Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Tombak Naga Kecil


Rengganis meluncur kembali dengan tidak terlalu cepat ke arah Ki Naga Kecil. Membuat Ki Naga Kecil tidak mempunyai kesempatan untuk mengendalikan para raksasa silumannya.


Sesaat kemudian, tebasan senjata pedang hitam dan kelebatan selendang Rengganis menghujani tubuh Ki Naga Kecil.


Mendapatkan serangan yang tidak terlalu cepat, Ki Naga Kecil mendengus dan tersenyum.


"Ternyata gerakanmu tidak terlalu cepat, gadis muda !" kata Ki Naga Kecil sambil menggetakkan senjata tombak bermata duanya untuk menangkis tebasan senjata pedang hitam milik Rengganis.


Kali ini, Ki Naga Kecil harus menelan ludah berkali kali, saat mendapati serangan Rengganis yang walaupun dilakukan dengan gerakan yang tidak terlalu cepat, tetapi selalu tiba tiba sudah hampir mengenainya.


Hingga suatu saat, setelah mengurung berkali kali dengan serangan senjata pedang maupun keempat senjata selendangnya, senjata pedang Rengganis berhasil memberikan tusukan di perut Ki Naga Kecil. Namun, bahu kiri Rengganis sempat terserempet ujung mata tombak Ki Naga Kecil.


Claaappp !


Sraaattt !


Sama sama terkena serangan dan bisa menyarangkan serangan, Ki Naga Kecil dan juga Rengganis melayang mundur.


Terlihat, luka yang cukup besar di perut Ki Naga Kecil. Namun, Ki Naga Kecil tidak menghiraukannya. Justru perhatiannya sesaat tertuju pada pertarungan keempat sosok raksasa kembaran tubuhnya yang sedang mengeroyok Kartika Dhatu.


Ki Naga Kecil, sekilas melihat dan timbul perasaan khawatir. Walaupun dikeroyok oleh empat sosok raksasa kembaran tubuhnya, justru keempat sosok raksasa itu dibuat terpontang panting oleh perempuan muda yang menjadi lawannya.


Hal itu karena Kartika Dhatu merubah cara bertarungnya, dengan bergerak lambat seperti gerakan yang dilakukan oleh Rengganis.


Setelah beberapa waktu, senjata selendang Kartika Dhatu mulai memberikan luka sayatan bahkan tebasan di tubuh keempat sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil.


Setiap bagian tubuh sosok raksasa yang terluka ataupun terpotong terkena tebasan senjata selendang Kartika Dhatu, terus mengeluarkan darah berwarna hitam dan tidak bisa pulih menyambung lagi.


Hal itu karena kekuatan tenaga dalam milik Ki Naga Kecil tidak tersambung ke sosok sosok raksasa itu.


Akhirnya, beberapa saat kemudian, dua sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil tumbang. Satu dengan perut robek dan kepalanya terpenggal oleh ketajaman senjata selendang Kartika Dhatu. Sedangkan yang satunya, kedua tangannya putus dan dengan dua ujung senjata selendang Kartika Dhatu tertancap di dadanya.


Jatuhnya dua sosok raksasa kembaran tubuhnya itu, membuat kemarahan Ki Naga Kecil memuncak.


Seketika terjadi lonjakan getaran kekuatan yang sangat besar dari dalam tubuh Ki Naga Kecil. Getaran kekuatan yang bahkan sempat membuat udara di sekitar pertarungan tersibak ke semua arah. Senjata tombak bermata dua di tangan kanannya tergetar hebat dengan suara yang cukup keras.


Kemudian sambil mengeluarkan teriakan yang sangat keras, dengan cepat Ki Naga Kecil melemparkan senjata tombak bermata duanya ke arah dua sosok raksasa kembaran tubuhnya.


Aarrrccchhh !


Ketika tiba di tengah tengah para sosok raksasa itu, senjata tombak bermata dua itu mengeluarkan ledakan yang sangat kuat dan mengeluarkan asap putih yang segera menyebar ke segala arah.


Begitu terselimuti asap putih semua sosok raksasa kembaran tubuh Ki Naga Kecil termasuk yang sudah terluka, seperti tersedot tubuhnya dan masuk ke dalam senjata tombak bermata dua itu.


Sesaat kemudian, senjata tombak bermata dua itu berubah menjadi wujud raksasa kembar yang sangat mengerikan. Dua tubuh raksasa kembar, yang dari pinggang hingga kakinya menjadi satu. Sehingga menjadi wujud satu raksasa berkepala dua bertangan empat dengan badan bagian atas dua.


Dua tangan kanan raksasa itu masing masing memegang senjata tombak bermata dua. Sedangkan tangan kanannya.


"Bunuh gadis itu !" kata Ki Naga Kecil sambil tangan kirinya menunjuk ke arah Kartika Dhatu. Suara Ki Naga Kecil cukup pelan, namun terdengar sangat jelas oleh Kartika Dhatu dan Rengganis.


Mendengar perintah Ki Naga Kecil, raksasa bertubuh dua itu segera mengarahkan pandangan matanya ke tempat Kartika Dhatu melayang.


Kemudian, dalam keadaan melayang, dengan sekali menghentakkan kaki kanannya, tubuh raksasa bertubuh dua itu melesat ke arah Kartika Dhatu.


Dalam jarak yang belum terlalu dekat, kedua tangan kanan raksasa bertubuh dua itu mengayun melakukan tebasan ke arah Kartika Dhatu.


Sementara itu, Kartika Dhatu yang melihat raksasa yang baru terbentuk itu melesat ke arahnya, segera bersiap.


Namun, walaupun kedua ujung bilah tombak itu tidak mengenainya, tubuh Kartika Dhatu terdorong ke belakang oleh hempasan angin yang timbul karena tebasan senjata tombak.


"Kibasan angin dari serangannya saja, mampu membuatku terdorong mundur ! Kekuatan raksasa ini sangat dahsyat !" kata Kartika Dhatu.


Kemudian, Kartika Dhatu bersiap lagi. Kartika Dhatu berencana menggabungkan gerakan dari jurus jurus ilmu Tarian Dewi Kematian dengan jurus jurus ilmu Naga Pijana untuk.menghadapi serangan raksasa itu.


Sementara bersamaan dengan serangan raksasa bertubuh dua. Setelah melemparkan senjata tombak bermata duanya, Ki Naga Kecil segera mengalirkan getaran kekuatan tenaga dalamnya yang meningkat drastis, ke seluruh tubuhnya.


Kemudian dengan sedikit mendengus, Ki Naga Kecil menatap tajam ke arah Rengganis.


"Gadis muda, kalian bisa menjadi penghalang tujuan kami ! Terpaksa aku harus melenyapkan kalian !" kata Ki Naga Kecil.


Lalu tiba tiba terdengar beberapa kali suara ledakan dari dalam tubuh Ki Naga Kecil.


Jdaaammm ! Jdaaammm ! Jdaaammm !


Terjadi perubahan ditubuh Ki Naga Kecil. Seluruh pembuluh darahnya berubah menjadi merah kehitaman, dengan rembesan getaran kekuatan yang sangat terasa kuat sekali.


Disusul kemudian di tangan kanannya, muncul senjata tombak bermata dua dengan gagang berwarna merah kehitaman dan bilah ujung tombak yang merah membara, yang terbentuk dari kekuatan tenaga dalamnya.


"Heehhh heh heh heh heh ! Tombak Naga Kecil ! Akhirnya kau berkesempatan minum darah manusia !" kara Ki Naga Kecil sambil tertawa.


Kemudian, kedua bilah ujung tombaknya, digoreskan ke kedua lengannya hingga keluar sedikit darah. Darah yang keluar dari kedua lengannya itu, diteteskan pada kedua bilah ujung tombak. Sesaat kemudian, kedua ujung tombak itu berubah menjadi warna logam.


"Heehhh heh heh heh heh ! Kau sudah mengenali darah Tuanmu yang memerintahmu ! Sekarang, ayo kita cari darah segar untukmu !" kata Ki Naga Kecil sambil mulai memutar senjata tombak bermata dua di tangannya.


Kemudian, dengan sedikit menjejakkan kakinya, Ki Naga Kecil melesat ke arah Rengganis.


Dalam posisi tubuh melayang, Ki Naga Kecil memutar senjata tombak bermata duanya, sehingga bergantian menghadap ke arah Rengganis.


Sementara itu, melihat tubuh Ki Naga Kecil mengalami perubahan serta melesat ke arahnya, tanpa menunggu datangnya serangan, Rengganis segera melesat ke arah datangnya serangan Ki Naga Kecil.


Di udara, begitu tubuh mereka hampir berbenturan, Ki Naga Kecil segera mengarahkan salah satu mata tombaknya ke perut Rengganis.


Melihat serangan yang berbahaya, Rengganis memutar senjata pedang hitamnya untuk menangkis luncuran mata tombak, hingga terjadi benturan logam yang sangat keras.


Traaannnggg !


Benturan itu membuat kedua senjata terpental mundur kembali.


Namun, serangan itu tenyata hanya pembuka. Karena begitu mata tombak yang mengarah ke perut Rengganis terpental mundur, mata tombak yang satunya lagi bergerak memutar dengan sangat cepatnya menebas ke arah pinggang Rengganis.


Menghadapi serangan berikutnya itu, Rengganis menggerakkan dua senjata selendangnya untuk menangkis tebasan bilah ujung tombak. Sedangkan dua senjata selendangnya yang lain melesat menusuk ke arah leher dan dada Ki Naga Kecil.


Melihat serangan itu, dengan percaya diri, Ki Naga Kecil menggeser tubuhnya sedikit sambil terus menambah aliran tenaga dalam ke senjata tombak bermata duanya.


Traaakkk ! Traaakkk !


Plaaasss !


Sraaattt !


---------- ◇ ----------