
Pintu kamar Putri Andara terbuka maka Minda segera menghampiri Putri Andara .
" Putri ? Mengapa baru membuka pintunya , 6 jam berada di dalam kamar apakah tidak lapar ". Kata Minda.
Minda khawatir ketika melihat cara berjalan dari Putri Andara .
" Pu -- Putri ? mengapa berjalan seperti itu ?". Tanya Minda .
" Oh ini aku sedang datang bulan ."
Minda menggaruk - garuk rambutnya yang tidak merasa gatal .
" Bukankah untuk bulan ini sudah ya tapi kenapa bisa datang lagi ". Heran Minda .
" Itu terserah aku lah , siapkan aku makan ". Titah Putri Andara .
Minda segera bergegas ke dapur untuk mengambil makanan .
Sedangkan Putri Andara masih menahan rasa sakitnya yang berdenyut - denyut di daerah intimnya .
" Astaga , kenapa masih sangat perih sih ? Memang dasar ya pria gak ada puasnya di gempur sampai dua kali ". gumam Putri Andara.
Untuk saat ini Putri Andara tidak memberanikan diri untuk keluar dari kamar karena tidak mungkin jika dalam keadaan yang tidak memungkinkan membuat semua orang curiga .
Ratu Bianca memulai untuk kembali mengotori pikiran Raja Erlangga .
" Yang Mulia ? Bagaimana kesehatanmu saat ini , kuharap kamu selalu sehat ". Ucap Ratu Bianca dengan manis .
" Karena kunjunganmu aku merasa sehat ".
" Yang Mulia , hari ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu " .
" Katakanlah wahai ratuku ."
" Erik ? Dia --". Berpura - pura khawatir.
" Ada apa dengan Erik ?".
" Dia ingin menikahi Albina !!".
" Albina Putri bungsu keluarga Ningrat dan adik kandung Gubernur Albiru ". Kata Raja Erlangga.
" Iya , menurut kamu bagaimana ?".
" Ya , jika Erik benar - benar mencintai Albina maka segera nikahkan mereka atau bisa jadi gabungkan dengan Pernikahan Indira dan Gubernur Albiru agar lebih meriah ." Saran Raja Erlangga .
Ratu Bianca malah bingung dengan pemikiran dari Raja Erlangga .
" Aku masih bingung yang mulia ." Ucap Ratu Bianca .
" Bingung ?".
" Iya , karena Albina terlihat tidak tulus pada Erik bahkan aku melihat dia sering berjalan dengan Pangeran Mahkota ". Ungkap Ratu Bianca.
Raja Erlangga seketika memikirkan Pangeran Mahkota .
Ratu Bianca tidak menyerah untuk terus menjelekkan Pangeran Mahkota sekaligus Albina .
" Yang Mulia pasti terkejut kan , aku pun seperti itu. Tapi ini adalah Fakta yang mulia dan keduanya kemungkinan sudah lama menjalin hubungan yang sangat dekat , aku merasa Albina ini bukan wanita baik ". Kata Ratu Bianca .
" Aku akan mengawasi mereka , apakah benar jika Pangeran Mahkota dan Albina menjalin hubungan ". Kata Raja Erlangga.
Ratu Bianca tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil membuat harga diri Albina turun.
" Wanita sepertinya memang pantas mendapatkan kejutan ini , Albina aku tidak akan pernah merestui kamu dengan Erik ". Gumam Ratu Bianca di dalam hatinya .
Sebenarnya Ratu Bianca tidak tahu hubungan yang sebenarnya antara Albina dan Pangeran Mahkota, dia hanya mengarang sesuai hatinya akan tetapi sebenarnya yang di katakan olehnya adalah sebuah kebenaran.
Raja Erlangga meminta Jonathan untuk mengawasi Pangeran Mahkota dengan Albina namun tidak mengatakan alasannya.
Malam hari , Putri Andara ingin beristirahat dengan tenang namun tiba - tiba Gubernur Albiru datang menghampirinya melewati jalan seperti biasanya.
" Albiru !!". Pekik Putri Andara .
Minda langsung pergi dari kamar Putri Andara karena gubernur Albiru memberi isyarat dengan hanya menatap ke arahnya .
Begitu Minda keluar dari kamar Putri Andara barulah Gubernur Albiru mendekat ke arah Putri Andara dengan tatapan ingin memangsanya.
" Jangan bilang kamu datang kesini untuk ---". perkataan Putri Andara terhenti karena Gubernur Albiru menutupnya dengan ibu jari tangannya.
" Aku merindukan kamu ". Ucap Gubernur Albiru dengan mengusap rambut Putri Albiru.
" Bukankah tadi sore kita --- ". Sekali lagi perkataan Putri Andara di hentikan oleh tangan Gubernur Albiru.
" Aku mau lagi ". Lirih Gubernur Albiru .
Seketika mata Putri Andara melotot dengan sempurna .
Gubernur Albiru berganti posisi dengan duduk di samping Putri Andara dengan menciumi rambutnya hingga menggeser ke daerah ceruk leher jenjangnya .
" Albiru , aku ?".
" Bisa diam sebentar saja ". Bisiknya dengan lembut.
Putri Andara merasa tubuhnya bagaikan tersengat listrik bahkan tidak bisa lagi menahan sensasi akibat sentuhan dari Gubernur Albiru .
Tentu saja Gubernur Albiru telah berhasil memancing bagaimana reaksi Putri Andara setelah bagian ceruk lehernya di hisap perlahan.
Tubuh Putri Andara langsung bergelinjang bahkan seperti ingin membalas atas sentuhan yang di berikan oleh Gubernur Albiru .
" Bagaimana ? Apakah boleh di teruskan ". Bisik Gubernur Albiru sambil tersenyum .
Tidak ada jawaban dari Putri Andara namun sepertinya meminta untuk di sentuh lebih dari sentuhan biasa yang di berikan.
Kedua pasangan suami istri pada akhirnya menikmati malam yang begitu panas , Gubernur Albiru sangat bersemangat ketika melihat Putri Andara bergairah .
" Jika kita sering melakukannya maka rasa sakit itu akan hilang dan berganti dengan kenikmatan yang tiada Tara ". Kata Gubernur Albiru sambil mencoba memasukan senjata tempurnya ke dalam gua yang indah di penuhi kenikmatan .
Suara erangan Putri Andara membuat Gubernur Albiru semakin bersemangat bahkan berkobar apalagi menggunakan ritme yang sangat cepat .