Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Kulkas


Raja George mengajak Raja Erlangga untuk berkuda di luar Istana melihat pemandangan yang tidak biasa.


Putri Caroline sangat hobi berkuda untuk itu dia ikut berpartisipasi dalam melakukan perjalanan berkuda.


Tak di sangka lagi , Gubernur Albiru datang menghadap Raja Erlangga untuk memberikan laporan tentang kasus di beberapa kota yang marak terjadi.


" Apakah kamu Gubernur Albiru ?". tanya Raja George.


" Benar yang mulia ". Jawabnya tegas.


" Bagus , aku suka gaya kamu yang tegas ". Pujinya.


" Gubernur Albiru apakah saat ini ada waktu luang ". Ucap Raja George.


" Tidak begitu sibuk yang mulia karena tugas telah selesai di laporkan pada yang mulia Raja Erlangga ." Kata Gubernur Albiru.


" Bagaimana jika kamu ikut dengan kami berkuda di luar Istana , dengan adanya kamu maka keamanan pasti terjamin ". Kata Raja George.


" Gubernur Albiru , persiapkan dirimu ". Kata Raja Erlangga.


Untuk mematuhi perintah maka Gubernur Albiru terpaksa ikut mengawal para raja berkuda di luar Istana.


" Hhah , bu -- bukannya itu gubernur Albiru ya". Gumam Putri Caroline.


Putri Caroline semakin bersemangat saat melihat keberadaan Gubernur Albiru yang akan mengawali keamanan para Raja.


" Dimana Putri Caroline ?". tanya Raja George.


" Masih menyiapkan kuda yang mulia ". Jawab Jonathan.


" Baiklah kita tunggu saja ". Ucap Raja Erlangga.


" Perasaanku tidak enak , semoga wanita itu tidak menyusahkanku . Benar - benar kesialan harus terjebak seperti ini ". Gumam Gubernur Albiru di dalam hatinya.


Namun ternyata , Putri Caroline muncul tidak membawa kuda yang akan di tumpanginya.


" Caroline mana kudamu ." Tanya Raja George.


" Ayah , kudaku tidak bisa diam jadi aku merasa ketakutan . Bagaimana jika dalam perjalanan membahayakanku ." Ungkap Putri Caroline.


Sementara Gubernur Albiru membuang muka dan cuek terhadap apa yang terjadi pada Putri Caroline.


" Sepertinya kuda yang di tumpangi Gubernur Albiru sangat bagus ". Kata Putri Caroline.


Raja Erlangga meliirik ke arah Gubernur Albiru dan seketika itu juga dia turun dan memberikan kudanya pada Putri Caroline.


" Kenapa kudanya di berikan padaku ?". tanya Putri Caroline berpura - pura.


Gubernur Albiru sangat malas berbicara dengan Putri Caroline mengingat dia telah mendengar semua rencana dari Putri Caroline yang akan mendekatinya.


" Tuan Putri berbicara padaku kah ". Sahut Tom.


" Tidak , mana mungkin . Aku bertanya pada Gubernur Albiru ."


" Caroline naiklah , ayo berangkat ". Kata Raja George.


Sepanjang perjalanan , Putri Caroline selalu memandangi wajah gubernur Albiru tanpa rasa bosan .


" Mengapa pria ini seperti kulkas ? bahkan mengeluarkan aura yang sangat dingin , tapi ketampanannya sungguh membuat kepayang . Aku ingin sekali lebih dekat dengannya ". Gumam Putri Caroline.


Putri Caroline membayangkan jika seandainya dia berpura - pura jatuh dari kuda maka kemungkinan Gubernur Albiru tidak akan cuek lagi padanya.


Tentu saja berpikir jika pujaan hatinya akan terpaksa menolong.


" Akhhh !!!!". Teriak Putri Caroline saat berpura-pura terjatuh.


Sementara kuda yang di tumpangi Putri Caroline merasa kaget dan dengan spontan meringkik mengangkat kakinya bahkan sepertinya mengamuk.


" Tom , jinakkan kuda itu ". Teriak Gubernur Albiru .


" Caroline ". Teriak Raja George dengan panik karena melihat kuda yang di tumpanginya mengamuk.


Tom yang sudah ahli segera melompat menaiki kuda itu dan berhasil menjinakkan kembali .


" Kamu ini mau apa hahh , turun jangan dekat-dekat denganku ". Omel Putri Caroline pada Tom.


" Tidak bisa Putri . Keselamatan anda lebih berharga ". Kata Tom.


" Turun , aku tidak sudi kamu menunggang kuda bersama denganku ". Teriaknya lagi semakin keras.


Raja George dan Raja Erlangga menghampiri Putri Caroline untuk melihat keadaannya.


" Caroline , ada apa lagi ? mengapa kamu berteriak ". Tanya Raja George.


" Dia mendekatiku ayah ". Kata Putri Caroline dengan menunjuk ke arah Tom.


" Putri Caroline maafkan atas kelancangan pengawalku , namun dia telah menyelamatkanmu dari amukan kuda ". Ujar Gubernur Albiru yang mulai mengeluarkan suaranya.


" Tidak apa Gubernur Albiru , aku memaklumi". Jawabnya di sertai senyuman yang manis dan genit.


Raja George barulah memehami sikap dari Putrinya itu .


" Ternyata hanya bermain trik , Caroline Caroline bisa juga rupanya menyukai seorang pria dengan melakukan hal yang berbahaya seperti itu ". Gumam Raja George di dalam hati.


Gubernur Albiru kembali bertugas untuk mengawal kembali , Putri Caroline sangat kesusahan untuk mendapatkan perhatian darinya karena bagaimana pun dia bukan pawangnya wkwkwk.


Tentu saja hanya Putri Andara yang bisa membuat Gubernur Albiru meleleh karena dia pawang yang bisa meluluhkan Gubernur Albiru.