
Pangeran Mahkota tidak turun secara langsung di halaman rumah yang saat ini di tempati oleh Ratu Bianca .
Putri Andara pun melakukan hal yang sama seperti Pangeran Mahkota .
" Jika ini adalah akhir semoga membuahkan hasil kemenangan ". Kata Putri Andara lirih .
Di dalam , Gubernur Albiru dengan berani menghadap Ratu Bianca dan Pangeran Erik .
" Jika kamu ingin menikahinya maka harus mendapatkan restu dariku dulu ". Kata Gubernur Albiru terhadap Pangeran Erik .
" Tidak perlu , pernikahanku akan di lakukan saat ini juga ". Ucap Pangeran Erik .
" Erik apakah kamu gila !! bagaimana dengan nasib adikmu hahh !! ". protes Ratu Bianca.
" Benar sekali , dia tidak mementingkan keselamatan adiknya . Sangat egois ". Ucap Gubernur Albiru yang memanasi Ratu Bianca.
" Jaga bicaramu Albiru , aku seharusnya membunuhmu saja ". Kata Pangeran Erik .
Ratu Bianca menampar Pangeran Erik karena sembarangan berkata .
*Plak *
" Jaga bicaramu Erik , dia masih saudaramu ". Kata Ratu Bianca .
Mendengar ucapan Ratu Bianca yang tak biasa maka Gubernur Albiru tersenyum seakan meremehkan Pangeran Erik.
Tentu saja hal itu membuat Pangeran Erik kesal .
" Serahkan Indira ." pinta Ratu Bianca .
" Kamu pikir aku sebodoh itu , seharusnya kamu tahu jika aku berani datang kesini berarti tujuannha untuk siapa ". Kata Gubernur Albiru.
Ratu Bianca menyuruh pengawalnya untuk membawa Albina .
Sebelumnya tidak di setujui oleh Pangeran Erik karena masih tidak rela kehilangan Albina .
Setelah membawa Albina menghadap langsung ke Gubernur Albiru , ternyata sedikit aneh dengannya .
" Kamu apakan adikku hingga seperti ini ? bukankah kamu mengatakan akan menikahinya tapi lihatlah keadaannya ". Emosi Gubernur Albiru .
" ini , ada kesalahpahaman ". Sahut Ratu Bianca .
" Jika ibu tidak merencanakan hal buruk padanya maka dia tidak akan seperti itu . Ibu benar - benar membuatku kecewa ". Gumam Pangeran Erik .
Gubernur Albiru memanggil Tom dan membisikkan rencana kepadanya .
Ratu Bianca maupun Pangeran Erik waspada atas tindakan yang akan di lakukan oleh Gubernur Albiru .
" Albina , Albina ? ". Panggil Gubernur Albiru pada Albina .
Namun sepertinya tidak ada jawaban bahkan Albina merasa ketakutan .
" Kalian membuat adikku seperti ini , Pangeran Erik oh bukan cukup Erik saja . Inikah wanita yang akan kamu nikahi ? Hal apa yang telah kamu lakukan padanya hingga seperti orang mengalami keguncangan ". Teriak Gubernur Albiru .
Pangeran Erik hanya diam saja , Ratu Bianca mengatakan jika tidak melakukan apa - apa terhadap Albina .
" Kamu pikir aku sebodoh itu , kita akan impas nanti ". Ucap Gubernur Albiru.
Pangeran Erik menoleh ke arah Ratu Bianca seakan menyalahkannya atas apa yang di perbuat olehnya terhadap Albina .
" Albina ? kemarilah ". panggil Gubernur Albiru .
Albina mengalami trauma berat hingga bertemu dengan siapapun merasa ketakutan .
Putri Andara mengikuti langkah Pangeran Mahkota .
Rumah Ratu Bianca sangat banyak penjaga bahkan tidak bisa masuk sembarangan.
Satu jam kemudian , Tom membawa Putri Indira .
" Ibu ? " Lirih Putri Andara .
" Indira , anakku sayang ".
Ratu Bianca mendekat ke arah Putri Indira namun Tom menjauhkannya .
" Ratu Bianca ehh sekarang bukan lagi Ratu emm maksutnya Nyonya Bianca , aku kemari tidak akan menyerahkannya secara cuma - cuma ". Ucap Gubernur Albiru .
" Erik , kembalikan Albina ". Titah Ratu Bianca dengan mengerlingkan sebelah matanya seakan mengatur siasat .
Gubernur Albiru tersenyum smirk seolah tidak tahu dengan apa yang akan di lakukan oleh Ratu Bianca .
Pangeran Erik mengantar Albina dengan baik kepada Gubernur Albiru , meski tidak rela namun untuk sementara saja sebagai jebakan.
Gubernur Albiru langsung mengamankan Albina , Ratu Bianca memeluk erat Putri Indira .
" Ibu ? hiks .. Hiks ... Maafkan aku ". Lirih Putri Indira.
" Yang terpenting tidak terjadi apa - apa padamu ". Ucap Ratu Bianca.
Sebenarnya ingin sekali Putri Indira mengatakan jika sebelum berangkat kemari , dia telah di gauli oleh beberapa orang Gubernur Albiru .
Putri Indira pun mulai ketakutan bahkan masih merasakan sakit di bagian intimnya akibat perlakuan kasar beberapa orang yang menggaulinya .
" Sudah impas kan ? jika begitu aku akan pergi , terima kasih nyonya dan tuan muda ." Ucap Gubernur Albiru .
Begitu membalikan tubuh , Pangeran Erik langsung ingin menyerang Gubernur Albiru dari arah belakang namun ternyata gagal .
*Prok*
*Prok*
*Prok*
Gubernur Albiru betepuk tangan melihat tingkah Pangeran Erik yang ingin memukulnya dari belakang .
" Mengapa main belakang ? Memalukan , saudaraku . Kamu sama saja seperti seorang wanita jadi - jadian ". Ucap Gubernur Albiru .
" Pengawal !! Kepung pria tidak tahu diri ini !!". Teriak Pangeran Erik .
Semua pengawal yang berada di luar masuk untuk menangkap Gubernur Albiru.
Pangeran Mahkota pun langsung mengambil kesempatan untuk masuk ke dalam rumah di susul oleh Putri Andara dan Minda .