Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Masak daging bulat


Waktu masih tersisa 1 jam namun Putri Andara sudah selesai membuat bakso daging sapi .


" Gak lengkap kali ya jika tidak membuat siomay mending buat aja deh waktu juga masih lama ". Gumam Putri Andara seraya memilah wortel untuk membuat isian siomay.


Sedangkan Albina memilih ikan air tawar untuk di sulap menjadi masakan yang lezat niat hati untuk membuatkan khusus Pangeran Mahkota bukan hanya lomba .


" Semoga Pangeran Mahkota menyukai masakan ku karena ini di buat khusus untuknya dengan penuh cinta ". Gumam Albin di dalam hati .


Waktu terus berjalan kini sudah mendekati penilaian .


" Waktu kalian sudah habis dan hantarkan masakan masing - masing di depan karena akan di lakukan penilaian . Nilai bukan tergantung dari penampilan masakan saja akan tetapi citra rasa yang paling penting ". Ujar Jonathan .


Ada 20 masakan yang sudah siap di meja , Raja Erlangga beserta yang lain akan mencipipi serta menilai .


Tidak ada nama di setiap makanan karena pemenang murni tidak pilih kasih.


Raja Erlangga terkesima begitu mendapatkan masakan lain daripada yang lainnya .


" Masakan apa ini ? Berkuah seperti sup tapi isinya bukan sayuran ". Kata Raja Erlangga .


Dia mulai mencicipi masakan berkuah itu bahkan mencoba memakan isi dari kuah .


" Bulatan ini ternyata daging yang di haluskan tapi mengapa bisa sempurna halusnya , ada hiasan bunga juga ". Kata Raja Erlangga.


Raja Erlangga benar - benar tidak bisa berpindah ke masakan lainnya karena terlalu nikmat untuk dicicipi .


" Yang Mulia , mengapa anda masih tetap disini . Hamba juga ingin mencicipinya untuk penilaian jangan di habiskan ". Kata Salah satu menteri .


" Baiklah ."


Masakan Putri Andara benar - benar sudah menyihir semua orang yang sedang melakukan penilaian bahkan masakan itu tidak tersisa sedikitpun tinggal wadah kosong bersih .


Jonathan hanya menggelengkan kepala saja melihat para juri saling tidak sabar untuk mencicipi masakan baru yang di makannya.


" Penilai sudah menentukan pemenangnya dan ada 3 masakan terenak . Yang memiliki 3 masakan di depan silakan untuk maju ". Kata Jonathan.


Lagi - lagi semua orang termasuk Raja Erlangga di kejutkan dengan keberadaan Putri Andara yang sedang maju .


" Putri Andara ternyata jago memasak , kira - kira yang mana masakannya ". Kata salah satu pejabat .


Pangeran Mahkota tercengang padahal dia tahu jika selama ini Putri Andara tidak pernah memasak .


" Putri Andara ?". Kata Jonathan .


"Iya Jo . Kamu tidak perlu lagi terkejut ". Gumam Putri Andara .


Lalu Raja Erlangga memilih mangkok berwarna Ungu sebagai pemenang unggul .


* Warna Merah : Wadah milik Zalima.


*Warna Ungu : Wadah milik Putri Andara.


" Baiklah , Yang Mulia Raja Erlangga sudah memilih warna ungu sebagai pemenang unggulnya . Silahkan untuk menempati posisi pertama dan mengambil hadiah ." Kata Jonathan .


Putri Andara berjalan ke arah posisi yang terpilih menjadi pemenang terunggul .


Raja Erlangga seketika langsung berdiri melihat Putri Andara yang menempati posisi pemenang terunggul .


" Jadi masakan itu adalah ----". Raja Erlangga sangat terkejut


" Iya ayah , sebenarnya sudah lama aku belajar memasak bersama Minda ".


" Masakanmu sangat berbeda dari yang lain Andara , bisakah kamu menjelaskan kepada semuanya ". Gumam Raja Erlangga .


" Masakan yang aku masak dinamakan bola daging isi dan yang berbentuk bunga dinamakan siomay dimana dibuat dengan bahan wortel dan tepung di tambah daging cacah untuk menambah kelezatan ". Jelas Putri Andara .


" Luar biasa sekali penjelasan dari Putri Andara sebagai pemenang terunggul ". Puji Jonathan.


Jonathan juga membaca pemenang kedua dan ketiga yang di tempati oleh Albina dan Zalima.


Saat ini Zalima tidak lagi mengejar dan berharap pada Pangeran Erik melainkan memperjuangkan kembali hubungan sebelumnya dengan Pangeran Mahkota .


Albina mengetahui dengan jelas jika Zalima saat ini mencari muka pada Pangeran Mahkota .


" Dasar wanita tidak tahu malu !! Berangan menjadi seorang ratu lagi dalam pikirannya , sayang sekali aku tidak bisa membaca pikiran Pangeran Mahkota ". Gumam Albina dalam hati.


Saat ini Pangeran Mahkota ingin beristirahat di tendanya namun Zalima lagi - lagi mencari perhatian dari pria yang pernah menjadi tunangannya , beruntungnya ada Albina yang selalu mengatasi Zalima .


" Kamu mengapa berada disini !!". Ketus Zalima .


" Aku tidak sengaja lewat sepertinya kamu sedang tidak enak badan ya tunggu ya aku panggilkan pihak kesehatan ". Kata Albina.


" Ehh.. Jangan ? Ahh maksutnya aku tidak perlu di periksa ". Kata Zalima yang panik .


" Tapi kamu sedang sakit sepertinya ? Coba kulihat suhu tubuhmu ". Albina memegang dahi Zalima .


Diam - diam Pangeran Mahkota sedikit terkekeh melihat kelakuan Albina untuk mengatasi Zalima .


" Astaga Nona , sebaiknya segera periksakan diri kamu karena suhu tubuhmu sangat dingin sekali , jangan - jangan kamu ada penyakit yang berbahaya dan mematikan ". Kata Albina yang menakut - nakuti Zalima.


" Jangan sembarangan ya !! Mana ada , aku sehat kok ". Jawabnya secara spontan yang keceplosan.


" Hah sehat , tapi tadi sepertinya kamu pegang - pegang pelipis dan hampir mau pingsan ". Ungkap Albina.


Zalima sungguh geram dengan sikap Albina bahkan ingin sekali rasanya menjambaknya.