
Gubernur Albiru menyarankan untuk menggerakkan kaki dan tangannya secara perlahan namun tidak perlu buru - buru.
" Akibat sering mengumpatiku barulah bisa terangsang lebih cepat , minumlah obat ini agar lebih cepat lagi untuk pulih dan kita segera menikah ". Kata Gubernur Albiru yang mengejutkan Putri Andara.
" Apa , me - menikah katamu ?". Kejutnya.
" Iya menikah dan membuat anak yang banyak bahkan hidup bahagia ". Kata Gubernur Albiru.
" Jangan pernah bermimpi untuk menikahiku jika kamu masih berstatus tunangan Indira , bahkan aku tidak sudi ada jejak indira di tubuhmu ." Kata Putri Andara.
" Kamu terlalu posesif bahkan aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali , selain kamu aku tidak akan menyentuh wanita lain ". Kata Gubernur Albiru.
" Ihh rasanya ingin ku ketok saja kepalamu itu aku tidak suka kamu berbicara basa - basi ". Sindirnya.
" Jika begitu mari kita menikah diam - diam agar aku bisa menyentuhmu tanpa ragu ". Ucap Gubernur Albiru yang semakin menuntut .
" Hentikan ucapan gilamu , mana mungkin bisa menikah diam - diam . Aku tidak mau secara statusku adalah Putri Istana Kencana yang terhormat ". Kata Putri Andara yang sedikit menyombongkan diri.
Keduanya telah bersekutu untuk membasmi kejahatan Ratu Bianca dan Pangeran Erik.
Gubernur Albiru mengingatkan Putri Andara untuk berpura - pura sakit hingga pada saat waktunya bisa mengungkap kejahatan yang sesungguhnya di depan Raja Erlangga.
Minda belum tahu jika Putri Andara sudah bisa berbicara dan bergerak meski tidak sepenuhnya karena masih dalam proses penyembuhan.
Hari - hari Putri Andara terasa berwarna sejak Gubernur Albiru selalu menemuinya pada waktu malam hari.
" Minda !!". Lirih Putri Andara.
Tentu saja Minda sangat terkejut mendengar suara yang lembut itu berasal dari Putri Andara.
" Putri , kamu sudah bisa berbicara ?". Ucap Minda dengan senang.
" Sebenarnya sudah lama dan aku juga bisa mandi sendiri , sebaiknya kamu kunci pintu kamarnya karena aku akan segera mandi ". Kata Putri Andara.
" Ternyata Dokter Cintanya adalah Gubernur Albiru bukan Dokter Reinhard , tapi tetap saja Putri tidak merugi karena pria yang mendekatinya tidak ada yang jelek ". Gumam Minda.
Di sisi lain , Ratu Bianca menceritakan semua pada Putri Indira atas pencapaiannya yang anti gagal.
" Ibu memang sangat hebat , tapi bagaimana dengan hubunganku dengan Albiru Ibu ". Kata Putri Indira.
" Ya tentu saja terus berlanjut sayang , kamu tahu tidak jika selama ini si Putri Caroline itu mencintai Gubernur Albirumu ". Ungkap Ratu Bianca.
" Beraninya dia mencintai milikku , Ibu jika aku sudah terbebas dari hukuman ini maka ibu harus membantuku untuk mewujudkan pernikahan dengan Albiru ". Kata Putri Indira.
" Kamu tenang saja , kita tunggu saja sampai Andara perlahan mati mengenaskan , hahahhaah ".
Selama ini Pangeran Erik sengaja untuk tidak muncul ketika Raja George datang ke Istana , karena sebelumnya Pangeran Erik pernah berseteru dengan Raja George .
Namun Raja George tidak tahu jika anak bawa'an dari Ratu Bianca adalah sosok pria yang pernah berseteru dengannya masalah kasus pelecehan Putri Caramel , yang sudah meninggal dunia .
Pangeran Erik merupakan sosok pria yang mudah terpengaruh oleh wanita apalagi jika wanitanya sangat cantik menggoda maka dia tidak akan tahan.
" Raja George sudah kembali dan Zalima di kurung bahkan Andara seperti mayat hidup , siapa lagi yang bisa aku dekati untuk menghibur rasa kesendirian ini ". Gumam Pangeran Erik.
Saat ini keluarga dari Ningrat ingin berkunjung ke Istana menjenguk keadaan Putri Andara.
Tak di sangka jika seorang wanita yang lumayan cantik berada di tengah - tengah keluarga Ningrat.
" Mengapa aku baru tahu jika keluarga Ningrat memiliki anak gadis yang cantik seperti dia , lumayan jika aku mendekatinya ". Kata Pangeran Erik.
Gadis yang di sebut oleh Pangeran Erik merupakan adik perempuan dari Gubernur Albiru yang bernama Albina.
" Dimana Pangeran Mahkota saat ini , sepertinya tidak ada di aula utama ". Gumam Albina dalam hati seraya celingak - celinguk mencari keberadaan Pangeran Mahkota.
Ya , Albina telah jatuh cinta pada pesona Pangeran Mahkota yang memang cukup tampan idaman para wanita bangsawan namun dari sekian banyak wanita , tidak ada yang benar - benar mampu menahlukkan hatinya.