Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Tehnik Pantulan Tenaga Dalam


Sambil melenting cepat ke atas, Iswara Dhatu langsung mengeluarkan kedua selendangnya. Melihat munculnya Pangeran Langit Barat, rasa dendamnya seketika mencuat. Teringat Pangeran Langit Barat yang telah mengobrak abrik perbukitan tempat tinggal Trah Keluarga Asmara Dhatu. Teringat Pangeran Langit Barat yang telah menangkap dan menyekap Kartika Dhatu cucunya.


Dengan serangan yang sangat cepat menggunakan ilmu Tarian Dewi Kematian, kedua senjata selendang Iswara Dhatu mencecar bagian bagian tubuh yang mematikan Pangeran Langit Barat.


Sementara itu, Pangeran Langit Barat yang baru saja hendak mendarat, merasa terkejut karena mendapatkan serangan mendadak dan dengan kecepatan yang sulit dihindari.


Sehingga sehingga setelah dua serangan bisa dihindari, dua serangan cepat senjata selendang Iswari Dhatu, berhasil berhasil mendarat di bahu dan perutnya.


Sraaattt ! Sraaattt !


Terkena dua serangan itu, Pangeran Langit Barat segera melentingkan tubuhnya ke belakang cukup jauh.


Ketika berhasil mendarat, Pangeran Langit Barat segera bersiap untuk serangan berikutnya. Namun dilihatnya, lawan yang tadi berhasil menyerangnya, tidak mengejarnya. Kesempatan itu dipergunakan oleh Pangeran Langit Barat untuk memeriksa dan memastikan tubuhnya yang terkena serangan.


"Perempuan tua ini masih bisa menyerang dengan kecepatan yang luar biasa. Aku bisa mencoba ilmu baruku padanya !" kata Pangeran Langit Barat dalam hati.


Kemudian, dengan gerakan yang tidak terlalu cepat, Pengeran Langit Barat mengangkat kedua tangannya ke arah atas depan dengan telapak tangan terbuka.


Perlahan, dari kedua telapak tangan Pangeran Langit Barat, keluar wujud makluk siluman. Dari telapak tangan kanannya, keluar wujud siluman harimau sedangkan dari telapak tangan kirinya, keluar wujud siluman naga.


Dua siluman itu mengeluarkan getaran kekuatan yang sangat besar.


Seperti siluman siluman binatang yang dijadikan senjata oleh Ki Naga Kecil, siluman harimau dan siluman naga yang keluar dari kedua telapak tangan Pangeran Langit Barat, bisa berubah menjadi sangat besar, namun tetap dalam wujud siluman binatang.


"Heehhh he he he he ! Sekarang, apakah kalian akan mampu menyerangku ?" gumam Pangeran Langit Barat sambil terkekeh.


Kemudian, dengan gerakan yang tidak terlalu cepat, Pangeran Langit Barat mengayunkan kedua telapak tangannya ke arah Iswara Dhatu. Seketika siluman harimau dan siluman naga itu melesat dengan sangat cepat ke arah Iswara Dhatu.


Sementara itu, Iswara Dhatu yang juga terlempar ke belakang setelah berhasil mendaratkan dua serangannya, sebenarnya ingin kembali melesat untuk melancarkan serangan. Namun tidak jadi melanjutkan gerakannya, karena merasakan aliran tenaga dalam pada tubuhnya agak kacau akibat daya tolak dari tenaga dalam yang ada pada tubuh Pangeran Langit Barat. Yang membuat nafasnya agak sesak dan gerakannya seperti tertahan.


Maka, Iswara Dhatu segera menghentikan sejenak aliran tenaga dalamnya dan dengan cepat mengatur pernapasannya untuk memulihkan aliran tenaga dalamnya.


"Uuhhh ! Ternyata kekuatan tenaga dalam Pangeran ini sudah meningkat lagi ! Bahkan sepertinya mengembangkan tehnik memantulkan tenaga dalam !" kata Iswara Dhatu dalam hati.


Namun, Iswara Dhatu tidak memiliki waktu yang lebih banyak lagi untuk mengamati kemampuan lawannya. Karena Iswara Dhatu harus kembali melenting ke atas saat terkaman siluman harimau sudah menerjang tubuhnya.


Baru saja melesat ke atas, dari depan atas sudah menyambar kepala siluman naga dengan mulutnya yang terbuka lebar.


Karena sudah tidak ada kesempatan untuk menghindar, Iswara Dhatu membuat kedua selendangnya berputar sangat cepat di depannya untuk menghadang datangnya sambaran kepala siluman naga.


Terdengar suara ledakan yang sangat keras, saat dua tenaga dalam yang tingkatannya sangat tinggi berbenturan.


Blaaammm !


Dalam benturan itu, kepala siluman naga terdorong mundur hingga kembali mengecil dan mendekat ke sebelah kiri Pangeran Langit Barat. Namun saat Pangeran Langit Barat mendorongkan telapak tangan kirinya, kepala siluman naga itu seketika kembali membesar. Sesaat kemudian, Pangeran Langit Barat mengayunkan kembali kedua telapak tangannya. Kedua wujud siluman binatang itu kembali melesat ke arah jatuhnya Iswara Dhatu.


Sementara itu, tubuh Iswara Dhatu terlempar ke belakang dengan deras dan jatuh terhempas di tanah.


"Nenek !" teriak Kartika Dhatu.


Kartika Dhatu segera menyentuh punggung Iswara Dhatu yang jatuh bersimpuh dengan nafas yang terlihat berat.


Perlahan, Kartika Dhatu mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh Iswara Dhatu untuk melancarkan kembali pernafasannya dan untuk menata kembali aliran tenaga dalam Iswara Dhatu yang kacau.


Bersamaan dengan itu, Rengganis yang mendekat bersama Kartika Dhatu, merasakan adanya getaran kekuatan yang luar biasa besar mendekat dengan sangat cepat ke arah mereka.


Tidak bisa menghindar karena di dekatnya ada Kartika Dhatu yang sedang mengobati Iswara Dhatu neneknya, Rengganis segera mencabut senjata pedang hitamnya sambil mengalirkan tenaga dalam hingga jumlah yang sangat besar.


Tepat saat kepala siluman harimau mendekat, Rengganis dengan cepat menebaskan senjata pedangnya.


Benturan senjata pedang hitam Rengganis dengan kepala siluman harimau itu membuat siluman harimau menggeram kesakitan dan juga menimbulkan suara ledakan yang sangat kuat.


Grrwwwhhh !


Blaaarrr !


Terkena tebasan senjata pedang hitam, kepala siluman harimau itu terpental mundur jauh ke belakang dengan dahi yang terbelah.


Sementara tubuh Rengganis, terdorong mundur dengan posisi tangan dan kuda2 yang tidak berubah.


Baru saja gerakan mundurnya berhenti, Rengganis segera menotolkan kaki kanannya ke tanah dan kemudian tubuhnya kembali melesat ke arah Kartika Dhatu, ketika melihat, wujud kepala siluman naga meluncur cepat menerjang ke arah Kartika Dhatu dan Iswara Dhatu.


Ketika sampai di hadapan kepala siluman naga, Rengganis segera menebaskan kembali senjata pedangnya untuk menghadang gerakan kepala siluman naga.


Seperti halnya yang terjadi pada kepala siluman harimau, kepala siluman naga juga terpental mundur cukup jauh. Sedangkan Rengganis terdorong mundur hingga kedua kakinya terseret di tanah.


Sementara itu, Pangeran Langit Barat sangat terkejut, ada perempuan muda yang mampu menghadang serangannya.


"Siapa perempuan muda ini ? Kenapa dia seolah tidak terpengaruh dengan tehnik pantulan tenaga dalam ?" tanya Pangeran Langit Barat dalam hati.


Tanpa disadari oleh Pangeran Langit Barat bahkan oleh Rengganis sendiri, tehnik pantulan tenaga dalam yang digunakan oleh Pangeran Langit Barat itu, pantulan tenaga dalamnya diserap oleh senjata pedang hitam milik Rengganis. Hal itu membuat Rengganis tidak terpengaruh oleh tehnik pantulan tenaga dalam.


Kemudian, tanpa menunggu lebih lama lagi, Pangeran Langit Barat menggerakkan kedua tangannya. Kedua siluman binatang yang keluar dari kedua telapak tangannya menjadi bertambah besar lagi ukurannya.


Dengan menotolkan sedikit ujung jari kaki kanannya ke tanah, Pangeran Langit Barat melesat dengan sangat cepat ke arah Rengganis. Sedangkan kepala siluman harimau dan kepala siluman naga juga melesat di depan Pangeran Langit Barat.


Sementara itu, Rengganis cukup terkejut dengan cepat pulihnya siluman binatang yang digunakan sebagai senjata oleh Pangeran Langit Barat.


"Mungkin aku harus memutus hubungan tenaga dalam siluman binatang itu dengan telapak tangan Pangeran Langit Barat, untuk membuat siluman binatang itu tidak berdaya !" kata Rengganis dalam hati.


Melihat Pangeran Langit Barat dengan kedua siluman binatangnya sudah melesat ke arahnya, Rengganis pun melenting ke atas kemudian melesat ke arah datangnya Pangeran Langit Barat.


          ---------- ◇ ----------