari beberapa waktu, mereka berdua berhasil menemukan sebuah goa yang terbentuk secara alami.
Setelah menanyakan kelengkapan ramuan ramuan yang dibutuhkannya, Ki Bhanujiwo kembali mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Puguh, dengan sebelumnya berpesan pada Den Roro untuk meminumkan ramuan ramuan tertentu di setiap tahapnya yang ditandai dengan Ki Bhanujiwo menghentikan penyaluran tenaga dalamnya.
Kemudian dengan hati hati, Ki Bhanujiwo kembali mengalirkan tenaga dalamnya untuk menggiring keluar racun yang masuk ke dalam tubuh Puguh.
Saat ditinggalkan Putri Mahatariti yang berusaha mengejar Nyi Chandra Praya, Puguh bagaikan orang yang sedang sekarat. Di dalam tubuhnya sedang terjadi bentrokan hebat antara racun yang diberikan oleh Nyi Chandra Praya, yang dihadang oleh inti tenaga dalam yang berada di dalam tubuh Puguh.
Namun, karena tenaga dalam Puguh yang nyaris habis karena tubuhnya selalu ditotok, membuat inti tenaga dalamnya tidak bisa meningkat.
Dalam setiap tahapnya, saat Ki Bhanujiwo berhasil menggiring racun yang akan dibuang, Den Roro segera membuka totokan di bagian tubuh Puguh yang sudah bersih dari racun. Demikian terus sampai semua totokan bisa dibuka dan racun sebagian besar bisa dibuang.
Setelah semua totokan di tubuh Puguh bisa dibuka, Ki Bhanujiwo meminta Den Roro untuk meminumkan ramuan yang sudah dibuatnya pada Puguh. Disusul kemudian, Ki Bhanujiwo mengalirkan lagi tenaga dalamnya untuk memancing inti tenaga dalam di dalam tubuh Puguh, agar tubuh Puguh bisa segera menaikkan tingkat tenaga dalamnya sendiri.
Hal itu dengan sangat telaten, Ki Bhanujiwo dan Den Roro lakukan hingga semua tahap terlewati dan semua ramuan berhasil masuk ke dalam tubuh Puguh.
Setelah semua ramuan masuk ke dalam tubuh Puguh dan inti tenaga dalam Puguh sudah mulai aktif lagi, Ki Bhanujiwo melakukan beberapa.totokan lagi agar Puguh bisa tertidur.
Selain agar semua ramuan terserap masuk ke dalam darah dan sel sel tubuh Puguh, juga agar tubuh Puguh bisa beristirahat dulu setelah mengalami kekosongan tenaga dalam. Puguh tertidur hingga pagi hari, hari berikutnya.
Setelah Puguh terbangun, Ki Bhanujiwo segera meminta Puguh untuk bersemedi dan sesegera mungkin serta secepat mungkin menambah tingkat tenaga dalamnya, setelah sebelumnya diberi minum ramuan yang dibuat oleh Den Roro.
----- * -----
Tanpa terasa, tiga hari Puguh berada di goa bersama Ki Bhanujiwo dan Den Roro. Namun, belum sepatah kata pun, Puguh ucapkan.
Kesehatan dan kekuatan tubuhnya memang hampir pulih seluruhnya. Namun, sorot mata Puguh masih terlihat kosong.
Hal itu tidak luput dari pengawasan Ki Bhanujiwo. Maka Ki Bhanujiwo mencoba untuk menelusuri dan mencari tahu, apa yang sesungguhnya terjadi pada Puguh.
Den Roro sebenarnya sudah sangat ingin bertegur sapa dengan Puguh, namun kondisi Puguh terlihat belum memungkinkan.
Pada suatu saat,.,., dimalam hari, saat Puguh sudah kembali tenggelam dalam semedinya, Ki Bhanujiwo berbincang dengan Den Roro.
"Nduk Roro, kamu jangan kaget, jikalau Puguh merasa tidak mengenalmu. Karena, Puguh belum pulih seperti sedia kala. Ingatannya belum pulih. Mungkin ingatannya masih kacau atau bahkan mungkin, hilang sama sekali," kata Ki Bhanujiwo menjelaskan pada Den Roro.
"Apakah bisa dipulihkan, guru ?" tanya Den Roro.
"Bisa muridku. Tetapi kita harus berhati hati dalam melakukan pemulihan, karena, keliru sedikit dalam melakukan pengaliran tenaga dalam, justru akan memperparah keadaannya," jawab Ki Bhanujiwo.
Mendengar penjelasan dari gurunya, Den Roro hanya diam saja sambil matanya berkaca kaca.
"Kapan bisa kita mulai pemulihan ingatannya, guru ?" tanya Den Roro.
"Semakin cepat dilakukan, semakin baik !" jawab Ki Bhanujiwo.
__________ ◇ __________