
Kini sebulan lamanya Gubernur Albiru tidak menanggapi Putri Andara , meski sering pergi ke Istana namun tidak melihat atau menghiraukan Putri Andara.
Putri Andara merasakan betapa sakit hatinya ketika tidak di hiraukan seakan bagaikan patung , Gubernur Albiru tidak pernah main-main dengan keputusannya namun hal itu malah membuat Putri Andara sangat menyesali.
" Sesakit inikah rasanya tidak di hiraukan , kini aku dan dia seperti tidak saling mengenal saja . Apakah aku terlalu keterlaluan padanya selama ini ?." gumam Putri Andara di dalam hatinya yang sedang bertanya - tanya .
Konflik akan segera dimulai , dimana persaingan perebutan tahta sudah semakin dekat . Ratu Bianca tidak segan untuk melenyapkan Pangeran Mahkota lalu Raja Erlangga agar tahta istana jatuh ke tangan Pangeran Erik .
Ibu dari Arina dengan berani menghampiri Putri Andara di kamarnya untuk memberitahukan penyebab kematian dari Ratu Eliza .
" Putri , bolehkah bibi masuk ". Kata Ibu Arina yang bernama Sarita .
" Silahkan bi , tumben sekali bibi datang menghampiriku ? pasti ada hal yang begitu penting ya ". Tebak Putri Andara.
" Benar , aku kemari hanya untuk memberitahu Putri tentang kematian Ratu Eliza ". Gumam Sarita.
" Bibi akan mengungkap siapa dalang dari kematian Ibukku ya , tenang saja bi . Aku sudah tahu siapa dalangnya hanya menunggu waktu saja untuk menemukan bukti ". Jelas Putri Andara.
Seketika Sarita merasa tercengang kala mendengar fakta yang mengejutkan dari Putri Andara .
" Aku merasa akhir - akhir ini kamu sangat berubah Putri , biasanya sangat pemalu dan tidak suka bergaul bahkan menjadi cerdik ." Kata Sarita .
" Bibi Sarita ? bahkan aku juga tahu yang menyebabkan aku memiliki penyakit sejak bayi . Asalkan bibi mau menjadi saksi maka aku akan menjamin keselamatanmu dari ratu bianca ". Ucap Putri Andara .
" Apakah Putri berniat untuk membongkar kejahatannya pada Yang Mulia ?". Kata Sarita .
" Hm , tidak terburu - buru hanya menunggu waktu saja ".
Sarita tidak menyangka jika Putri Andara telah mengetahui semua kejahatan dari Ratu Bianca bahkan tentang penyakit yang di milikinya juga berasal dari Ratu Bianca .
Hari ini adalah jadwal pertemuan seluruh pejabat menteri istana di aula utama istana , Putri Andara ingin sekali melihat Gubernur Albiru meski secara diam - diam.
" Ck , kenapa dingin banget sih wajahnya mana ekspresinya kayak kanebo kering lagi . Aku bisa - bisanya malah menyukai dia ". Kata Putri Andara dalam hati .
Putri Indira menangkap basah Putri Andara sedang mengintip dalam acara pertemuan para pejabat menteri Istana.
" Ehmm ". Putri Indira berdehem.
" Panas dalam ya ." Ucap Putri Andara .
" Untuk apa kamu diam - diam mengintip disini ? Jangan - jangan ada yang kamu rencanakan ya ". Kata Putri Indira .
Putri Indira merasa sangat kesal pada Putri Andara , ingin rasanya menampolnya untuk memberikan pelajaran .
" Wanita lemah seperti kamu seharusnya menunggu saat-saat kematianmu tiba ". Kecam Putri Indira.
" Oh iya , jika aku akan mati maka orang pertama kali yang akan ku gentayangi adalah kamu ". Balas Putri Andara dengan kocak.
" Kamu !!". Kesal
" Makanya tau diri dan tau adab kepada yang lebih tua . Aku adalah kakak kamu meski di lahirkan berbeda ibu tapi masih satu ayah ". Gumam Putri Andara .
" Ga perlu sok bijaksana ya ". Ucap Putri Indira lalu pergi dari hadapan Putri Andara .
" Anak kemarin sore aja belagunya selangit ? Lagian kenapa Albiru mau sih sama wanita tipe dia mana gak tau diri banget sumpah pengen ku tabok aja wajahnya bikin kesel ". Geram Putri Andara .
Hasil dari pertemuan kali ini adalah tentang acara tahunan yang biasa di adakan dan biasanya bertempat di luar Istana .
Putri Andara merasa badmood gegara Putri Indira yang membuatnya kesal.
Gubernur Albiru dan Putri Andara berpapasan ketika berada di halaman Istana depan kebetulan Gubernur Albiru akan bergegas pulang dari Istana sedangkan Putri Andara bermain - main untuk menghilangkan rasa penat .
Putri Andara benar - benar bagaikan tersambar petir karena sikap dingin gubernur Albiru yang melewati Putri Andara begitu saja seperti orang yang tidak saling mengenal .
" Tunggu !!". Pekik Putri Andara .
Gubernur Albiru seketika memberhentikan diri karena panggilan dari Putri Andara namun tidak berbalik badan .
Putri Andara pun membalikan badannya dan mendekati Gubernur Albiru .
" Cuma sekedar ingin berkata saja , terima kasih atas kebaikanmu selama ini padaku . Aku berharap kamu tidak bersikap seperti kulkas 10 pintu yang dinginnya tidak kelar - kelar . Ya sudah cuma mau mengatakan itu saja ." Kata Putri Andara dengan santainya lalu pergi .
Sedangkan Gubernur Albiru juga melanjutkan langkahnya pergi dari Istana .
Padahal Putri Andara berharap banyak pada Gubernur Albiru agar mau mengejarnya .
" Ck , ihhh kenapa dia berubah 360 derajat sih mana nyebelin lagi . Apa aku salah bicara ya ? Ahh dasar kulkas !! Gak ingat apa saat dia dengan tidak tahu malunya menciumku bahkan sampai 2 kali ". Decak Putri Andara .
" Sampai 2 kali ? ". Kata seseorang yang datang namun hanya mendengar 2 kali saja .