
Gubernur Albiru mengusap tangan Putri Andara dan meletakkan di pipinya.
" Seharusnya kamu berhati - hati untuk menghadapi wanita terkutuk seperti ratu bianca itu , bahkan dia juga yang menghancurkan keluargaku ".
Putri Andara ingin sekali memberitahu Gubernur Albiru jika dia menginginkan Kelapa untuk di minum namun tidak berdaya karena tidak bisa mengeluarkan suaranya.
" Akhh, kenapa aku bisa sebodoh ini . Albiru cepat bantu aku carilah sesuatu yang bisa menetralkan racun di dalam tubuhku sebelum menyebar luas ke seluruh tubuhku ". Teriakan hati Putri Andara.
Putri Andara terus saja mengeluarkan air matanya tanpa henti.
" Andara ? kamu menangis ". Kejut Gubernur Albiru.
Gubernur Albiru menghapus air mata itu dengan sapu tangan miliknya.
Lalu mengeluarkan sebuah obat dari dalam saku jaketnya.
" Ini adalah obat yang terbuat dari air kelapa sebagai penetralisir racunmu , kamu tidak perlu menangis lagi ". Ucap Gubernur Albiru seraya memberikan obat itu ke dalam mulut Putri Andara.
Putri Andara tidak menyangka jika Gubernur Albiru adalah penyelamatnya yang begitu cepat bahkan lebih cerdas darinya.
Bukan satu butir yang di berikan pada Putri Andara tapi 5 butir , karena kemungkinan racun yang menjalar cukup cepat .
Gubernur Albiru dengan telaten memberikan obat itu pada Putri Andara dengan di bumbui ketulusan cinta di dalamnya membuat Putri Andara merasa terbawa dalam perasaan.
" Terima kasih Gubernur Albiru , terima kasih banyak atas pertolongan serta ketulusanmu ini . Aku berjanji jika sudah melalui keterpurukan ini maka aku akan membalasmu ". Kata Putri Andara dalam hati.
Gubernur Albiru menemani Putri Andara bahkan menguatkannya untuk tidak berputus asa.
" Besok aku sudah memanggil minda untuk kembali , jangan memakan apapun yang berasal dari Istana . Karena aku akan membawakan makanan dan suplemen khusus untukmu . Namun tetap membawa makanan dari Istana masuk agar tidak ada kecurigaan ". Ungkap Gubernur Albiru di depan Putri Andara.
Gubernur Albiru menemani Putri Andara hingga sang Fajar akan tiba.
" Sepertinya akan segera pagi , Andara aku akan pergi . Tenanglah , kamu pasti akan sembuh agar bisa terus mengomeliku lagi karena aku sudah merindukanmu seperti itu". Gumam Gubernur Albiru dengan mencium pucuk rambutnya dengan lembut.
" Jika aku dalam keadaan sadar maka aku pasti berjingkrak - jingkrak seperti berjoget rock n roll , Oh Albiru mengapa aku begitu tidak mengakuimu jika selama ini ternyata aku mencintaimu ". Kata Putri Andara.
Pintu kamar Putri Andara tak lupa untuk di buka kembali oleh Gubernur Albiru.
Keesokan harinya , Dokter Reinhard datang untuk memeriksa Putri Andara bahkan membawakan obat untuknya.
Namun sungguh tak di sangka jika Putri Andara tidak ingin membuka mulutnya .
Putri Andara terus merapatkan bibirnya hingga Dokter Reinhard tidak bisa untuk terus memaksanya.
" Baiklah , jika kamu tidak ingin meminumnya maka aku tidak akan memaksamu ". Ucap Dokter Reinhard seraya membelai rambut Putri Andara dengan berani.
Sepersekian detik , Minda datang dan langsung menangis bahkan memeluk Putri Andara .
" Putri , maafkan aku yang telah lalai menjagamu , maafkan aku putri ". Lirihnya yang di penuhi dengan tangisan.
" Nona Minda , jangan seperti ini . Kita doakan saja semoga Putri Andara bisa melewatinya. Dan aku meminta bantuanmu agar memberikan obat ini untuknya ". Kata Dokter Reinhard.
Minda sudah di interupsi oleh Gubernur Albiru tentang apapun yang di berikan oleh orang lain maka segera terima namun jangan di berikan kepada Putri Andara .
Mengingat untuk mengoptimalkan kerja dari obat yang di bawa langsung oleh Gubernur Albiru untuk proses kesembuhan Putri Andara.
Setiap malam gubernur Albiru menghabiskan waktu malamnya bersama Putri Andara dengan bantuan Minda.
Bahkan Minda tidak menyangka jika Gubernur Albiru yang berkepribadian dingin dan cuek bisa sehangat itu pada Putri Andara.
Kurang lebih dari 2 minggu barulah tangan dan kakinya mulai bisa di gerakkan dengan bantuan Gubernur Albiru yang membawa setrum khusus menghidupkan otot yang lemah.
" Astaga , kenapa dia menggunakan cara ini untuk menyembuhkanku . Ahh aku sangat takut pada setrum , Albiru benar - benar gila !!". Omelnya dalam hati.
Saat benda khusus yang mengeluarkan efek setrum itu akan di gunakan di daerah wajahnya , dengan spontan mulut Putri Andara tergerak dan langsung mengeluarkan suara.
" Gubernur Albiru hentikan jika kamu tidak menghentikannya maka aku akan mematahkan tulangmu ". Omel Putri Andara yang secara tidak sadar dapat di dengar oleh Gubernur Albiru.
" Oh , jadi sejak tadi kamu terus saja mengomeliku ya pantas saja cepat terangsang . Itu bagus Andara , kamu sudah bisa berbicara sekarang ". Ungkap Gubernur Albiru.
" Apa !! jadi aku bisa berbicara sekarang ". Ucapnya.
" Lalu yang kamu lontarkan saat ini itu apa jika bukan suaramu ". godanya pada Putri Andara.
" Aku benar - benar sudah sembuh ". Teriaknya.
" Pelankan suaramu ". Peringatkan Gubernur Albiru pada Putri Andara.
Putri Andara tidak bisa memungkiri jika dia bisa sembuh lebih cepat dan akan kembali seperti biasa.