Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Zalima di hukum


Arina melirik ke arah Putri Andara dan memasang wajah murkanya.


" Indira , pasti ini semua karena dia ." Kata Arina.


" Diam , bagaimana ini sekarang ? aku bisa malu ".


Semua orang melihat tragedi itu hingga ada yang menertawakannya bahkan mengoloknya.


Gubernur Albiru datang melihat keadaan Putri Indira namun tidak untuk menolongnya.


" Albiru ". Lirih Putri Indira.


" Ada apa denganmu ?". Kata Gubernur Albiru.


" Aku -- aa aku ". Putri Indira tidak bisa menjawab.


Putri Andara memalingkan wajahnya ke arah kolam sambil tertawa karena dia benar - benar tidak bisa menahannya.


Tentu saja , Arina sangat tahu jelas jika ini adalah perbuatan Putri Andara.


Zalima datang menghampiri keduanya dan meminta penjelasan pada Arina maupun Putri Indira .


Raja dan Ratu tidak tahu jika ada kejadian seperti ini , Zalima marah dan tidak bisa mengontrol dirinya untuk menyerang Putri Andara.


Tanpa menunggu lama dia langsung mendorong tubuh Putri Andara ke dalam kolam renang.


*Byurrrr*


" Putri ". Teriak Dokter Reinhard.


Gubernur Albiru langsung melompat ke kolam renang untuk menyelamatkan Putri Andara.


Namun tidak menduga jika Dokter Reinhard pun juga datang melompat hingga keduanya kompak menyelamatkan Putri Andara.


Gubernur Albiru lebih dulu melompat jadi dialah yang membawa tubuh Putri Andara.


" Sebaiknya berpura - pura lemah sajalah biar Zalima yang kenak masalah ". Kata Putri Andara dalam hatinya.


Putri Indira merasa tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh Gubernur Albiru yang menyelamatkan Putri Andara.


Dokter Reinhard segera mengikuti langkah Gubernur Albiru yang membawa Putri Andara untuk melihat keadaannya.


Semua orang mulai ramai memperbincangkan kejadian jatuhnya Putri Andara ke kolam renang dengan di dorong seorang wanita bernama Zalima.


" Andara ". panggil Gubernur Albiru.


" Aku tidak apa - apa kok ?". Lirih Putri Andara.


" Andara , katakan padaku jika ada bagian yang terasa sakit ." Sahut Dokter Reinhard.


" Ya ampun sumpah ya baru kali ini di kerubungi para pria tampan seperti mereka , ahh manisnya . Tapi aku bingung kenapa Albiru malah ikut nyebur segala tapi bagus sih biar kebakaran tuh Indira ". Gumam Putri Andara dalam hati.


" Andara , Putriku ". Kata Raja Erlangga.


" Ayah ".


" Bagaimana keadaanmu sekarang nak ?". Tanya Raja Erlangga .


" Tidak ada hanya saja masih cukup trauma dan takut ". Gumam Putri Andara.


" Mengapa bisa jatuh ke dalam air ?". tanya Raja sekali lagi.


" Zalima yang mendorongnya yang mulia ." Sahut Dokter Reinhard.


" Apa !! Zalima ?". Kejut Raja Erlangga.


Zalima dalam posisi ketakutan dan panik karena secara spontan dia tidak ingin Raja Erlangga memberinya hukuman yang setimpal.


Putri Indira menyalahkan Arina karena dia lah dalang dari rencana ini , namun segera di sangkal oleh Arina jika bukan hanya dia saja yang bersalah.


Pangeran Mahkota menarik tangan Zalima untuk menghadap Raja Erlangga.


" Ayah , coba lihatlah siapa yang aku bawa saat ini ". Ujar Pangeran Mahkota.


" Lebih baik kamu selesaikan saja secara hukum , Andress . Karena siapapun yang mencoba melukai kerabat istana maka tidak ada ampunan ". Tegas Raja Erlangga.


Kedua orang tua Zalima bersujud untuk memohon ampunan pada Raja Erlangga agar anaknya tidak di hukum berat.


Zalima merasa tidak ada yang menolongnya saat ini bahkan membelanya pun tidak ada .


" Tunggu Pangeran Mahkota ". Kata Zalima.


" Apa lagi ?".


" Aku ingin berbicara pada Arina karena dia juga seharusnya mendapatkan hukuman ". Kata Zalima.


Namun apa yang di pinta oleh Zalima sama sekali tidak di dengar oleh Pangeran Mahkota.


" Terima Kasih telah membuat kesalahan , aku tidak akan menghukummu berat asal hubungan kita selesai hari ini juga karena aku tidak sudi menikahi wanita jahat sepertimu ". Kata Pangeran Mahkota.


" Pangeran Mahkota , aku ?". Zalima ingin sekali mengaku jika dirinya juga sangat menginginkan hubungannya putus dengan Pangeran Mahkota.


Zalima di bawa ke Istana untuk mendapatkan hukuman yang pantas agar ada efek jera.


' Masuklah ke dalam ruang dingin ini , cobalah untuk intropeksi diri . Disini tidak ada teman yang menemani jadi sebelum melakukan sesuatu untuk orang lain maka berpikirlah dulu jangan bertingkah bodoh hingga merugikan diri sendiri ". Jelas Pangeran Mahkota.


Zalima di hukum di ruang dingin untuk melakukan intropeksi diri selain itu , di ruang dingin tidak ada penerangan dan semua gelap bahkan tidurpun harus di lantai yang dingin.


" Arina , mengapa kamu membiarkan aku mendapatkan hukuman ini . Aku merasa jika apa yang di katakan oleh Pangeran Mahkota benar. Aku begitu bodoh !!". Teriak Zalima.