Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Peningkatan Kekuatan Rengganis dan Kartika Dhatu


Selama tiga hari ini, Puguh melakukan hal yang sama. Membantu pemulihan kedua gurunya dan Iswara Dhatu. Membantu dan menjaga semedi dan latihan Rengganis. Di sela sela waktu nya itu, Puguh selalu melesat terbang sangat tinggi ke langit di atas Kerajaan Banjaran Pura, terutama saat waktu sudah memasuki malam hari.


Di langit, sambil terbang melayang perlahan, Puguh selalu mengeluarkan getaran tenaga dalamnya hingga cukup besar. Getaran tenaga dalam yang keluar dari tubuh Puguh itu, bahkan bisa dirasakan oleh para pendekar yang berada di perbatasan Kerajaan Banjaran Pura.


Selain untuk meluapkan kegeramannya, dengan getaran kekuatannya yang dia sebarkan hingga sangat jauh, Puguh juga ingin memancing datangnya Pangeran Langit Barat dan Ki Naga Kecil. Menyebarnya getaran kekuatan yang dia keluarkan, juga membuat Puguh bisa merasakan adanya getaran kekuatan yang lain, di sekitar Kerajaan Banjaran Pura.


Dengan kedua sayap transparannya yang membentang sangat besar, Puguh bagaikan seekor burung elang raksasa, yang sedang terbang di malam hari, untuk mengintai mangsanya.


Karena beberapa hari ini sering terlihat terbang di malam hari, para pendekar yang melihat Puguh melayang di langit, bahkan para penduduk yang ikut menyaksikannya, menjuluki Puguh dengan Pendekar Elang Malam.


Hingga akhirnya di hari ke empat, Puguh melihat, Rengganis sudah menyelesaikan semedi dan latihannya. Puguh merasakan, getaran kekuatan Rengganis sudah meningkat lagi.


"Akhirnya kau selesaikan juga semedimu, adik Rengganis !" kata Puguh.


"Ternyata, untuk menyerap dan menyatukan inti kekuatan tenaga dalam siluman Serigala Mata Biru secara sempurna, membutuhkan waktu yang cukup panjang, kakang Puguh !" jawab Rengganis.


Puguh tersenyum lega mendengar ucapan Rengganis.


"Adik Rengganis ! Ikuti kakang ! Kita ke atas !" kata Puguh dengan cepat. Disusul kemudian, tubuh Puguh melesat dengan sangat cepat ke langit, diikuti oleh Rengganis yang menyusul melayang di belakangnya.


Setelah dirasa cukup tinggi mereka terbang melayang, Puguh berhenti melesat. Sesaat kemudian, dari dalam tubuh Puguh, keluar getaran kekuatan yang sangat besar, saat Puguh mengeluarkan tenaga dalamnya.


"Adik Rengganis ! Mari kita lihat hasil latihan yang telah kau jalani !" kata Puguh.


"Kakang Puguh curang ! Di tempat yang sangat tinggi begini, aku tidak bisa menyerap kekuatan tumbuh tumbuhan !" jawab Rengganis sambil mengeluarkan tenaga dalam hingga jumlah yang besar.


"Kita lihat saja, adik Rengganis !" kata Puguh sambil tersenyum.


Sesaat kemudian, dua tubuh yang sama sama memiliki tingkat tenaga dalam yang sangat tinggi, melesat saling mendekat.


Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan yang cukup keras berkali kali, ketika mereka berdua beradu pukulan dan tendangan.


Begitu cepatnya gerakan mereka berdua, hanya terlihat seperti dua kilatan yang terkadang saling mendekat dan berbenturan, terkadang saling menjauh untuk kemudian melesat mendekat lagi.


Tiga puluh jurus berlalu, hingga pada pada suatu saat terdengar suara ledakan yang cukup keras, ketika mereka berdua beradu pukulan lagi yang membuat tubuh mereka berdua tersurut ke belakang.


Jdaaammm !


Sesaat setelah berhenti terdorong mundur, terlihat Puguh tersenyum senang.


"Bagus, adik Rengganis. Kekuatanmu semakin meningkat. Ayo kita coba dengan menggunakan senjata !" kata Puguh sambil mengeluarkan senjata pedangnya yang bilahnya mengeluarkan sinar hijau terang.


Tanpa menunggu Rengganis mengeluarkan senjatanya, Puguh sudah kembali melesat ke arah Rengganis.


Diawali dengan hempasan kedua sayapnya yang membuat Rengganis terkepung dari arah kiri dan kanan, Puguh menyusulinya dengan beberapa kali tebasan pedang.


Namun, saat Rengganis baru saja meningkatkan aliran tenaga dalamnya, tubuhnya harus terdorong mundur terkena hempasan kedua sayap Puguh.


Seperti gerakan pahon yang terkena hembusan angin, tubuh Rengganis yang melayang mundur, segera kembali melesat ke depan ke arah Puguh, dengan senjata pedang membuat gerakan menusuk.


Sesaat kemudian, terdengarlah suara dentangan senjata beradu beberapa kali.


Tang ! Tang ! Tang !


Traaannnggg ! Traaannnggg !


Dalam benturan kedua senjata pedang itu, tubuh Puguh dan Rengganis kembali terdorong mundur. Namun, dengan sangat cepat, mereka berdua kembali melesat untuk melakukan serangan.


Berkali kali, benturan senjata pedang mereka terjadi. Berkali kali pula tubuh Puguh dan Rengganis terdorong ke belakang. Dan berkali kali pula, tubuh Rengganis bergerak seperti pohon yang terkena hembusan angin kencang. Saat terdorong ke belakang, seperti ditarik kembali, tubuh Rengganis dengan sangat cepat kembali ke tempatnya semula berdiri.


"Bagus adik Rengganis ! Kalau bertarung di daratan, seharusnya tubuhmu bisa bergerak lebih cepat lagi !" kata Puguh sambil memasukkan kembali senjata pedangnya.


Mendengar perkataan Puguh, sejenak kedua bola mata Rengganis berbinar binar.


"Ayo kita turun, untuk menengok keadaan kedua guru sekalian dan Bibi Iswara Dhatu !" kata Puguh.


     ----- * -----


Sementara itu di bawah, di tempat Iswara Dhatu dirawat. Kartika Dhatu sangat rajin merawat Iswara Dhatu neneknya. Setiap tenaga dalamnya sudah pulih, Kartika Dhatu selalu menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya ke tubuh neneknya. Sehingga, selama tiga hari terakhir ini, inti tenaga dalam Iswara Dhatu yang hancur tercerai berai hampir pulih utuh, walaupun tenaga dalam yang tersimpan di tubuhnya masih belum bisa terlalu banyak.


Dan atas saran Ki Bhanujiwo yang juga secara rutin menjenguk Iswara Dhatu, Iswara Dhatu tetap dibuat tidak sadarkan diri, selama inti tenaga dalamnya belum terkumpul kembali dan terbentuk kembali secara sempurna.


Penyaluran tenaga dalam yang Kartika Dhatu lakukan, tanpa Kartika Dhatu sadari, bisa mengumpulkan pecahan pecahan inti tenaga dalam di dalam tubuh Iswara Dhatu. Hal itu bisa terjadi karena di dalam tenaga dalam Kartika Dhatu, mengandung kekuatan Bunga Hitam.


Satu hal yang sangat sangat mengejutkan, bahkan Kartika Dhatu sendiri tidak menyadarinya. Semakin sering tenaga dalamnya dipergunakan untuk mengobati Iswara Dhatu neneknya, kekuatan tenaga dalam di dalam tubuhnya yang mengandung kekuatan Bunga Hitam, juga semakin berkembang cepat. Kekuatan Bunga Hitam di dalam tenaga dalamnya semakin bertambah banyak. Dan tanpa Kartika Dhatu sadari, sifat tenaga dalamnya mirip dengan tenaga dalam milik Puguh , dan juga tingkat kekuatan tenaga dalamnya menjadi sangat tinggi.


Hingga pada suatu saat, ketika Kartika Dhatu mencoba melatih ilmu Tarian Dewi Kematian, hasilnya membuat Kartika Dhatu terkejut. Keempat ujung senjata selendangnya, berkelebatan sangat cepat. Tenaga dalam Kartika Dhatu bisa menjadikan senjata selendangnya lebih tajam lagi. Bahkan dari kesiuran angin gerakan selendang, bisa melukai kulit bahkan bisa memotong pakaian lawannya.


Kartika Dhatu baru saja menyelesaikan latihannya, ketika Puguh dan Rengganis tiba di tempat Iswara Dhatu dirawat.


Puguh yang bisa merasakan sisa sisa getaran kekuatan yang keluar dari tubuh Kartika Dhatu, dibuat terkejut.


"Hanya beberapa hari berlalu, kekuatan tenaga dalam adik Kartika Dhatu meningkat pesat !" kata Puguh dalam hati.


Puguh juga terkejut, saat menengok Iswara Dhatu. Perkembangan kondisinya, bahkan lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan kedua gurunya.


---------- ◇ ----------