
Melihat berbagai wujud siluman yang keluar dari asap hitam yang menyelimuti senjata tombak, Puguh sangat terkejut.
"Pantas saja tidak aku rasakan getaran kekuatan para siluman binatang di Hutan Perbatasan ini ! Rupanya semua siluman binatang itu sudah ditangkap oleh orang tua kecil ini !" kata Puguh dalam hati.
Selain itu, melihat tehnik yang digunakan pada jurus yang menggunakan kekuatan siluman binatang, yang dikeluarkan oleh Ki Naga Kecil, Puguh sangat geram.
"Kakek kecil ! Ternyata cara yang kau gunakan sangat keji !" kata Puguh.
"Haahhh ! Persetan dengan tehnik, selama aku mendapatkan kekuatan yang bisa membuatku bertambah kuat ! Dan aku rasa, mereka semua cukup bisa membantuku dalam meningkatkan kekuatanku !" sahut Ki Naga Kecil dengan tarikan bibir yang seperti meremehkan Puguh, sambil terus mengucapkan mantera.
Ki Naga Kecil mengira, keterkejutan Puguh dikarenakan perasaan jeri melihat banyak siluman binatang yang berhasil dia taklukkan.
Hal itu tidak terlepas dari kebanggaan Ki Naga Kecil, yang bersama Pangeran Langit Barat muridnya, harus bersusah payah dan mengeluarkan seluruh kekuatannya, untuk menaklukkan seluruh siluman binatang di Hutan Perbatasan.
Semua itu berawal dari usainya pertarungan Pangeran Langit Barat melawan Kartika Dhatu.
Saat bertarung melawan Kartika Dhatu, Pangeran Langit Barat kembali mendapati ada pendekar lainnya lagi, yang mampu mengimbanginya, selain Puguh.
Hal itu membuat Pangeran Langit Barat kagum sekaligus khawatir. Pangeran Langit Barat sangat kagum, ternyata di Pulau Jawadwipa ada beberapa pendekar yang tingkat kekuatan dan kesaktiannya sudah di atas tingkat sangat tinggi.
Pangeran Langit Barat juga kagum, di Pulau Jawadwipa ini ada banyak siluman binatang yang berkekuatan sangat tinggi, hampir seimbang dengan Siluman Naga Hitam yang dijadikan senjatanya.
Namun, hal itu membuat Pangeran Langit Barat khawatir, andaikata tujuan utamanya datang ke Pulau Jawadwipa dengan menumpang rombongan pasukan perang kerajaan ayahandanya yaitu Kerajaan Menara Langit, sulit untuk dilakukan atau bisa menjadi gagal, dengan adanya para pendekar yang memiliki kekuatan dan ilmu kesaktian yang bisa menandinginya.
Karena sebenarnya, tujuan utama Pangeran Langit Barat, selain memuaskan hasrat bertarungnya dengan mencari lawan lawan tangguh, juga diam diam untuk mencari sebuah bunga yang disebut dengan Bunga Hitam.
Konon menurut kisah dari gurunya, yaitu Ki Naga Kecil, Bunga Hitam yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun itu mempunyai khasiat yang sangat hebat. Bunga Hitam itu bisa menyempurnakan kekuatannya dengan cara menyatukan kekuatan siluman binatang dengan kekuatannya, dengan penyatuan yang lebih sempurna.
Siapapun yang bisa mendapatkan Bunga Hitam, tubuhnya akan mempunyai sifat atau keunggulan yang dimiliki oleh siluman binatang.
Selain itu, Bunga Hitam juga bisa digunakan untuk mengembalikan atau menarik jiwa dari manusia ataupun binatang ataupun siluman yang memiliki tingkat kekuatan yang di atas tingkat sangat tinggi.
Namun, banyak yang tidak mengetahuinya, walaupun namanya Bunga Hitam, tetapi wujudnya berwarna emas.
Kemudian, karena kekhawatirannya itu, Pangeran Langit Barat sampai harus meminta bantuan Ki Naga Kecil gurunya, yang segera datang menemui muridnya setelah mendengar kabar bahwa di sebuah pulau yang didatangi muridnya, banyak terdapat siluman binatang yang memiliki tingkat kekuatan sangat tinggi.
Hingga akhirnya, Ki Naga Kecil dan dibantu oleh pangeran Langit Barat menyerang siluman binatang penghuni Hutan Perbatasan.
Sehari penuh mereka berdua bertarung dan dikeroyok oleh para siluman binatang yang memiliki kekuatan yang tingkatannya sangat tinggi. Hingga akhirnya, setelah mereka berdua mengerahkan seluruh kekuatan dan ilmu kesaktiannya, mereka berdua bisa menaklukkan seluruh siluman binatang penghuni Hutan Perbatasan. Tidak hanya kekuatannya yang mereka tarik, bahkan wujud tubuh para siluman itu, mereka ambil paksa dan mereka kurung dalam bola bola hitam kecil.
Karena jiwa dan wujud tubuhnya dikurung dan dikendalikan oleh Ki Naga Kecil dengan Jurus Pengunci Sukma, para siluman yang terdiri dari siluman harimau, siluman ular, siluman kerbau dan siluman kuda itu tidak bisa mencegah atau menghentikan gerakannya, walaupun mereka bisa merasakan getaran kekuatan dari Puguh.
Sementara itu, melihat Ki Naga Kecil menggunakan kekuatan para siluman binatang penghuni Hutan Perbatasan, Puguh segera mengeluarkan sebagian besar kekuatan tenaga dalamnya.
Seketika terjadi luapan ledakan kekuatan di sekeliling tempat Puguh berdiri. Tidak itu saja, pendaran sinar hijau terang yang keluar dari tubuh dan bilah pedang di tangan Puguh, terlihat semakin terang.
Sebagian pendaran sinar hijau terang itu membentuk siluet wujud siluman elang yang sangat besar.
Ketika keempat siluman binatang dan Ki Naga Kecil yang melesat di belakangnya itu sudah semakin dekat, Puguh segera mengajak siluman elang untuk bergerak maju.
"Siluman elang ! Kerahkan kekuatanmu ! Kita tolong para siluman binatang yang mereka tangkap itu !" kata Puguh yang kemudian melesat ke depan memapaki datangnya serangan Ki Naga Kecil. Pedangnya yang diselimuti tenaga dalam tingkatan yang sangat tinggi, berkelebat sangat cepat, menangkis serangan Ki Naga Kecil dan terkadang diselingi dengan membalas serangan dengan tebasan ataupun tusukan.
Sementara itu, mendengar aba aba dari Puguh, siluman elang langsung melesat mengikuti Puguh, terbang di atas Puguh, untuk menghadang gerakan keempat siluman binatang.
Sesaat kemudian, terdengar suara senjata beradu serta suara pukulan ataupun benturan serangan yang mengandung tenaga dalam tingkat sangat tinggi.
Trang ! Trang ! Trang !
Jdammm ! Jdammm ! Jdammm !
Dengan kecepatannya yang sudah tidak bisa diikuti dengan mata, Puguh berkelebatan menghadapi serangan Ki Naga Kecil yang menggunakan kekuatan siluman binatang di kedua ujung bilah mata tombaknya.
Namun, lawan yang Puguh hadapi kali ini sangat berbeda. Puguh merasa, seperti menghadapi lima lawan yang masing masing memiliki tingkat kekuatan yang sangat tinggi dan dengan tehnik menyerang yang berbeda beda.
Maka perlahan lahan, semua itu membuat Puguh mulai terdesak.
Bersamaan dengan itu, siluman elang bergerak mengimbangi kecepatan Puguh, dan ikut menghalau setiap serangan siluman binatang yang bisa dia jangkau.
Hingga pada suatu saat, beberapa kali serangan siluman harimau berhadapan dan berbenturan dengan serangan siluman elang. Saat siluman elang berhadapan dengan siluman harimau, terdengar suara siluman harimau seperti dekat di telinganya.
"Siluman elang ! Bukannya kami tidak tahu dan tidak bisa merasakan getaran kekuatan kalian ! Tetapi karena kami tidak kuasa mengendalikan gerakan tubuh kami ! Ada suatu kekuatan yang mengikat jiwa kami dan mengendalikan tubuh kami ! Tolong kau sampaikan pada Puguh, untuk berhati hati dengan asap hitam yang bisa dengan tiba tiba keĺuar dari senjata tombak di tangan manusia ini ! Asap hitam itu dia dapatkan dari iblis yang dia puja dan dia panggil untuk dia mintai kekuatannya. Asap hitam itu bisa mengikat semua jiwa makluk hidup, termasuk jiwa manusia, jika berhasil masuk ke dalam jantungnya !" kata siluman harimau dengan cepat.
"Siluman harimau ! Bagaimana cara Puguh untuk menghindari hal itu !" tanya siluman elang.
"Puguh harus menghindari atau menjauhi senjata tombak yang sedang mengincar jantungnya !" jawab siluman harimau itu.
"Baiklah ! Terimakasih telah memberitahukan kepada kami !" kata siluman elang.
---------- ◇ ----------