Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Sadar


Putri Andara membuka matanya perlahan .


" Dimana aku ?". Kata Putri Andara dengan suara paraunya.


" Ahh akhirnya kamu sudah sadar ". gumam Gubernur Albiru seraya mencium tangan Putri Andara .


" Kamu menangis ". Tuduhnya pada Gubernur Albiru .


" Tidak , ini hanya air yang tak sengaja menetes di mataku ."Sangkal Gubernur Albiru .


" Aku sudah sembuh kan ? Ayo kita kembali ".


" Apa ? kembali ". heran Gubernur Albiru.


" Iyaa . Aku sudah sembuh kok ". Gumamnya dengan berdiri seketika tanpa rasa sakit lagi .


Gubenur Albiru menemukan kejanggalan pada diri Putri Andara , Lukanya sangat dalam bahkan mengeluarkan darah yang begitu banyak namun nyatanya sangat teguh dan menyatakan dirinya sudah sembuh.


" Kamu belum sembuh lebih baik tetap berbaringlah ." Pesan Gubernur Albiru .


" Aku tidak apa Albiru ? Ayo kembali ke perkemahan daripada semua orang menghawatirkan aku ".


" Sudah di atasi oleh Pangeran Mahkota . Kamu harus menjalani pengobatan agar bisa stabil . Mana mungkin bisa di katakan sembuh sedangkan kamu Baru saja sadar ".


" Bagaimana perlombaan perburuan pasti kamu kalah kan ." Kata Putri Andara .


" Aku tidak perduli yang lebih penting adalah kamu ". Kata Gubernur Albiru yang mengejutkan .


Raja Erlangga benar - benar khawatir namun Jonathan sudah memastikan jika Pangeran Mahkota dan Putri Andara baik - baik saja .


Putri Indira mencari keberadaan dari Gubernur Albiru yang sepertinya juga tidak ada dalam barisan .


" Kemana perginya dia ". Kata Putri Indira .


Beberapa menit kemudian barulah dia muncul dengan tiba - tiba .


Jonathan membisikan informasi pada Raja Erlangga jika Putri Andara sudah berada di dalam tenda berisitirahat .


Pangeran Mahkota pun berani muncul di hadapan Raja Erlangga.


" Andreas !! Syukurlah ".


" Ayah , maaf telah membuatmu khawatir . Aku dan Andara baik - baik saja ". Lirih Pangeran Mahkota.


" Aku ingin melihat adikmu ".


Raja Erlangga terburu - buru untuk melihat keadaan Putri Andara yang saat ini berada di dalam tenda bersama Albina.


" Andara ? Tidak ada yang terluka padamu kan ". Ujar Raja Erlangga.


" Tidak ada ayah . Aku sangat kuat ". Kata Putri Andara seraya mengangkat kedua tangannya .


" Syukurlah kedua anakku telah aman karena perasaanku sebelumnya tidak nyaman , Andara beristirahatlah karena besok adalah hari terakhir dalam acara ".


" Ayah , bolehkah aku pulang lebih dulu bersama Albina ." Pinta Putri Andara.


" Sangat di perbolehkan nak , Albina tolong jaga Putri Andara ". Kata Raja Erlangga.


" Baik yang mulia ".


Rencana sudah mulai berjalan , Pangeran Mahkota dan Gubernur Albiru akan menargetkan Pangeran Erik untuk membalas perbuatannya kepada Putri Andara .


Lepas mengantar Putri Andara , Pangeran Mahkota dan Gubernur Albiru membuat pertemuan tersembunyi bahkan bertekad untuk membalaskan perbuatannya pada Pangeran Erik .


" Bagaimana jika pada hari terakhir kita buat peringatan untuknya ?". Kata Pangeran Mahkota .


" Pengawalku sudah mengambil tempat dan Pangeran Mahkota bisa menambahkan sedikit saja agar lebih sempurna ". Gumam Gubernur Albiru .


" Terima kasih telah menyelamatkan Andara , maka aku banyak berutang Budi padamu ".


" Nikahkan kami berdua diam-diam , bisakah." Kata - kata Gubernur Albiru mengejutkan .


" Apa !! ". Terkejut .


" Pangeran Mahkota bisa menanyakan langsung pada Putri Andara bagaimana tanggapannya , karena dialah yang memintaku untuk meminta restu langsung padamu bahkan ini adalah idenya sendiri dan aku hanya menyampaikannya. " Ucap Gubernur Albiru .


" Seharusnya kamulah yang berinisiatif mengapa adikku seagresif itu untuk meminta pernikahan denganmu , apakah kalian sudah ?". Mulai menebak .


" Jangan berfikir yang negatif karena itu adalah keputusan kami berdua ." Kata Gubernur Albiru .


Pangeran Mahkota mengambil nafas lalu membuangnya dengan lega .


" Baiklah , aku mempercayaimu . Tapi ingat jangan pernah mencoba menyakitinya ". Nasehat Pangeran Mahkota .


" Terima kasih . Nasehatmu pasti ku dengar dengan baik ".


*Flasback Off*


Albina tidak menyangka jika Putri Andara dan kakaknya selama ini telah menjalin hubungan secara diam-diam bahkan dirinya tidak bisa mendeteksi .


" Putri ? persiapkan diri untuk menjadi istrinya dan seharusnya kamu adalah kakak Iparku !!". Seru Albina.


" Stttt jangan berisik nanti ada yang mendengar , Albina . Hubunganku dengannya sudah lama bahkan sebelum aku dan Dokter Reinhard akan bertunangan beruntung itu gagal ". Ungkap Putri Andara .


" Lalu bagaimana denganku ? Apakah masih bisa menjadi kakak iparmu sedangkan statusmu akan menjadi kakak Iparku . Sungguh tak kusangka akan menjadi seperti ini ". Kata Albina .


" Kamu pasti akan menjadi Ratunya , percayalah . Semua orang akan memanggilmu Ratu Albina wkwkwk ". Ledek Putri Andara .


" Putri !! Itu tidak lucu , bagaimanapun perasaan ini sangatlah tulus dan tidak main - main ". Ungkap Albina .


Pada saat itulah Pangeran Mahkota mendengar langsung atas pengungkapan perasaan Albina .


Putri Andara yang melihat keberadaan Pangeran Mahkota seketika menutup mulutnya .


" Ada apa Putri ?". Panik Albina .


Pangeran Mahkota memberi isyarat agar tidak memberitahukan keberadaannya pada Albina.


" Tidak ada hanya mengantuk saja ". Gumam Putri Andara .


" Baiklah , sekarang tidurlah jika mengantuk . Aku akan menjagamu disini ".


" Terima kasih adik ". Kata Putri Andara .


" Jika suatu saat aku menikah dengan Pangeran Mahkota maka kamu harus mengganti panggilan itu , wkwkwk ".


" Memang yakin bisa menikahi kakakku ". Ejek Putri Andara .


" Yakin tapi masih proseslah ".