Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Melompat


Dalam perburuan tepatnya di hutan belakang Istana , banyak hewan liar yang berlalu lalang.


Raja George ingin memburu seekor kijang namun tidak berhasil , Raja Erlangga memanggil Gubernur Albiru untuk maju dan mendapatkan Kijang yang di inginkan oleh Raja George.


*Jleb*


Dalam satu tembakan panah saja , seekor kijang yang gemuk pun langsung tergeletak .


" Wahh , Gubernur Albiru luar biasa hebat dalam berburu ". Puji Raja George.


" Dia memang memiliki banyak kehebatan untuk itu aku memintanya untuk menikahi salah satu putriku ". Kata Raja Erlangga.


" Tapi mengapa kamu lebih memilih Putri Indira , Gubernur Albiru ? bukankah Putri Andara lebih menawan ". Ucap Raja George.


Tidak ada jawaban dari Gubernur Albiru , hal ini membuat Raja George merasa aneh .


Sepulang dari perburuan , Gubernur Albiru berpamitan untuk kembali .


Raja George mengatakan pada Raja Erlangga jika Gubernur Albiru sebenarnya sangat berkompenten dalam melakukan apa saja namun tidak banyak bicara dan Misterius.


" George , Gubernur Albiru memang memiliki kepribadian yang tidak semua orang miliki . Dia memang sangat dingin bahkan jika tidak terlalu penting maka dia akan diam saja ". Jelas Raja Erlangga.


Putri Andara merasa jika berada di dalam kamar merupakan hal yang terbaik karena di luar pasti Pangeran Jason maupun Jacob menungguinya.


" Benar - benar membuat kesal !! Aku tidak bisa jika mereka terus saja berada di Istana , kapan mereka akan balik ke negara asalnya ".Gerutu Putri Andara.


Saat ini dia terpikirkan saat Gubernur Albiru menghampirinya lewat balkon.


" Bagaimana jika aku keluar lewat balkon saja , aku tidak suka selalu berada di kamar terus menerus ." Gumam Putri Andara.


Dia nekat untuk turun ke bawah , pada saat tangannya tergelincir karena licin dengan spontan dia berteriak.


" Akkhh ". Teriak Putri Andara.


Gubernur Albiru mendengar suara teriakan itu meski dari jarak jauh , karena memiliki kelebihan mendeteksi suara dengan cepat.


" Ada apa Tuan Muda ". Kata Tom.


" Suara teriakan itu seperti !!".


Gubernur Albiru segera berlari mencari sumber dari suara itu , dia meyakini jika suara itu pernah di dengarkan olehnya .


Dan benar saja dugaannya jika teriakan itu adalah milik Putri Andara.


" Kamu mau jadi orang hutan ya ". Olok Gubernur Albiru .


" Duh, jangan banyak komentar deh cepat bantuin aku !! tanganku sudah tidak sanggup lagi ". Keluh Putri Andara.


" Gubernur Albiru !! apa kamu mau melihat aku mati jatuh dari atas sini ". Kata Putri Andara.


Namun perkataan itu hanya di balas dengan senyuman menyeringai seakan - akan sedang mengolok - olok Putri Andara.


Putri andara merasa kesal dan geram karena Gubernur Albiru tidak mau menolongnya.


" Aaakhhh ."


Putri Andara sudah tak sanggup lagi dan akhirnya jatuh .


Matanya terpenjam seolah tidak ingin melihat keadaan dirinya saat terjatuh ke bawah .


" Mengapa rasanya tidak menyentuh tanah ya dan apakah aku sudah mati ". Gumam Putri Andara dalam hatinya.


Begitu membuka matanya ternyata tubuhnya berada dalam dekapan Gubernur Albiru.


" Kamu jahat !!". Teriaknya sambil memukul - mukul dada bidang Gubernur Albiru.


" Turunlah jangan berteriak lagi , aku akan pulang karena ini sudah sore ". Kata Gubernur Albiru.


" Turunkan aku ". Titahnya.


" Kamu kira naik turun ke atas kamarmu sangat mudah , bahkan aku pernah juga tergelincir seperti kamu ". Bisik Gubernur Albiru lalu langsung mencium pipi Putri Andara.


" Kamu !!!". Gertaknya karena Gubernur Albiru lagi - lagi tidak tahu malu menciumnya .


" Jangan nakal - nakal !! bagaimana jika tidak ada aku yang datang untukmu ". Ucapnya lalu pergi meninggalkan Putri Andara.


Putri andara sendiri masih melihatnya hingga tak terlihat lalu memegangi pipinya yang baru saja di sapu oleh Gubernur Albiru.


" Sepertinya aku baper ? omg kenapa degupan jantung ini semakin tidak karuan , apakah aku ? ahh tidak , tidak mana mungkin". Ucap Putri Andara sambil membuang pikirannya tentang Gubernur Albiru.


Putri Andara sudah lama tidak bertemu Pangeran Erik bahkan tidak mengetahui kemana perginya.


Arina , Zalima bahkan Putri Indira sudah di hukum rasanya hidup Putri Andara tidak tertantang.


Namun , Seseorang datang menghampirinya .


" Putri Andara ?". panggilnya.


Putri Andara mencoba mengingat siapa wanita yang sudah memanggilnya ini.


" Wajahnya sedikit mirip dengan Arina , apakah dia ibu dari Arina ". Tebak Putri Andara yang bermonolog dalam hatinya.


Wanita yang sudah berusia setengah baya itu semakin mendekati Putri Andara.