Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Axe , dimana kamu ?


Hari pun mulai nampak petang namun Asun tidak menemukan Axe , ayam jantan milik Pangeran Mahkota yang hilang entah dimana keberadaannya .


" Pangeran , aku sudah mencari Axe keseluruh lingkup istana ini namun tidak ada . Ini sangat aneh sekali ." Kata Asun .


" Axe , dimana kamu ? Jangan sampai dia hilang ". Gumam Pangeran Mahkota.


Axe adalah ayam jantan kesayangan Pangeran Mahkota , hadiah pemberian langsung dari mendiang Raja Ramos / Kakeknya .


Axe di rawat sejak kecil hingga dewasa hingga Pangeran Mahkota menyayanginya , tidak tahu apa yang akan terjadi begitu mengetahui fakta jika Axe sudah hilang di telan Putri Andara dan Albina.


Malam ini , Albina menginap di kamar Putri Andara untuk membantu menyelesaikan aksinya .


" Putri , hmm kamu yakin dengan melakukan ini ". Ucap Albina.


" Jika tidak yakin bagaimana aku akan seberani ini , ayo !!" Kata Putri Andara.


Malam yang sunyi ini benar - benar terlihat mencekam bahkan sepertinya sangat tepat untuk menjalankan aksi balas dendam yang akan di lakukan oleh Putri Andara.


" Harus melewati balkon ke balkon yang lain , wah Putri sungguh senekat ini ". Bisik Albina.


Gubernur Albiru yang terkejut seketika melihat Albina dan Putri Andara merayap di jalan kecil balkon ke balkon lain.


Tentu saja dia segera menghentikan keduanya karena sangat berbahaya jika tanpa pendampingan .


" Kakak ". Lirihnya pelan .


" Jangan meneruskan langkahmu , kembali ke kamar Putri Andara . Jangan ikut campur dalam urusan ini ". Bisik Gubernur Albiru .


" Ta-- tapi kak ". Sanggahnya.


" Kembali Albina , kamu mau jatuh dari atas sini ". Kata Gubernur Albiru yang menakut - nakuti Albina .


Albina terpaksa menuruti perintah dari Gubernur Albiru dan segera kembali ke kamar Putri Andara .


" Aku melihat ekspresi kakak !! Sepertinya dia ada sesuatu dengan Putri Andara , hhahh jangan-jangan kakak ". Albina menebak apa yang terjadi dengan Gubernur Albiru .


Sementara apa yang akan di lakukan oleh Putri Andara sudah selesai , tinggal menunggu reaksi dari Ratu Bianca .


Gubernur Albiru benar - benar tidak percaya jika Putri Andara akan benar - benar melakukan hal yang di ucapkan olehnya.


" Aku melihat sisi lain dari Putri Andara ini , sepertinya sangat jauh berbeda dengan apa yang telah di klaim oleh Pangeran Mahkota ". Gumam Gubernur Albiru dalam hati .


Gubernur Albiru tidak menampakkan dirinya di depan Putri Andara hanya mengawasinya dari tindakannya yang sangat bahaya itu.


Begitu melihat bayangan dan langkah kaki dari lantai bawah maka dengan cepat Gubernur Albiru mengamankan Putri Andara agar terhindar dari ketahuan orang lain.


" Emmbb ". Suara Putri Andara ketika mulutnya di bekap dengan kedua tangan oleh Gubernur Albiru .


Sedangkan Albina terlihat bingung mondar - mandir kesana - kemari memikirkan Putri Andara .


Pangeran Mahkota mengetuk pintu kamar Putri Andara dan tentu saja mengejutkan Albina yang saat ini berada di kamar itu.


" Pa - pangeran Mahkota ternyata itu kamu ". Gumam Albina.


" Mengapa kamu masih berada disini ? Mana Andara ". Ucap Pangeran Mahkota seraya menyelidik.


" Di-- dia , ahh dia ". Bingung mau mengatakan apa .


" Dia dimana cepat katakan ! ". Bentaknya pada Albina.


Albina tetap tidak menjawab pertanyaan dari Pangeran Mahkota dan memilih diam saja .


" Nona Albina !! Apa kamu sudah bisu ". Seru Pangeran Mahkota .


Tiba - tiba Putri Andara melompat dari dinding yang lebih tinggi menuju balkonnya.


" Huftf , hampir saja ketahuan ". Ujar Putri Andara sambil memegang dadanya karena merasa berdebar.


Albina merasa sangat lega karena Putri Andara muncul disaat Pangeran Mahkota mengulitinya .


" Andara !! kamu darimana saja ". Kata Pangeran Mahkota .


" Cari angin kak ". Jawab Putri Andara .


Pangeran Mahkota melihat kedua tangan Putri Andara penuh dengan darah hingga membuatnya khawatir .


" Andara mengapa tanganmu berdarah ?". Panik .


" Oh , ini bukan darahku kak . Tenang saja ". Kata Putri Andara yang cengengesan.


" Bukan darah kamu lalu ini darah siapa ? sebenarnya apa yang telah kamu lakukan ". Cecar Pangeran Mahkota .


Suara ketukan pintu kamar Putri Andara mengejutkan semua orang .


Pangeran Mahkota perlahan membuka pintu itu dan ternyata Asun sang pengawal pribadinya .


" Ada apa Asun ".


Asun membisikkan sebuah informasi penting yang di sampaikan pada Pangeran Mahkota sekaligus mengatakan keberadaan Axe .


" Apa !! Kamu menemukan bulu - bulu itu di sampah !!". Pekik Pangeran Mahkota begitu mendapatkan informasi tentang Axe yang cuma di temukan bulu nya saja .