
Karena merasa kesal bahkan cemburu , Putri Andara berniat untuk membalas apa yang Gubernur Albiru lakukan padanya .
20 menit kemudian , Dokter Reinhard datang bahkan dia sangat terkejut kala mendapati Putri Andara yang telah menyambutnya dengan hangat .
" Dokter ? Semakin hari semakin manis saja , oh iya hari ini kamu tahu mengapa aku mememangilmu ". Kata Putri Andara.
Dokter Reinhard menggelangkan kepala dan tersenyum hingg membuat Putri Andara terbawa perasaan .
" Ya ampun itu senyumnya melebihi gila banget , kenapa aku baru menyadari jika Dokter Reinhard ini pria yang manis ". Gumam Putri Andara di dalam hatinya .
Dokter Reinhard segera melambaikan tangannya kepada Putri Andara yang fokus memandangnya tanpa berkedip .
" Putri ? ". Lirihnya dengan lembut .
" Iya , iya sayang ada apa ?" . Seketika Putri Andara memegangi mulutnya karena keceplosan .
Dokter Reinhard pun terbawa perasaan Karen selama ini dirinya merasa tidak pernah di perlakukan semanis ini oleh Putri Andara.
" Sebaiknya kita duduk dulu yuk , aku ingin bercerita padamu ". Kata Putri Andara .
" Baiklah ".
Putri Andara melihat Gubernur Albiru berjalan berpegangan tangan dengan Putri Indira membuatnya panas hingga darahnya mendidih .
Putri Andara tidak mau kalah dari mereka , dan segera menggandeng lengan Dokter Reinhard .
" Dokter , akhir - akhir ini kepalaku sering meleyang entah mengapa selalu saja seperti itu . Jadi tolong papah aku ya karena kepalaku pusing ". Kata Putri Andara .
Dokter Reinhard segera memapah tubuh Putri Andara dengan hati - hati.
Gubernur Albiru yang menyadari kedekatan mereka berusaha untuk tidak mengambil sikap ceroboh karena usaha kerasnya tidak akan menjadi sia - sia .
" Andara ? Apakah kamu sengaja membuatku marah ". Kata Gubernur Albiru di dalam hatinya .
Putri Indira memperhatikan Gubernur Albiru karena merasa tatapannya tidak fokus padanya.
" Albiru , ada apa denganmu ? ". Kata Putri Indira.
" ahh , tidak ? Aku lupa jika hari ini banyak tugas hingga pikiranku kacau . Tapi aku akan menemanimu lebih dahulu ". Gumam Gubernur Albiru .
Putri Indira terhanyut dalam perasaan , Ratu Bianca merasa tidak terima dengan permain yang di lakukan oleh Gubernur Albiru .
" Indira !!". Pekik Ratu Bianca .
" Ibu ".
Lirikan Ratu Bianca terhadap Gubernur Albiru sangat tidak enak bahkan sangat mendominasi hingga membuat pria itu semakin tertantang .
" Gubernur Albiru bisakah meninggalkan kami berdua ". Pinta Ratu Bianca.
Gubenur Albiru menoleh ke arah Putri Indira seolah meminta persetujuan darinya.
" Tidak boleh , Albiru tidak boleh pergi ".
" Indira !!". Geram Ratu Bianca.
Gubernur Albiru menenangkan Putri Indira dan membawanya ke dalam kamar .
" Jika terus seperti ini maka sudah jelas dia akan menang , tidak bisa !! Aku tidak akan membiarkannya menguasai Putriku !!". Kata Ratu Bianca di dalam hatinya .
Pikiran Gubernur Albiru saat ini tertuju pada kebersamaan Putri Andara dan Dokter Reinhard , entah mengapa otaknya tidak bisa berhenti memikirkan mereka.
" Putri ? Kamu tidak boleh bersikap kasar pada Ratu karena dia adalah Ibumu ". Nasehat Gubernur Albiru .
" Tapi dia terang - terangan mengusirmu ".
" Aku paham , karena hubunganku dengan Pangeran Mahkota begitu dekat bahkan Ratu takut jika aku mempermainkanmu ". Ucap Gubernur Albiru .
" Aku mempercayaimu ". Kata Putri Indira .
Gubernur Albiru yang tak pernah tersenyum terpaksa harus menarik ujung mulutnya untuk tersenyum .
Putri Indira merasa terpukau akan senyuman yang terukir indah itu .
" Istirahatlah , aku akan pergi karena tugasku banyak sekali ". Kata Gubernur Albiru.
Tanpa di duga , Putri Indira langsung memeluk tubuh Gubernur Albiru.
" Aku mencintaimu , Albiru ." Lirihnya.
" Baiklah sekarang istirahatlah dengan baik ".
" Tapi aku ingin mendengar kamu mengucapkan hal yang sama padaku ".
" Mulut bisa berdusta tapi hati tidak bisa ". Kata Gubernur Albiru dengan membawa tangan Putri Indira ke dadanya .
Berhasil pergi dari Putri Indira , dengan cepat Gubernur Albiru pergi ke kamar Putri Andara dengan diam - diam namun sepertinya ada yang mengikutinya dari belakang .
" Ingin bermain - main denganku ? Baiklah akan ku tunjukan padamu permainannya ". Gumam Gubernur Albiru.
Dan ternyata yang mengikutinya adalah seorang pelayan pria yang kemungkinan atas suruhan Ratu Bianca untuk mengawasi Gubernur Albiru.
Pelayan itu kehilangan jejak Gubernur Albiru namun dia melihat mobil milik Gubernur Albiru keluar Istana .
" Tidak salah lagi , pelayan itu adalah orang Ratu Bianca . Sepertinya dia sudah mengetahui hubunganku dengan Andara ". Kata Gubernur Albiru dalam hati.
Karena sudah aman maka dengan cepat menuju ke kamar Putri Andara melalui jalan yang begitu susah namun terlihat mudah untuk sosok Gubernur Albiru.
" Andara ?". Panggilnya .
Namun tidak ada tanda - tanda keberadaan dari Putri Andara .
" Mengapa sepertinya kamar ini kosong ? Kemana dia perginya ".
Di setiap sudut kamar pun gubernur Albiru tetap mencari keberadaan Putri Andara namun masih tetap tidak ada .
" Malam ini benar - benar sangat menguras tenaga , emosiku tidak bisa tertahankan lagi. Aku ingin sekali meluapkan ini dengan menginginkannya tapi dia dimana ". Kesal Gubernur Albiru .