Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
gagal


Ratu Bianca merasa geram dengan drama yang di perankan oleh Putri Andara saat ini .


" Anak kurang ajar !! Semakin lama semakin pintar saja , aku merasakan jika Andara telah berubah 360 derajat ". Gumam Ratu Bianca di dalam hatinya .


Putri Andara menatap penuh ketajaman pada Ratu Bianca seakan meremehkannya .


Raja Erlangga menemukan kejanggalan di antara Ratu Bianca dan Putri Andara .


" Baiklah , Andara kembalilah ". Titah Raja Erlangga.


" Aku tidak akan kembali jika bibi Sarina masih disini ayah , bagaimanapun juga aku tidak akan membiarkan Ibukku kalah lagi ". Ucap Putri Andara .


" Apa maksut kamu , Andara !!". Sahut Ratu Bianca.


" Ratu , mengapa kamu berbicara kasar pada Andara ".


Sejak saat itulah Putri Andara berhasil memancing emosi Ratu Bianca hingga membuat Raja Erlangga curiga terhadapnya .


Selama ini Ratu Bianca terkenal sosok wanita yang lemah lembut dan Putri Andara berhasil membuka topeng yang sebenarnya.


" Bibi Sarina ayo ". Ajak Putri Andara.


Ketika sampai di tempat yang aman barulah Putri Andara meminta Sarina mengatur waktu untuk tidak pergi menemuinya .


" Putri , terima kasih atas pertolonganmu ". Kata Sarina.


" Sebaiknya jaga keamananmu dan keluargamu bilang pada paman Angga jika wanita jahat itu mulai mengancammu , aku tidak bisa selamanya menyelamatkanmu jadi berhati - hatilah ". Kata Putri Andara .


Malam hari yang mencekam membuat perasaan Putri Andara tidak enak , dia kepikiran Gubernur Albiru .


" Minda , kenapa perasaanku tidak enak ya ? Apa yang akan terjadi sebenarnya ." Ucap Putri Andara.


" Putri terlalu lelah , maka istirahatlah ." Kata Minda .


Putri Andara membaringkan tubuhnya yang memang mulai lelah hingga memejamkan kedua matanya dengan rapat.


Tiba-tiba Minda di kejutkan oleh pintu balkon yang sudah di kunci rapat .


" Siapa itu ?". Panik Minda yang mendekati pintu balkon .


Gubernur Albiru menampakkan wajahnya ke pantulan kaca balkon , Minda buru - buru membuka kunci pintunya .


" Tuan Gubernur , anda kenapa ?". Khawatir Minda setelah melihat luka - luka di wajah dan di kelopak tangan milik Gubernur Albiru .


Gubernur Albiru tidak menjawab pertanyaan itu , dia langsung pergi menghampiri Putri Andara yang sudah terlelap dalam tidurnya .


Minda begitu panik hingga menutup mulutnya melihat luka yang dialami oleh Gubernur Albiru saat ini .


" Meskipun wajahnya penuh lebam dan luka - luka tapi sama sekali tidak mengurangi ketampanannya , masih adakah sisa pria seperti ini untukku ." gumam Minda dalam hati .


" Kenapa kamu menatapku ". Seru Gubernur Albiru yang menyadari jika sedang di perhatikan oleh Minda.


" Ti--tidak tuan , aku -- aku hanya itu ". Minda gugup Hingga suaranya menyadarkan Putri Andara dari tidurnya.


Begitu membuka kedua matanya , Putri Andara terperanjat melihat keadaan Gubernur Albiru .


" Albiru !!!". Teriaknya sambil memegang tangan pria yang sudah menjadi suaminya .


Putri Andara langsung melempar selimutnya dan memeluk Gubernur Albiru dengan erat.


" Katakan padaku , apa yang terjadi ?". Tanya Putri Andara dengan nada lirih khawatir .


" Albina hampir saja di culik tapi sudah aman". Ungkap Gubernur Albiru .


" Albina di culik ".


Minda masih merasa heran dengan sikap yang dilakukan oleh Putri Andara , setahunya dia sangat membenci Gubernur Albiru.


" Pelayanmu suka memperhatikan orang ya hingga tidak bisa melepas pandangannya ". Kata Gubernur Albiru .


Putri Andara menoleh ke arah Minda dan memintanya untuk meninggalkan ruangan kamarnya .


Melihat wajah pria yang di cintainya terluka , Putri Andara segera mengambil kotak obat untuk mengobati luka Gubernur Albiru .


" Ternyata sosok Gubernur Albiru bisa juga kalah hingga wajahnya di penuhi dengan luka seperti ini ." Ujar Putri Andara .


" Ini adalah Trik , luka ini tidak seberapa di banding keselamatan Albina ". Ungkap Gubernur Albiru .


" Diamlah jangan banyak gerak , aku akan membersihkan lukamu ". Titah Putri Andara yang mulai membersihkan luka dan mengobatinya .


Gubernur Albiru tidak berhenti menatap wajah Putri Andara yang sedang fokus mengobati lukanya .


" Lain kali , aku tidak ingin kamu seperti ini lagi . Kamu tahu gak jika seperti ini sangat jelek ". Ejeknya .


" Benarkah ". Ucap Gubernur Albiru yang menarik tubuh Putri Andara hingga kepangkuannya .


" Hei , aku masih belum selesai ". Kata Putri Andara .


Gubernur Albiru memeluk tubuh Putri Andara dengan erat bahkan sesekali mencium pipinya .


" Anak nakal ". Ucap Putri Andara seraya mencubit pipi Gubernur Albiru .


" Kamu tahu mengapa aku kemari menemuimu dengan kondisi seperti ini ". Kata Gubernur Albiru .


" Mungkin merindukanku ". Tebaknya.


" Andara , Erik akan melakukan penyerangan bahkan kemungkinan dalam beberapa hari ini sudah menyiapkan pasukan ". Ungkap Gubernur Albiru .


" Jadi akan ada perang ".


" Ada 2 kemungkinan , Dia akan datang menyerang atau mungkin memaksa yang mulia Raja Erlangga turun tahta dan dia akan menggantikannya ".


" Aku tidak akan tinggal diam ". Ucap Putri Andara yang langsung berdiri karena emosi .


" Memangnya kamu mau apa ? pasukan Erik begitu kuat dan banyak ".


" Aku ? Kan ada kamu yang sudah pasti menyelamatkanku dari serangan Erik sialan itu , dasar setan tidak tahu diri ". Umpat Putri Andara.


" Tenanglah ". Ucap Gubernur Albiru yang bangkit dari duduknya dan memeluk Putri Andara dari belakang .


" Mana bisa aku tenang , aku harus bisa melindungi istana ini . Dia tidak boleh memang !!." Kesal Putri Andara.