
" Hahaha Gadis cantik ? Kamu ini mau apa hah , sudah terluka parah malah ngajak duel lebih baik lakukan yang lain saja ".
" Bangsat , Anjir Lo pada ? siapa yang udah nyuruh Lo pada hahh , kurang ajar Lo pada gue hajar baru tahu rasa ". Kata Putri Andara.
" Dia berbicara apa ? Apa kamu mengerti maksutnya ". Bingung salah satu orang pesuruh itu .
Tanpa menunggu lama lagi , Putri Andara langsung menghajar mereka hingga babak belur .
" Ayo maju kalian !! 4 kawan 1 mana takut , jangan lempar panah sembunyi tangan dasar pengecut , pecundang !!!". Umpat Putri Andara .
Luka di dadanya semakin membuatnya melemah dan terpaksa harus lari dari hadapan mereka .
Putri Andara berusaha untuk berlari dan bersembunyi dari kejaran para penjahat yang mencoba untuk membunuhnya .
" Akhhh , sesakit ini rasanya terpanah ". Ucap Putri Andara sembari memegang lukanya.
Dengan penuh perjuangan dan keteguhan Putri Andara barulah bisa kuat untuk tetap berlari dari kejaran kata penjahat itu .
Kepalanya tiba - tiba seperti berputar - putar dan tidak sanggup lagi untuk berlari dan tubuhnya terjerembab .
" Tolong !!! ". Teriak Putri Andara .
Para pengejar mendapati Putri Andara yang sudah lemah tak berdaya bahkan mereka menertawakannya.
" Kamu memang sangat kuat dan hebat tapi lihatlah saat ini dirimu hahahaha lemah tak berdaya bukan ".
" Lebih baik kita selesaikan dia dulu bos sebelum dia mati begitu saja ".
" Ayo ".
Mereka sudah bersiap untuk mendekati tubuh Putri Andara dan melakukan hal yang tidak senonoh padanya .
Namun sesuatu terjadi tanpa di duga .
*Jleb*
*Jleb*
*Jleb*
*Jleb*
Keempat penjahat itu langsung terkapar begitu saja di samping tubuh Putri Andara yang tidak berdaya.
" Andara !!". Lirihnya .
" Tuan muda sebaiknya bawa Putri menjauh dari sini ".
" Bereskan mereka aku akan membawa Andara pergi dari sini ? Sepertinya ada yang ingin berbuat buruk padanya ". Kata Gubernur Albiru .
Ya , yang menyelamatkan Putri Andara adalah Gubernur Albiru.
Sedangkan Albina yang di paksa untuk menjauh dari Putri Andara seketika memberontak dan menendang pusat terpentingnya.
" awwhhh ".
" Dia !! Dia menendang tepat sekali. " kata salah satu penjahat.
Albina segera berlari lagi ke tempat Putri Andara untuk menyelamatkannya namun ternyata malah bertemu dengan Pangeran Mahkota yang akan kembali ke tempat perkemahan dengan membawa hewan buruan tangkapannya .
" Pa -- pangeran Mahkota ". Gumam Albina .
Pangeran Mahkota pun langsung turun dari kudanya untuk menghampiri Albina .
" Ada apa denganmu ? Mengapa bajumu bersimbah darah ." tanya Pangeran Mahkota .
" Putri ... Putri Andara dalam bahaya cepat selamatkan dia ". Kata Albina dengan panik .
" Apa !! Maksut kamu apa ? Dimana Andara dan apa yang terjadi ". Teriak Pangeran Mahkota .
Dengan cepat Pangeran Mahkota membawa Albina menunggang kuda bersama untuk mencari keberadaan Putri Andara yang saat ini dalam keadaan bahaya.
" Disana Pangeran ? Ya disana Putri Andara di panah ". Ungkap Albina .
" Di panah !!! Jadi darah itu adalah milik Andara ".
Pangeran Mahkota benar - benar sangat murka dan berapi - api melihat darah yang berceceran apalagi itu adalah darah milik adik tercintanya .
" Andara !! Andara kamu dimana ". Teriak Pangeran Mahkota seperti orang linglung.
Tom sudah membereskan para penjahat itu dan tidak ada jejak lagi untuk menemukannya.
Gubernur Albiru membawa Putri Andara di sebuah gubuk yang kemungkinan kosong .
" Andara !! bertahanlah , aku akan menyelamatkan kamu ". Lirihnya dengan nada gemetar .
Gubernur Albiru tidak tega melihat luka panah di bagian dada atas dari Putri Andara yang sepertinya sangat dalam .
" Siapa yang telah berani melakukan ini padamu ? Andara , kamu tidak boleh meninggalkan aku karena aku tidak mengijinkannya !! Bertahanlah ". Ucap Gubernur Albiru dengan disertai buliran air bening yang terjatuh begitu saja dari mata elangnya.
Gubernur Albiru tidak pernah meneteskan air matanya semenjak kejadian masa lalu ketika dirinya masih kecil .
Namun hari ini rupanya terjadi lagi melihat orang yang di cintainya lemah bahkan tidak berdaya .
Gubernur Albiru menangis tersedu - sedu seraya memegang tangan Putri Andara .
" Tuan Muda , sebaiknya segera bawa Putri Andara dari sini . Aku sudah mengabari pihak mata - mata kita untuk datang menjemput ". Kata Tom yang menemukan jejak Gubernur Albiru dan Putri Andara saat ini yang ternyata berada di sebuah gubuk kosong .
" Mungkinkah dia mampu melewatinya ". Lirih Gubernur Albiru .
" Dia adalah wanita yang tangguh percayalah". Ucap Tom .