
Sama dengan siluman serigala yang menyerang Rengganis, dua siluman serigala yang mengepung Puguh juga mempunyai gerakan yang sangat cepat. Sehingga Puguh harus melenting cepat untuk menghindari serangan siluman serigala itu.
Puguh dan Rengganis masih menghindar terus, karena sebenarnya mereka tidak ingin berurusan dengan semua siluman itu.
"Siluman serigala ! Hentikan serangan kalian ! Kami hanya ingin lewat, karena kami hendak pulang ke negeri kami !" kata Puguh sambil terus bergerak menghindar.
"Sudah banyak yang lewat hutan ini dan sudah banyak yang mengatakan seperti alasan kalian. Namun, akhirnya yang terjadi adalah, banyak saudara dari ras kami yang menghilang, entah musnah ataupun ditangkap. Banyak juga saudara kami yang berbeda ras yang musnah. Dan akhir akhir ini, banyak bangsa manusia yang menanyakan tentang siluman elang sialan itu !" jawab salah satu siluman serigala itu.
Melihat sepertinya tidak ada jalan lain selain melawan, akhirnya Puguh memberi tanda pada Rengganis.
Kemudian, keduanya segera meningkatkan aliran tenaga dalam mereka. Membuat kecepatan dan kekuatan mereka berdua meningkat.
Beberapa waktu terjadi saling menyerang dan beberapa pukulan telapak Puguh dan Rengganis mengenai tubuh tiga siluman serigala itu, yang membuat gerakan siluman serigala itu berkurang kecepatannya.
Akhirnya pada satu kesempatan, pukulan telapak Puguh berhasil mengenai tengkuk dua siluman serigala yang mengeroyoknya dengan cukup keras.
Packkk ! Packkk !
Tubuh dua serigala itu terlempar ke belakang, kemudian terjatuh dengan keras.
Dbummm ! Dbummm !
Dua tubuh siluman serigala itu terdiam dan tidak bergerak lagi karena pingsan.
Melihat Puguh sudah membuat pingsan dua siluman serigala, Rengganis segera melenting ke atas. Kemudian dengan kecepatan yang tidak bisa diimbangi oleh siluman serigala yang menjadi lawannya, Rengganis meluncur turun dengan sangat cepat. Tangan kanannya melakukan tamparan ke arah kepala siluman serigala itu.
Plakkk !
Terkena tamparan di kepalanya, siluman serigala itu terhuyung dan tubuhnya seakan hendak terjatuh. Dalam penglihatannya, dunia seakan berputar dengan cepat.
Akhirnya siluman serigala itu terduduk sambil memejamkan matanya.
"Bawalah pergi kedua temanmu. Aku hanya akan lewat hutan ini saja !" kata Puguh sambil kemudian mengajak Rengganis untuk melanjutkan perjalanan.
Tidak berapa lama, Puguh dan Rengganis kembali melesat menuju ke arah Kerajaan Banjaran Pura. Sambil melesat tidak begitu cepat, mereka berdua merasakan ada beberapa getaran kekuatan yang mengikuti mereka. Getaran kekuatan yang lebih besar dari tiga siluman serigala tadi.
Puguh dan Rengganis heran, kenapa melewati hutan perbatasan kali ini, siluman siluman itu seperti tidak terima pada mereka berdua.
Beberapa saat kemudian, Puguh dan Rengganis harus menghentikan lari mereka ketika di depan mereka ada dua siluman macan kumbang. Tubuh mereka juga tinggi besar dan seluruh tubuhnya berwarna hitam legam.
"Hati hati adik Rengganis. Kekuatan siluman macan kumbang ini lebih kuat dibanding dengan siluman serigala tadi !" kata Puguh.
"Dan tampaknya sebentar lagi akan datang yang lainnya juga !" jawab Rengganis.
Seperti yang dikatakan oleh Rengganis, beberapa saat kemudian, di tempat itu muncul banyak binatang siluman yang memiliki getaran kekuatan tinggi, bahkan beberapa ada yang mempunyai getaran kekuatan sangat tinggi. Tubuh semua binatang siluman itu sangat besar besar. Sebentar saja, para binatang siluman itu sudah mengurung Puguh dan Rengganis.
"Siluman harimau dan siluman ular itu memiliki getaran kekuatan yang tidak kalah dengan siluman kera raksasa yang muncul di Negeri Tanah Dewa !" kata Puguh dalam hati.
"Manusia seperti apa yang sudah mengusik hutan perbatasan ini, hingga membuat seluruh binatang siluman itu bisa saling bekerja sama ?" kata Rengganis lirih membuat pertanyaan.
Puguh dan Rengganis menyadari, mereka berdua saat ini berada di tengah tengah hutan perbatasan yang menjadi daerah kekuasaan para binatang siluman dengan kesaktian yang sangat tinggi.
Kalau satu atau dua siluman, Puguh yakin mereka berdua akan mudah untuk melewatinya. Namun kali ini sepertinya mereka sulit untuk keluar dari kepungan banyak binatang siluman ini, jika tanpa membunuh para siluman itu.
"Kami berdua hanya ingin menyeberang hutan perbatasan ini. Kenapa kalian menghadang kami berdua ?" tanya Puguh.
"Kami berdua bukan manusia seperti itu !" sahut Puguh, "Namun, kalau kalian bangsa siluman memaksa dan menginginkan pertarungan, kami tidak akan lari ! Akan kami berikan pada kalian, pertarungan yang belum pernah kalian alami sebelumnya !"
Kemudian, dari tubuh Puguh, terjadi lonjakan kekuatan yang luar biasa tinggi, yang membuat tubuhnya terangkat dan melayang.
Beberapa saat kemudian, dengan kedua tangan yang mengembang disamping, Rengganis perlahan melayang ke atas. Angin lembut berhembus berkesiur di sekelilingnya.
Sebenarnya itu bukan angin biasa. Itu adalah getaran kekuatan pohon yang serap.
"Majulah kalian semua ! Bukankah pertarungan ini yang kalian tunggu ?" ucap Puguh dengan keras.
Mendengar ucapan Puguh, semua binatang siluman itu mengalirkan tenaga dalamnya yang sangat besar ke seluruh tubuhnya. Gabungan getaran kekuatan yang sangat tinggi yang keluar dari tubuh para binatang siluman itu hingga membentuk gelombang tekanan yang menerpa tubuh Puguh dan Rengganis seperti tertiup angin.
Wwuussshhh !
"Gabungan kekuatan yang luar biasa besar !" kata Puguh dalam hati.
"Adik Rengganis, hati hati !" kata Puguh memperingatkan Rengganis.
"Baik, kakang !" jawab Rengganis sambil kembali menambah aliran tenaga dalamnya.
Rengganis baru saja selesai menjawab, ketika siluman ular menerjang ke arahnya dan dua siluman macan kumbang melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh.
Siluman ular dengan besar tubuh, dua kali tubuh manusia dan panjang mencapai dua puluh meteran itu, melesat dan menyambar ke arah Rengganis dengan mulut yang terbuka lebar. Tubuhnya yang sangat besar itu tidak mengurangi kecepatannya.
Rengganis pun meloncat dan kemudian bersalto di udara untuk menghindar. Namun, dari arah samping kirinya terdengar suara menderu keras, saat tiba tiba ekor siluman ular raksasa itu sudah sangat dekat dengan tubuhnya.
Rengganis masih saja terus menghindar, sambil mempelajari sersngan siluman ular raksasa itu.
Hingga pada suatu saat, ekor siluman ular itu melesat dan menyambar dari bawah saat Rengganis baru saja menghindari terjangan mulut siluman ular yang menganga lebar.
Melihat serangan itu, Rengganis menggerakkan kedua telapak tangannya untuk menangkis datangnya sambaran ekor sikuman ular itu. Benturan itu menimbulkan suara ledakan yang sangat keras.
Blammm !
Dalam benturan itu, tubuh Rengganis terlempar cukup jauh ke arah pepohonan besar, hingga Rengganis harus bersalto beberapa kali untuk menghentikan luncuran tubuhnya.
"Siluman ular ini, kekuatannya tidak kalah dengan siluman kera raksasa !" kata Rengganis dalam hati.
Sementara itu, tertangkis kedua telapak tangan Rengganis, ekor ular itu membalik dengan sangat cepat hingga terhempas di tanah.
Dbummm !
" Ssttt ... Manusia macam apa ini, mempunyai kekuatan yang sebesar ini !" gumam siluman ular yang merasakan sedikit sakit saat ekornya terkena tangkisan.
Melihat Rengganis yang melayang diantara pepohonan, siluman ular itu kembali melesat dan menerjang ke arah Rengganis dengan kekuatan yang lebih besar lagi.
Melihat serangan yang kembali datang, kali ini Rengganis tidak menghindar. Kedua tangannya melakukan gerakan seperti menarik dan memutar hingga menimbulkan gelombang angin yang sangat besar.
Tepat saat mulut ular yang menganga itu tiba tepat di depannya, kedua tangan Rengganis membuat gerakan seperti menarik dari kiri dan kanan. Tiba tiba, pepohonan yang berada di samping kiri dan kanan Rengganis bergerak meliuk ke arah Rengganis, kemudian cabang cabangnya menghantam kepala siluman ular itu.
Srakkk ! Srakkk ! Srakkk !
__________ ◇ __________