
Siluman serigala mata biru itu mendarat tepat di tempat Puguh berdiri. Hingga menimbulkan suara yang keras dan goncangan yang hebat pada tempat itu.
Dbummm ! Baaammm !
"Kau sangat tidak sabaran !" kata Puguh yang telah berdiri di samping batu hitam yang sangat besar, setelah melesat dengan sangat cepat menghindari terkaman siluman serigala mata biru itu.
Begitu mendengar suara di belakangnya, serigala mata biru itu segera menggerakkan ekornya yang mengeluarkan nyala merah untuk menyapu tubuh Puguh.
Sraaakkk !
Kemudian dengan perlahan, siluman serigala mata biru itu membalikkan badannya.
"Ggrrrhhh ! Kau manusia, mempunyai kemampuan yang hebat juga !" kata siluman serigala mata biru sambil seluruh tubuhnya mengeluarkan tenaga dalam hingga dalam jumlah yang besar.
Sesaat kemudian, siluman serigala mata biru itu melesat dengan sangat cepat menerjang Puguh.
Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, Puguh menghindari terjangan itu.
Namun, siluman serigala mata biru itu tidak berhenti disitu. Dikejarnya terus kemanapun Puguh bergerak dan menghindar. Kedua cakar depannya juga melakukan serangan dengan kecepatan yang sangat tinggi serta mengandung tenaga dalam tingkat sangat tinggi.
Dicecar serangan dengan sangat cepat membuat Puguh tidak bisa menghindar terus.
Sambil mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya dalam jumlah yang besar, Puguh mulai menghadapi serangan serangan itu dengan tangkisan dan mulai membalas serangan.
Akhirnya, benturan benturan tenaga dalam tingkat sangat tinggi terjadi berulang kali, sehingga menimbulkan suara suara ledakan berkali kali yang sangat keras.
Jdammm ! Jdammm ! Jdammm !
Buuummm ! Buuummm !
Dalam setiap benturan tenaga dalam itu, keduanya sama sama terdorong mundur hingga beberapa langkah.
Bahkan tubuh Puguh beberapa kali sempat terlempar ke belakang hingga tubuhnya membentur dinding jurang.
"Siluman serigala mata biru ini memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi. Lingkungan tempat dia tinggal ini membuatnya memiliki tehnik penggunaan tenaga dalam yang unik !" kata Puguh dalam hati.
Kemudian dengan kedua telapak tangan yang terbuka, Puguh mulai menggunakan jurus Jata Candrama. Jurus yang diajarkan oleh siluman kera raksasa penunggu pohon kayu hitam raksasa.
Walaupun berada di dasar jurang yang hampir bisa dikatakan tidak ada sinar apapun yang bisa masuk, Puguh tetap bisa menggunakan jurus Jata Candrama.
Tubuh Puguh yang melayang, melesat mengurung siluman serigala mata biru dengan pukulan pukulan telapak tangannya.
Sementara itu, siluman serigala mata biru itu, menghadapinya dengan gerakan gerakan kedua cakarnya serta dengan sabetan ekornya yang menyala merah membara.
Kembali terjadi benturan benturan serangan yang mengandung tenaga dalam yang sangat tinggi. Disertai timbulnya suara ledakan ledakan yang semakin keras.
Pertarungan terjadi dengan sangat cepat. Tanpa terasa, hampir seratus jurus dilewati. Keduanya sudah berkali kali menyarangkan serangannya dan sudah beberapa luka didapatkan.
Bahkan, pakaian yang dikenakan Puguh sudah sobek di beberapa tempat, terkena cakar depan serigala mata biru.
Sementara itu, tubuh besar serigala mata biru sudah beberapa kali terkena pukulan telapak tangan Puguh. Beberapa bagian tubuhnya sudah lebam lebam walau belum terlalu mengganggu getakannya.
"Anak manusia ini ilmu dan tenaga dalamnya sangat tinggi. Baru kali ini ada yang mampu mengimbangi kekuatanku !" kata siluman serigala mata biru dalam hati. Siluman serigala mata biru itu sangat penasaran, karena sekian lama bertarung, belum bisa.mendesak anak manusia yang menjadi lawannya.
Di saat yang bersamaan, Puguh telah mengeluarkan sebagian besar tenaga dalamnya, tetap belum bisa menaklukkan siluman serigala mata biru itu.
"Untuk segera mengakhiri pertarungan ini, terpaksa aku harus menggunakan senjata !" gumam Puguh sambil meloloskan pedangnya dari sarungnya.
Sraaattt !
Suasana dasar jurang itu seketika menjadi sangat terang, saat bilah pedang di tangan kanannya teraliri tenaga dalam tingkatan sangat tinggi.
Kemudian, diawali dengan melenting ke atas, tubuh Puguh yang melayang di depan siluman serigala mata biru, melesat dengan sangat cepat menghujani siluman serigala mata biru dengan tusukan tusukan ataupun sayatan pedang.
Sambil terus bergerak menghindar, mulut serigala mata biru itu bergerak gerak seperti hendak mengucapkan sesuatu.
Saat memasuki jurus ke dua puluh, pertarungan semakin bertambah seru. Ditambah dengan mulai munculnya suara gemuruh serta hembusan angin yang sangat kuat seperti mengitari tubuh Puguh.
Hingga pada suatu saat, Puguh melenting ke atas kemudian melesat cepat melakukan serangan tebasan dari atas. Sementara, dengan posisi yang tidak bisa.menghindar lagi, siluman serigala mata biru menangkis tebasan pedang dengan kedua cakarnya yang dilapisi tenaga dalam yang sangat tinggi.
Tak terelakkan lagi, terjadi lagi satu benturan yang membuat tubuh siluman serigala mata biru itu terlempar ke belakang hingga membentur dinding jurang.
Dbaaannnggg !
Sementara dalam benturan itu, tubuh Puguh terlempar dan melayang turun di tanah hingga tiga langkah.
Sedangkan siluman serigala mata biru, begitu tubuhnya terlempar dan terbentur dinding jurang, segera berusaha bangkit lagi. Walaupun berdirinya terlihat limbung dan terlihat lemas karena tenaganya banyak terkuras, siluman serigala mata biru itu menggeram keras.
Ggrrrhhh !
"Anak manusia ! Katakan siapa kau sebenarnya ! Apa hubunganmu dengan Pendekar Pengendara Elang !" teriak siluman serigala mata biru.
"Aku secara kebetulan, beruntung bisa mewarisi ilmu ilmu silatnya !" jawab Puguh.
Mendengar jawaban Puguh, siluman serigala mata biru itu menggeram lemah dan tubuhnya gemetar.
Ggrrraaawww !
"Kenapa tidak kau katakan sejak tadi, anak manusia !" kata siluman serigala mata biru dengan suara semakin pelan dan akhirnya jatuh terdiam tidak sadarkan diri.
Sementara Puguh yang masih berdiri, saat melihat siluman serigala mata biru telah jatuh tidak berdaya, segera duduk bersila untuk sejenak bersemedi memulihkan tenaga dalamnya yang banyak terkuras.
"Untung siluman serigala mata biru telah pingsan. Karena badanku sudah terasa sangat berat untuk digerakkan !" kata Puguh dalam hati.
----- * -----
Sementara itu, pertarungan Rengganis melawan raja serigala mata biru berjalan cukup lama. Hal ini karena Rengganis tidak ingin melukai raja serigala mata biru yang rencananya hendak dia tangkap dan dijadikan tunggangan.
Dengan ilmu Sara Jiwana yang dia gunakan, Rengganis sengaja memancing raja serigala mata biru untuk melakukan pertarungan yang panjang, karena Rengganis ingin menguras tenaga dalam dan kekuatan raja serigala mata biru, sehingga bisa mengalahkan tanpa melukainya.
Benturan benturan tenaga dalam menjadi sering terjadi, karena Rengganis sengaja menghadang dan memapaki setiap serangan raja serigala mata biru. Walaupun dengan resiko, beberapa luka harus diterima Rengganis karena terkena goresan cakar ataupun terhempas terkena kibasan cakar.
Benturan benturan tenaga dalam itupun menimbulkan suara ledakan yang cukup keras.
Dbaaammm ! Dbaaammm !
Setelah pertarungan berjalan lebih dari dua ratus jurus, Rengganis melihat raja serigala itu mulai gemetar tubuhnya.
Segera saja, dengan jurus Sara Jiwana, Rengganis menggerakkan dahan dahan pohon dan akar akaran untuk menjerat tubuh raja serigala mata biru, hingga akhirnya raja serigala mata biru tidak bisa bergerak.lagi.
"Raja serigala ! Apakah kau masih belum mau menyerah ?" tanya Rengganis sambil mengalirkan tenaga dalamnya ke akar akar dan dahan pohon yang dia kendalikan. Telihat beberapa akar pohon bergerak melilit tubuh raja serigala mata biru. Ada yang kemudian menghujam ke jantung dan hatinya ada beberapa yang merambat kemudin menghujam ke pelipis serta ubun ubun raja serigala mata biru.
"Ggrrrhhh ! Aku lebih baik mati, daripada harus menyerah pada manusia sepertimu !" jawab raja serigala mata biru yang bisa Rengganis dengar langsung ke pikirannya.
"Bagaimana kalau yang akan mati tidak hanya kamu, melainkan juga seluruh rakyatmu ?" sahut Rengganis.
Mendengar perkataan Rengganis, raja serigala mata biru itu sesaat termenung sambil berusaha melihat para serigala mata biru yang berdiri di samping dinding jurang.
"Sebenarnya, apa tujuan kalian datang kesini ? Dan apa yang kalian inginkan dari kami ?" tanya raja serigala mata biru lewat pikiran Rengganis.
Rengganis pun segera menjelaskan tujuan mereka hingga harus meminta tolong raja serigala mata biru. Mendengar penuturan Rengganis, raja serigala mata biru itu menyanggupi permintaan Rengganis dengan syarat, seluruh rakyatnya tetap dibiarkan hidup.
__________ ◇ __________