
Ratu Bianca merasa geram dengan drama yang di perankan oleh Putri Andara saat ini .
" Anak kurang ajar !! Semakin lama semakin pintar saja , aku merasakan jika Andara telah berubah 360 derajat ". Gumam Ratu Bianca di dalam hatinya .
Putri Andara menatap penuh ketajaman pada Ratu Bianca seakan meremehkannya .
Raja Erlangga menemukan kejanggalan di antara Ratu Bianca dan Putri Andara .
" Baiklah , Andara kembalilah ". Titah Raja Erlangga.
" Aku tidak akan kembali jika bibi Sarina masih disini ayah , bagaimanapun juga aku tidak akan membiarkan Ibukku kalah lagi ". Ucap Putri Andara .
" Apa maksut kamu , Andara !!". Sahut Ratu Bianca.
" Ratu , mengapa kamu berbicara kasar pada Andara ".
Sejak saat itulah Putri Andara berhasil memancing emosi Ratu Bianca hingga membuat Raja Erlangga curiga terhadapnya .
Selama ini Ratu Bianca terkenal sosok wanita yang lemah lembut dan Putri Andara berhasil membuka topeng yang sebenarnya.
" Bibi Sarina ayo ". Ajak Putri Andara.
Ketika sampai di tempat yang aman barulah Putri Andara meminta Sarina mengatur waktu untuk tidak pergi menemuinya .
" Putri , terima kasih atas pertolonganmu ". Kata Sarina.
" Sebaiknya jaga keamananmu dan keluargamu bilang pada paman Angga jika wanita jahat itu mulai mengancammu , aku tidak bisa selamanya menyelamatkanmu jadi berhati - hatilah ". Kata Putri Andara .
Malam hari yang mencekam membuat perasaan Putri Andara tidak enak , dia kepikiran Gubernur Albiru .
" Minda , kenapa perasaanku tidak enak ya ? Apa yang akan terjadi sebenarnya ." Ucap Putri Andara.
" Putri terlalu lelah , maka istirahatlah ." Kata Minda .
Putri Andara membaringkan tubuhnya yang memang mulai lelah hingga memejamkan kedua matanya dengan rapat.
Tiba-tiba Minda di kejutkan oleh pintu balkon yang sudah di kunci rapat .
" Siapa itu ?". Panik Minda yang mendekati pintu balkon .
Gubernur Albiru menampakkan wajahnya ke pantulan kaca balkon , Minda buru - buru membuka kunci pintunya .
" Tuan Gubernur , anda kenapa ?". Khawatir Minda setelah melihat luka - luka di wajah dan di kelopak tangan milik Gubernur Albiru .
Gubernur Albiru tidak menjawab pertanyaan itu , dia langsung pergi menghampiri Putri Andara yang sudah terlelap dalam tidurnya .
Minda begitu panik hingga menutup mulutnya melihat luka yang dialami oleh Gubernur Albiru saat ini .
" Meskipun wajahnya penuh lebam dan luka - luka tapi sama sekali tidak mengurangi ketampanannya , masih adakah sisa pria seperti ini untukku ." gumam Minda dalam hati .
" Kenapa kamu menatapku ". Seru Gubernur Albiru yang menyadari jika sedang di perhatikan oleh Minda.
" Ti--tidak tuan , aku -- aku hanya itu ". Minda gugup Hingga suaranya menyadarkan Putri Andara dari tidurnya.
Begitu membuka kedua matanya , Putri Andara terperanjat melihat keadaan Gubernur Albiru .
" Albiru !!!". Teriaknya sambil memegang tangan pria yang sudah menjadi suaminya .
Putri Andara langsung melempar selimutnya dan memeluk Gubernur Albiru dengan erat.
" Katakan padaku , apa yang terjadi ?". Tanya Putri Andara dengan nada lirih khawatir .
" Albina hampir saja di culik tapi sudah aman". Ungkap Gubernur Albiru .
" Albina di culik ".
Minda masih merasa heran dengan sikap yang dilakukan oleh Putri Andara , setahunya dia sangat membenci Gubernur Albiru.
" Pelayanmu suka memperhatikan orang ya hingga tidak bisa melepas pandangannya ". Kata Gubernur Albiru .
Putri Andara menoleh ke arah Minda dan memintanya untuk meninggalkan ruangan kamarnya .
Melihat wajah pria yang di cintainya terluka , Putri Andara segera mengambil kotak obat untuk mengobati luka Gubernur Albiru .
" Ternyata sosok Gubernur Albiru bisa juga kalah hingga wajahnya di penuhi dengan luka seperti ini ." Ujar Putri Andara .
" Ini adalah Trik , luka ini tidak seberapa di banding keselamatan Albina ". Ungkap Gubernur Albiru .
" Diamlah jangan banyak gerak , aku akan membersihkan lukamu ". Titah Putri Andara yang mulai membersihkan luka dan mengobatinya .
Gubernur Albiru tidak berhenti menatap wajah Putri Andara yang sedang fokus mengobati lukanya .
" Lain kali , aku tidak ingin kamu seperti ini lagi . Kamu tahu gak jika seperti ini sangat jelek ". Ejeknya .
" Benarkah ". Ucap Gubernur Albiru yang menarik tubuh Putri Andara hingga kepangkuannya .
" Hei , aku masih belum selesai ". Kata Putri Andara .
Gubernur Albiru memeluk tubuh Putri Andara dengan erat bahkan sesekali mencium pipinya .
" Anak nakal ". Ucap Putri Andara seraya mencubit pipi Gubernur Albiru .
" Kamu tahu mengapa aku kemari menemuimu dengan kondisi seperti ini ". Kata Gubernur Albiru .
" Mungkin merindukanku ". Tebaknya.
" Andara , Erik akan melakukan penyerangan bahkan kemungkinan dalam beberapa hari ini sudah menyiapkan pasukan ". Ungkap Gubernur Albiru .
" Jadi akan ada perang ".
" Ada 2 kemungkinan , Dia akan datang menyerang atau mungkin memaksa yang mulia Raja Erlangga turun tahta dan dia akan menggantikannya ".
" Aku tidak akan tinggal diam ". Ucap Putri Andara yang langsung berdiri karena emosi .
" Memangnya kamu mau apa ? pasukan Erik begitu kuat dan banyak ".
" Aku ? Kan ada kamu yang sudah pasti menyelamatkanku dari serangan Erik sialan itu , dasar setan tidak tahu diri ". Umpat Putri Andara.
" Tenanglah ". Ucap Gubernur Albiru yang bangkit dari duduknya dan memeluk Putri Andara dari belakang .
" Mana bisa aku tenang , aku harus bisa melindungi istana ini . Dia tidak boleh memang !!." Kesal Putri Andara.