
Pasukan Elang mulai memberanikan diri untuk mendekati wilayah yang saat ini di tempati untuk acara tahunan Istana .
" Satu --- dua --- tiga -- ". Ucap Gubernur Albiru.
Begitu hitungan ke tiga ternyata terjadi hal yang tak terduga terhadap pasukan Elang hitam .
Semua pejabat istana tercengang melihat pasukan Elang hitam yang seketika banyak yang berjatuhan begitu saja .
" Luar biasa !! Gubernur Albiru kali ini tidak ada keraguan lagi untukku ". Ucap Pangeran Mahkota .
" Dia masih bersembunyi diantara mereka tunggulah hingga memberanikan diri untuk muncul di depan kita ". Gumam Gubernur Albiru.
Sebelum memilih tempat untuk acara tahunan Istana , Gubernur Albiru sudah memprediksi adanya penyerangan untuk itu dia telah menyiapkan jebakan di sekeliling tempat acara .
Pangeran Erik sudah tidak tahan dengan permainan Gubernur Albiru yang ternyata sangat licik .
" Aku tidak akan melepaskanmu Albiru !!". Kata Pangeran Erik yang berapi - api .
Menyerang langsung tidak mungkin untuknya karena di depan pasti masih banyak jebakan yang menanti .
" Bidikan ini akan membuatmu sadar jika kamu tidak sehebat itu , Albiru !!". Ucap Pangeran Erik seraya mengancang anak panah yang akan di bidikan kepada Gubernur Albiru .
Pangeran Erik merupakan pemanah yang terlatih bahkan sejak kecil pun sudah terlatih .
*Jleb*
Panah itu menancap dengan sempurna di bagian lengan Gubernur Albiru , namun dia juga tidak akan membiarkan sang pemanah lolos begitu saja .
Gubernur Albiru mengeluarkan benda pipih yang tajam dan langsung mengarahkan tepat pada sang pemanah tersembunyi.
*Cleb*
Benda pipih itu masuk dengan sempurna di bagian dada kanan milik Pangeran Erik .
" Itu untuk pembalasan karena telah melukainya dan ini untukmu yang telah melukaiku ." Gumam Gubernur Albiru .
*Cleb*
Dada kanan kiri Pangeran Erik terluka karena lemparan benda pipih yang tajam milik Gubernur Albiru , seketika tubuhnya menjadi ambruk .
Pasukan Elang Hitam secara mendadak di tarik kembali untuk mundur entah siapa yang melakukannya .
" Tempat ini ternyata aman , banyak sekali jebakannya hingga pasukan sehebat elang hitam tak mampu melintasi ". ujar salah satu pejabat .
" Tempat ini di rekomendasikan oleh Gubernur Albiru , dia memang sangat hebat dalam bersiasat tapi mengapa pasukan Elang hitam tiba - tiba ingin menyerang ?". Ucap Menteri Pertahanan .
" Yang Mulia ada dimana ?". Bingung para pejabat.
Pangeran Mahkota mengatakan pada semua menteri dan pejabat untuk mengemasi barang karena acara tahunan sudah selesai bahkan tidak perlu banyak bertanya tentang peristiwa hari ini .
" Albina ?". Ucap Gubernur Albiru.
" Kakak !! Bagaimana keadaan saat ini dan Pangeran Mahkota tidak terluka kan ." Cecar Albina.
" Dimana Putri Andara ?".
" Tapi kakak harus menjawab pertanyaanku dulu atau jika tidak maka aku tidak akan memberitahumu ". Kata Albina.
" Kamu cari tahu saja sendiri , karena aku akan mencari istriku sendiri !!". Pekik Gubernur Albiru .
" Kenapa jadi begini sih ? Uuhh dasar pelit ". Gerutu Albina .
Gubernur Albiru mencari Putri Andara yang sejak tadi di umpetin oleh Albina.
" Albina !!! ." teriak Gubernur Albiru.
Namun Albina malah berpura - pura tidak mendengar dan tidak menghiraukan teriakan kakaknya.
" Albina !! Dimana kamu sembunyikan Andara ?". Tanya Gubernur Albiru .
" Tidak tahu ?". Jawabnya .
" Albina serius yaa jangan main - main atau jika tidak memberitahuku maka aku akan mengatakan hal yang tidak - tidak pada Pangeran Mahkota ". Ancamnya.
" Silahkan , kakak juga tidak menjawab pertanyaanku ." Balasnya .
Gubernur Albiru sangat kesal dan geram akibat ulah dari adiknya .
" Pangeran Mahkota tidak terluka dan baik - baik saja !! Puas ". Pekik Gubernur Albiru.
" Wah syukurlah ".
" Katakan dimana kamu menyembunyikan kakak iparmu ". Tanyanya sekali lagi .
" iihh gak sabar banget sih ? Pasti udah gak sabaran ya mau itu ". Kata Albina sambil memainkan kedua telunjukknya .
" Anak kecil tidak boleh tahu ".
Tiba - tiba Putri Andara muncul dari depan bahkan mengejutkan Gubernur Albiru.
" Ada apa ini ?". Kata Putri Andara.
" Itu kakak nyari - nyari kamu katanya sih Uda ga sabar mau itu itu ". Jelas Albina yang membuat Putri Andara seketika merinding .
" Astaga aku lupa lagi kalo aku udah nikah sama Albiru , pasti dia minta jatah sekarang ? Aduhh bakalan di Unboxing dong kenapa jadi merinding yaa ahh pasti itu menyakitkan ". Gumam Putri Andara sambil menelan salivanya sendiri .