
Raja Erlangga seperti menemukan sesuatu yang baru dari dalam diri Putri Andara , sebelumnya tidak pernah sedekat itu bahkan untuk berbicara saja sangat jarang.
Kini Putri Andara hadir di tengah - tengah keterpurukan Raja Erlangga bahkan memberikan solusi .
Hari ini Putri Andara bertemu dengan Arina yang notabene adalah sahabat dari Zalima.
" Ehmm , hai arina ? tumben kamu sangat santai dan sendirian ". Gumam Putri Andara.
" Sejak dulu aku selalu seperti ini ". Kata Arina.
" Benar , Oh iya aku melihat kamu jarang sekali bertemu dengan Zalima ".
" Zalima tentu berada di rumahnya, Andara . Dia akan kemari jika ada perlu ". Jawab Arina.
" Ada perlu , apakah itu demi seorang pria ?". Kata Putri Andara yang mengejutkan.
Seketika wajah Arina berubah menjadi panik dan mengeluarkan gelagat aneh.
" Arina kamu kenapa ?". tanya Putri Andara.
" Tidak , tidak ada ". Jawab Arina dengan random.
" Aku boleh kan duduk disini menemanimu , anggap saja aku ini Zalima sahabat terbaikmu itu ". Kata Putri Andara.
" Kenapa mendadak seperti ini aku merasa Andara sekarang sangat berubah ". Gumam Arina dalam hati.
" Kamu tidak perlu terkejut denganku yang seperti ini karena sesungguhnya aku sebenarnya ya seperti inilah ". Kata Putri Andara.
" Terserah padamu saja ".
" Arina , kamu dan Zalima sudah dekat sejak lama kan pasti tau semua tentang dia . Hm termasuk perasaan hatinya ". Ucap Putri Andara yang memancing.
" Iya , tentu tahu . Dia dan Pangeran Mahkota satu hati dan cocok ". Kata Arina.
" Kamu benar . Tapi mengapa aku merasa jika keduanya tidak seperti itu ya . Takutnya Zalima ini memiliki pria lain ". Ucap Putri Andara.
" Apakah andara tahu tentang Zalima yang memiliki hubungan dengan Kak Erik ". Kata Arina dalam hati.
Arina terdiam dalam lamunan bahkan perasaannya mulai berkecamuk tidak karuan karena ulah Putri Andara.
" Aku tidak tahu Andara , sudahlah jangan menanyakan hal yang tidak penting ". Kata Arina.
" Memang kamu tahu maksut perkataanku . Sepertinya tidak tapi malah menyalah artikan dengan maksut lain. Aku harap kamu tahu jika Kak Andres dan Zalima sebenarnya tidak saling suka namun terpaksa , ya kan ". Kata Putri Andara.
" Aku tidak tahu soal itu ." Kata Arina.
" Jika suatu saat semua dapat terbongkar maka kamu dan keluargamu juga akan dalam bahaya , jadi aku berharap berhati - hatilah memilih teman dan mendukung teman bahkan menyembunyikan kejahatannya ". Gumam Putri Andara lalu pergi.
Arina sangat tertekan dengan ucapan yang di katakan oleh Putri Andara bahkan dia tidak menduga jika semua perkataannya membuat gelisah dan ketakutan.
Bagaimanapun juga Arina tahu tentang Zalima yang memiliki hubungan dengan Pangeran Erik , jika suatu saat terbukti maka dia dan seluruh keluarganya akan mendapat hukuman pengasingan dari Istana dan hidup seperti rakyat biasa.
" Bagaimana ini , aku tidak bisa lagi menyembunyikannya . Aku harus menghubungi Zalima secepatnya ". Kata Arina.
Arina sudah menghubungi Zalima dan meminta untuk bertemu untuk membicarakan masalahnya.
Sedangkan Raja Erlangga mulai menekan jika dia sama sekali tidak takut dengan adanya surat ancaman bahkan dia telah menemukan orang dalam sebagai dalangnya.
Tentu saja membuat Ratu Bianca kelabakan dan panik luar biasa.
Putri Andara berhasil membuat masalah untuk Pangeran Erik sekaligus , sebagai peringatan awal.
" Pangeran Erik , ini belum seberapa ? Aku akan bermain - main dengan Arina dan Zalima , sepertinya mereka akan segera bertindak ". Gumam Putri Andara.
Pangeran Mahkota memanggil Putri Andara yang saat ini akan pergi ke taman bunga Istana.
" Andara ". Lirih Pangeran Mahkota.
" Kakak ". Balasnya.
" Ku dengar sejak kamu membesuk ayah , kini kondisi ayah membaik dan lebih tegas dari sebelumnya ". Kata Pangeran Mahkota.
" Hm , kakak hanya melebih - lebihkan saja . Bukan karena aku yang membuat ayah sembuh tapi itu dari kemauannya sendiri ". Ujar Putri Andara.
" Sudah lama aku menantikan kalian begitu dekat seperti itu, rasanya bahagia tiada tara ". Gumam Pangeran Mahkota.
" Aku hanya berperan sebagai seorang anak saja kak , selain itu ayah juga membutuhkan semangat dan dukungan ". Kata Putri Andara.