
Gubernur Albiru memberi saran jika Putri Andara tidak harus melakukan hal seperti itu lagi karena yang ada , Ratu Bianca tidak mengenalinya .
" Lalu aku harus bagaimana ?". Kata Putri Andara.
" Kamu ingin menjadi hantu yang gentayangan kan , mana bisa sedangkan raganya masih hidup . Cukup buat tulisan ancaman yang mengerikan maka itu adalah hal yang paling menakutkan ". Kata Gubernur Albiru .
" Apakah menulis ancaman dengan darah ?". Tebaknya .
" Iya , kamu sangat tepat . Bahkan kamu bisa menggunakan barang untuk mengancamnya ." Ucap Gubernur Albiru .
Putri Andara mulai berpikir dan ternyata di jaman ini memang benar tidak kenal dengan mbak Kunti .
" Apa iya aku harus berdandan seperti Valak , ahh tidak itu membuatku risih . Hmm , Aku harus memikirkannya kembali ". Gumam Putri Andara dalam hati .
Pangeran Mahkota segera pergi ke kamar Putri Andara untuk memastikan keadaannya .
" Andara ". Panggilnya lirih .
Namun malah tidak menemukannya di atas ranjang yang ada Gubernur Albiru sedang duduk dengan santainya.
" Dimana adikku ?." tanya Pangeran Mahkota .
" Mandi ". Jawabnya singkat .
" Awas saja jika kamu mempunyai niat yang tidak baik pada adikku ." Ancamnya.
" Kamu pikir aku ini pria yang seperti apa ". Balasnya yang merasa tidak terima .
" Kamu pria yang lancang !! Buktinya main masuk saja di kamar adikku dengan bebasnya ". Kata Pangeran Mahkota .
Putri Andara mendapati kedua pria yang saat ini berada di kamarnya sedang berdebat .
" Kakak !! Gubernur Albiru , mengapa sangat berisik sekali ." pekik Putri Andara.
" Andara , kakak menghawatirkan kamu ?". Ungkap Pangeran Mahkota.
" Apa yang harus di khawatirkan kak ? Aku tidak apa - apa , kenapa harus berdebat ". Kata Putri Andara heran.
" Kakak takut dia menyentuhmu , jika saja dia berani menyentuh kamu maka aku tidak akan segan untuk membuatnya menderita ". Kata Pangeran Mahkota.
Seketika wajah Putri Andara mematung bahkan menelan salivanya sendiri saja sangat berat begitu mendengar perkataan dari kakak laki - lakinya
" Gubernur Albiru sebaiknya kamu balik saja karena aku harus istirahat ". gumam Putri Andara.
Tanpa balasan apapun , Gubernur Albiru langsung mengikuti perkataan dari Putri Andara.
Pangeran Mahkota kembali memperhatikan Putri Andara dengan tatapan menyelidik .
" Kenapa kakak menatapku seperti itu ?". Kata Putri Andara .
" Kakak selalu saja bertanya seperti ini padahal sudah aku jawab sebelumnya , kita hanya berteman saja tidak lebih ". Jelas Putri Andara.
" Tapi dia tidak memperlakukanmu sebagai teman dan --- ". Perkataan Pangeran Mahkota terhenti karena pintu Putri Andara ada yang mengetuk .
Keduanya langsung panik dan segera memposisikan diri agar tidak ketahuan .
Pangeran Mahkota membuka pintu kamar Putri Andara dengan keadaan jantung berdegup kencang .
" Asun ". Pekik Pangeran Mahkota .
" Pangeran , maaf mengganggu tapi ini darurat ". Ucap Asun , pengawal pribadi Pangeran Mahkota .
" Katakan ".
Asun membisikan berita yang di dapat olehnya kepada Pangeran Mahkota tentu saja bersifat rahasia .
" Kurang ajar !! beraninya dia melanggar aturan Istana ". Murka Pangeran Mahkota begitu mendengar bisikan dari Asun.
" Sebaiknya Pangeran harus mengatasi dengan cepat karena jika di biarkan maka akan semakin melunjak ". Kata Asun.
Pangeran Mahkota segera berpamitan kepada Putri Andara bahkan sempat memberinya nasehat agar tidak bertingkah ceroboh .
Lepas itu langsung bergegas untuk mengatasi permasalahan yang sedang terjadi di Istana.
Pagi harinya , Albina datang secara khusus untuk menjenguk Putri Andara namun hanya untuk dijadikan alasan semata saja agar dirinya dapat bertemu Pangeran Mahkota.
" Aku akan tetap terus berjuang untuk mendapatkan cinta Pangeran Mahkota , bagaimanapun caranya ". Gumam Albina di hatinya.
Pangeran Erik tiba - tiba muncul di hadapannya hingga membuat Albina terkejut bukan main .
" Maaf , aku mengejutkanmu ". Gumam Pangeran Erik .
Albina menatap ke arah Pangeran Erik dengan intens .
" Apakah maafku tidak bisa di terima ?". Ucapnya lagi karena Albina tidak menjawab.
" Ahh tentu saja tidak masalah ". Jawaban Albina dengan random.
" Kamu mau kemana ?." Kata Pangeran Erik .
Albina adalah sosok wanita yang suka menebak maksut orang lain bahkan bisa dikatakan bisa membaca pikiran orang ketika berinteraksi dengannya.
" Sepertinya dia ada maksut lain , jangan sampai dia menyukai kecantikanku ini karena tidak akan mungkin aku membagi cinta pada pria lain selain Pangeran Andres ". Kata Albina dalam hatinya .
Pangeran Erik pun merasa jika sosok Albina merupakan wanita yang cukup susah di ajak ngobrol dengan dekat , namun tidak masalah untuknya bahkan berjuangpun akan dilakukannya untuk mendapatkan Albina .