
Karena Pangeran Mahkota tidak menghiraukannya sejak tadi maka tidak suatu kesempatan untuknya memulai rencana .
" Pangeran Mahkota aku akan pergi dulu ya untuk menemui Putri Andara ". Gumam Albina.
Lalu dengan sengaja membuat dirinya terjatuh ke arah Pangeran Mahkota dan alhasil terpaksa di tangkap dan keduanya saling bertatap muka .
Jonathan melihat dengan sangat jelas bahkan terkejut .
" Pangeran Mahkota dan Nona Albina ? Mereka selama ini ". Gumam Jonathan dalam hati seraya memperhatikan kedua pasangan muda itu lalu pergi .
Pangeran Mahkota sebenarnya ingin marah tapi karena Albina adalah keluarga ningrat yang berpengaruh bahkan adik kandung dari Gubernur Albiru , memilih untuk meredam amarahnya .
" Jika kamu ingin pergi maka pergilah ". Usir Pangeran Mahkota .
" Hm tidak , tidak jadi . Menemani Pangeran Mahkota bersantai mungkin lebih asyik ." Kata Albina.
Pangeran Mahkota tidak menanggapinya , meski begitu tetap saja tidak membuat Albina pantang menyerah .
Dia memperhatikan wajah tampan dan rupawan milik Pangeran Mahkota dari jarak yang dekat sambil menangkupkan wajah dengan kedua tangannya .
" Wajahnya mendekati sempurna bahkan jika aku memilikinya maka lebih sempurna lagi , oh Pangeran lihatlah aku yang mengagumimu sekaligus mencintaimu ." Kata Albina dalam hati yang lagi Kasmaran .
Pangeran Mahkota seketika langsung menatap Albina hingga membuatnya terkejut .
Disaat keduanya saling berpandangan satu sama lain , Putri Andara datang menangkap basah keduanya saling menatap .
" Uwahh kalian berdua bahkan sudah melangkah sejauh ini tidak memberitahukanku , mana Pajak jadiannya ". Kata Putri Andara .
" Pajak Jadian ? ". Heran Albina.
" Iya karena kalian berdua sudah jadian kan dan bersiap melangkah ke jenjang yang lebih serius ." Ucap Putri Andara .
" Omong kosong !!". Sahut Pangeran Mahkota seraya meninggalkan mereka berdua .
" Loh kakak mau kemana ?". tanya Putri Andara.
" Putri ? Kita tidak sedang jadian ". Gumam Albina.
" Yahh ? Ku kira sudah bersiap ". Kata Putri Andara .
" Siap di marahi olehnya wkwkwk , oh iya bagaimana dengan hubunganmu dan Dokter Reinhard ". tanya Albina .
Namun pertanyaan itu langsung membuat Putri Andara seketika membisu bahkan bibirnya merapat .
" Apa aku salah bicara ?". Kata Albina.
Putri Andara hanya menggelengkan kepala saja.
Putri Andara menggelengkan kepalanya lagi dan lagi setiap diberikan pertanyaan oleh Albina.
" Sepertinya saat ini kamu punya masalah ya aku melihat wajahmu bahkan sudah banyak yang menumpuk , katakan saja padaku kali aja bisa di pecahkan olehku ". Kata Albina.
" Tidak ada ".
Jonathan sudah memberitahukan semua pada Raja Erlangga .
" Albina memang sangat cocok jika di jodohkan dengan Andres namun aku telah berjanji untuk tidak membuat keputusan lagi bahkan aku tidak ingin menyulitkan Putra - putriku ". Gumam Raja Erlangga.
" Lalu menurut anda bagaimana tentang mereka ".
" Biarkan Pangeran Mahkota sendiri yang menghadapku dan mengatakan sendiri jika dia mencintai Albina ." Kata Raja Erlangga.
Ratu Bianca mulai sehat kembali dan ingin membalaskan dendam pada seseorang yang telah membuatnya hampir kehilangan kendali karena telah sengaja membunuh Ratu Eliza bahkan masih terbayang - bayang di benaknya .
Putri Indira mengadukan tentang Putri Andara yang mulai berani melawannya bahkan lebih menang ketika berada argumen .
" Indira ? Tidak perlu khawatir sayang karena ibu sudah menyiapkan segalanya untuk membuat Andara hilang dari Istana ini bahkan tidak akan pernah kembali ." Kata Ratu Bianca .
" Tapi sepertinya kak Erik menyukai dia lalu bagaimana caranya agar renana ibu tidak di ketahui oleh Kakak ." Gumam Putri Indira .
" Caranya mudah sekali , ibu memang akan membuat hubungan Erik dan Andara memburuk hingga saling membenci ".
" Ibu sudah merencanakannya !! Wah memang top . Semoga rencana ibu berhasil ". Kata Putri Indira .
Rencana Ratu Bianca yang akan di lakukan untuk membuat hubungan Putri Andara dan Pangeran Erik menjadi tidak akur yaitu dengan menjadikan Putri Andara sebagai kambing hitam .
Pangeran Erik pertama tidak mempercayainya namun Ratu Bianca menekan kepercayaan itu .
" Apakah benar Andara mengetahui semua rahasiaku !! Jika benar maka akan sangat bahaya Ibu !! ." kata Pangeran Erik .
" Dulu kamu pernah di tahan untuk menghadapku karena dia jelas tahu dengan apa yang terjadi , Erik dengarlah ibu !! Putri Andara yang sekarang sangat licik dan cerdik jadi berhati - hatilah ". Nasehat Putri Bianca .
" Aku masih belum percaya ibu ".
" Ya karena kamu menyukai kecantikannya bukan , takutnya kamu seperti Indira yang di hukum karena kesalahannya . Arina dan Zalima pun kalah cerdik dengannya , ibu hanya memperingatkanmu Erik . Jangan terbuai oleh kecantikannya ". Ucap Ratu Bianca.
Pangeran Erik mulai berfikir bahkan tidak ada rasa curiga terhadap Putri Andara karena menurutnya dia tidak akan berani .
Malam harinya kebetulan melihat Putri Andara mengobrol dengan Ibu Arina membicarakan hal yang mengejutkan.
" Jadi !! Yang membunuh Ratu Eliza adalah Ibu dan bibi mengetahuinya wah benar - benar gawat . Jangan - jangan yang meneror ibu juga berkaitan dengan Andara !! Jadi Andara sangat berbahaya pastinya dia akan membalas semua itu ". Gumam Pangeran Erik dalam hatinya .