Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Air mata buaya


Beberapa hari ini Albina tidak terlihat di Istana membuat Pangeran Mahkota merindukannya sekaligus menghawatirkan sosok wanita yang hampir setiap hari datang menganggu .


" Albina tidak seperti biasanya ? Apakah dia sedang mendapat kesulitan ". Tebak Pangeran Mahkota.


Raja Erlangga berusaha untuk memantau semua kegiatan seluruh keluarga Istana agar bisa mendeteksi baik dan buruknya tingkah mereka .


Gubenur Albiru mengetahui rencana dari Raja Erlangga untuk itu mengingatkannya pada Pangeran Mahkota maupun Putri Andara .


Gerak - gerik Istri Perdana menteri sangat mencurigakan karena beberapa kali dia pergi ke kamar Putri Andara .


" Panggil Sarina kemari !!". Titah Raja Erlangga .


Ratu Bianca terlihat senang karena sosok Sarina akan di panggil untuk menghadap Raja Erlangga.


" Yang Mulia , Yang Mulia ". ucap Ratu Bianca .


" Ada apa Ratu ?."


" Sarina menghasut Andara untuk membenciku dan melakukan hal yang buruk bahkan mencoba untuk meneror ku selama ini. ,Yang Mulia tolong berikan keadilan untukku ." Ratu Bianca mulai bersilat Lidah .


Raja Erlangga mulai geram bahkan tidak sabar ingin mendengarkan pengakuan dari Sarina yang notabene adalah adik iparnya sekaligus Ibu dari Arina .


Minda yang tak sengaja melihat pengawal membawa Sarina dengan cepat memberitahukan berita itu pada Putri Andara.


" Apa !! Bibi Sarina di bawa oleh pengawal Istana ". panik Putri Andara .


" Bahkan aku melihatnya seperti seorang yang sedang di tawan , Putri . Aku yakin Nyonya Sarina dalam kesulitan hari ini ". Ucap Minda dengan yakin .


" Aku tidak akan membiarkannya !! Minda ayo kita pergi ke aula utama ".


Di dalam perjalanan menuju Aula Utama , Pangeran Mahkota menarik tangan Putri Andara .


" Kakak ? Lepaskan !!". Ketus Putri Andara.


" Jika kamu bersikap seperti ini maka ayah tidak akan mempercayaimu , percayalah padaku . Bersikaplah yang lembut hari ini jika kamu ingin menyelamatkan bibi Sarina ". Saran Pangeran Mahkota .


Putri Andara mengambil nafasnya dalam - dalam dan berusaha untuk mengontrol emosinya .


Saat ini Sarina telah di tuduh mencelakai Ratu Bianca bahkan menghasut Putri Andara untuk membenci Ratu Bianca.


" Ayah ". Lirih Putri Andara seraya membawa makanan di tangannya .


" Ada apa ini ? Bibi Sarina mengapa harus berlutut seperti ini dan melakukan kowtow segala , ayah apa yang sedang terjadi ." Kata Putri Andara yang berpura - pura tidak tahu apa - apa .


" Dia telah berani mecelakai Ratu bahkan menghasutmu untuk membenci Ratu ". Kata Raja Erlangga.


Lalu Putri Andara segera menghampiri Sarina dan memeluknya .


" Bibi tidak apa - apa kan ?". Kata Putri Andara.


Sarina pun heran dengan sikap Putri Andara yang lain .


" Ayah , siapa yang mengatakan seperti itu ? Jika tidak ada bukti mana bisa menuduh orang sembarangan bukankah itu perbuatan yang tidak baik ". Kata Putri Andara dengan lembut .


" Putri , nyonya Serina kerap kali datang ke kamar anda ? lalu untuk apa jika bukan menghasut anda ". Sahut Jonathan.


" Menghasut ? Darimana kamu mendapatkan spekulasi seperti itu , setiap hari bibi Sarina datang padaku untuk mengajariku merangkai buah seperti ini ". Kata Putri Andara seraya memperlihatkan hasil karya merangkai buah di tangannya .


" Andara ? jangan membela dia ". Geram Raja Erlangga.


" Ayah ? Sungguh aku kecewa kepadamu , bibi Sarina tidak pernah menghasutku bahkan dia mengajarkan aku untuk berbakti kepada orang tua dan mengajariku untuk membuat rangkaian buah ini , apakah ada yang salah ". Jelas Putri Andara .


Ratu Bianca mulai geram dengan tingkah Putri Andara yang selalu saja mempengaruhi pikiran Raja Erlangga.


" Selain menghasutmu , dia telah berani meneror Ratu Bianca secara tersembunyi ." Ungkap Raja Erlangga .


" Cukup ayah ? Itu adalah Fitnah !! Lalu darimana ayah mengetahui itu jika tanpa bukti ". Kata Putri Andara .


" Aku sendiri yang menangkap basah". Kata Ratu Bianca .


Putri Andara dengan sekuat tenaga meredam emosinya ketika berhadapan dengan Ratu Bianca.


" Ibu Ratu , apabila bibi Sarina telah berbuat seperti itu maka alasannya apa ? Sedangkan selama ini diantara kalian tidak terjadi apa - apa ". Gumam Putri Andara dengan tutur lembut .


" Andara kamu jangan terperdaya olehnya ". kecam Ratu Bianca .


" Tidak ibu Ratu kamu salah , Bibi Sarinalah yang selama ini berperan layaknya ibu kandungku dan aku merasakan cinta dan kasih seorang Ibu ". Ucap Putri Andara seraya bersusah payah mengeluarkan air matanya dengan tidak berkedip selama 30 detik agar air matanya keluar .


*Deg*


Jantung Raja Erlangga seketika luluh dan iba mendengar perkataan dari Putri Andara.