Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Jangkrik


Pangeran Mahkota membantu Putri Andara untuk mensukseskan aksinya untuk meneror Ratu Bianca agar mentalnya sedikit koyak karena ketakutan.


" Cepat cari jangkrik untukku kak ". Titah Putri Andara.


" Kenapa harus jangkrik ? Sungguh susah untuk menangkapnya ". Ucap Pangeran Mahkota.


" Mudah , kakak tunggu saja disini dulu. Seseorang akan datang kemari ". Ungkap Putri Andara.


" Andai saja aku membawa Androit kemari pasti gak bakalan seribet ini , harus mencari jangkriknya langsung memang cukup susah tapi !!". Gumam Putri Andara di dalam hatinya .


Putri Andara mengingat bagaimana cara menangkap jangkrik yang jitu .


Saat ini dia telah menunggu kedatangan Gubernur Albiru.


Pangeran Mahkota masih menunggu keputusan dari Putri Andara .


Saat melihat Gubernur Albiru yang muncul dari balkon barulah terkejut bahkan keduanya sama - sama terkejut.


" Gubernur Albiru ". Pekiknya .


Pangeran Mahkota segera menghampirinya untuk menanyakan maksut kedatangannya lewat balkon.


" Kamu menyelinap dan diam - diam memasuki kamar adikku dari balkon , ada maksut apa !". Selidiknya.


" Kakak , dia kemari akan membantu kakak untuk mencari jangkik ". Kata Putri Andara.


" Ahh , apa katamu ? Membantu mencari jangkrik !! Yang benar saja ". Ucap Gubernur Albiru .


" Iya , pokoknya aku tidak mau tahu . Kalian harus bekerja sama mencari jangkrik untukku dan jangan bertanya lagi untuk apa !! mengerti ". Kata Putri Andara.


Keduanya merasa heran karena bisa - bisanya di suruh mencari seekor jangkrik di malam hari seperti ini .


" Aku tidak tahu cara menangkapnya ". Keluh Pangeran Mahkota.


" Sama ". Sahut Gubernur Albiru.


Putri Andara menjelaskan secara perlahan bagaimana cara menangkap seekor jangkrik yang banyak .


Gubernur Albiru menghembuskan nafasnya karena merasa pekerjaan yang di berikan oleh Putri Andara lebih berat daripada pekerjaannya selama ini .


Begitupun dengan Pangeran Mahkota yang mengeluh .


Mau tidak mau keduanya harus menangkap seekor jangkrik yang banyak kebetulan di luar Istana adalah sebuah hutan bebas namun aman asal tidak keluar zona tidak aman.


" Mengapa kamu bisa sedekat itu dengan adikku ?". Tanya Pangeran Mahkota.


" Karena tujuan kita sama ". Jawabnya .


" Jadi kamu hanya memanfaatkan Indira untuk misimu itu , asal jangan membawa adikku ke dalam lubang bahaya . Awas saja kamu ". Kecam Pangeran Mahkota.


" Pangeran tidak perlu mencekamku seperti itu , selama ini aku sudah banyak pengalaman tidak mempan di ancam ". Gumam Gubernur Albiru.


Meski keduanya selalu berdebat namun selalu berusaha bekerja sama untuk menangkap seekor jangkrik.


" Nahh , akhirnya kita dapat banyak ". Ucap Pangeran Mahkota .


" Mengapa adikmu bisa tahu bagaimana menangkap seekor jangkrik ?." Heran Gubernur Albiru.


" Benar , dia memang banyak perubahan bahkan terlalu berani untuk mengekspos Ratu Bianca . Kamu tahu masalah Pangeran Lanling itu , Arina dan Indira di hukum dan Ratu Bianca sempat berlutut ". Cerita Pangeran Mahkota.


" Jadi kamu baru tahu jika dia gadis yang cerdik dan berani bahkan bar - bar ". Kata Gubernur Albiru.


" Setahuku , Andara itu lembut , pemalu dan tidak seberani itu melawan Ratu Bianca bahkan dia selalu tertindas , aku selalu menghawatirkannya ketika menjalani pendidikan akhir ". Jelas Pangeran Mahkota .


" Jika seperti itu maka adikmu adalah orang pilihan ". Ungkap Gubernur Albiru .


Pangeran Mahkota tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Gubernur Albiru.


Mereka berdua membawa jangkriknya kepada Putri Andara.


" Apakah kamu setiap hari pergi ke kamar Andara melewati jalan ini ". Kata Pangeran Mahkota.


" Ya ". Jawab Gubernur Albiru dengan santainya.


" Benar - benar jiwa maling ". Sindirnya .


" Lalu kenapa kamu harus lewat jalan ini dan itu berarti kamu juga jiwa maling ". Sindir balik Gubernur Albiru .


" Astaga , mengapa kamu baru mengatakannya ? Seharusnya aku tidak mengikutimu ". Kata Pangeran Mahkota.


" Kamu tidak bertanya ". Jawabnya .


Pangeran Mahkota merutuki kebodohannya yang ikut - ikutan memanjat tembok untuk sampai ke balkon kamar Putri Andara.


" Bagaimana ?". Kata Putri Andara.


" Cukup banyak !! Lalu akan kamu apakan hewan kecil yang sangat berisik ini ?". Kata Pangeran Mahkota .


" Tentu saja aku buang di tempat yang tepat ". Kata Putri Andara seraya tersenyum membayangkan bagaimana menderitanya orang yang akan mendengar suara jangkrik .


" Kita bersusah payah dan kamu ingin melepaskannya , Andara sebenarnya kamu ingin melakukan apa ". Ucap Pangeran Mahkota .


Sedangkan Gubernur Albiru hanya diam saja karena dia sudah paham yang akan di lakukan oleh Putri Andara .


" Kakak bantu aku untuk mendekati kamar Ratu Bianca pastikan keamanan untukku dan kamu Gubernur Albiru , kamu bantu aku bersiap ". Kata Putri Andara.


Pangeran Mahkota sama sekali tidak mengerti dengan apa yang akan di lakukan oleh Putri Andara .


Setelah persekian detik kemudian , Putri Andara telah bersiap untuk menjalankan aksinya .