Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Hari Bahagia


Malam harinya , Pangeran Mahkota datang ke tenda untuk menjenguk Putri Andara .


" Andara ". Lirih Pangeran Mahkota .


" Kakak , ada apa ?".


Pangeran Mahkota melihat ke arah Albina yang sedang tertidur pulas di sebelah Putri Andara .


" Cantik kan ? Kakak , dia mencintaimu sepenuh hati ". Kata Putri Andara .


" Sudah jangan membahas lagi , Andara kakak ingin bertanya padamu . Apakah benar kamu akan -- ." di teruskan dengan memakai bahasa isyarat .


" Iya kak , aku mencintainya ". Ungkap Putri Andara sambil menundukan kepalanya.


" Baiklah , maka hari ini kakak akan menikahkanmu dengannya ". Ucap Pangeran Mahkota .


" Benarkah ". Lirih Putri Andara.


" Sesepuh yang kubawa akan meresmikan hubungan kalian untuk itu mulai malam ini kalian bisa resmi menjadi suami istri ". Kata Pangeran Mahkota .


Putri Andara tersenyum simpul bahkan tidak menyangka jika rencananya berjalan dengan lancar .


" Menikah dulu boleh lah daripada nanti hamil duluan bisa berabe wkwk menikah diam - diam apakah malam pertamanya juga diam - diam jadi merinding bulu kudukku ". Gumam Putri Andara dalam hatinya .


Pernikahan Putri Andara dan Gubernur Albiru telah di resmikan bahkan keduanya dinyatakan sebagai suami istri yang sah .


Albina yang terbawa suasana tiba - tiba menggenggam erat tangan Pangeran Mahkota dan menyandarkan kepalanya ke bahu Pangeran Mahkota .


" Ehemm , sepertinya ada yang mau menyusul nih ." Ledek Putri Andara.


Seketika itu juga Albina menyadari perbuatannya bahkan langsung melepas genggaman tangan yang semula terlihat nyaman .


" Ahh kamu ini bicara apa sih Putri ? Mana mungkin begitu ." Kata Albina yang kelabakan karena tertangkap basah .


" Pangeran Mahkota sepertinya kita harus bertukar adik ". Kata Gubernur Albiru .


Pangeran Mahkota melirik ke arah Albina hingga membuatnya salah tingkah .


" Kakak jangan sembarangan ". Gumam Albina .


" Albina , jaga kakakmu dengan baik karena hari ini banyak tugas yang harus di selesaikan . Sayang maaf tidak bisa menemanimu ". Kata Gubernur Albiru .


" Baik bos ". Ucap Albina .


" Ehh tunggu dulu , kalian berdua menghadaplah ke depan karena aku ada pekerjaan dengan suamiku ". Kata Putri Andara .


Pangeran Mahkota dan Albina menuruti permintaan dari Putri Andara .


Gubernur Albiru heran dengan apa yang akan di lakukan oleh Putri Andara.


" Muach ". Mencium pipi gubernur Albiru dan mencium telapak tangan kanan dan kiri pria yang sudah resmi menjadi suaminya .


Dengan spontan , Gubernur Albiru menarik tengkuk leher Putri Andara hingga terjadilah perang dingin .


" Mengapa lama sekali. " protes Albina .


Perkataan itu berhasil membuat Albina semakin salah tingkah dan wajahnya menjadi semu merah .


" Albina , Pangeran Mahkota kalian boleh berbalik ." kata Gubernur Albiru.


" Sudah ". Ucap Pangeran Mahkota .


Gubernur Albiru hanya menganggukkan kepala saja lalu keluar dari tenda .


Sebelum pergi , Pangeran Mahkota tiba - tiba menarik tangan Albina yang akan menghampiri Putri Andara .


" Andara !! Sekarang gantian , kamu berbaliklah ". titah Pangeran Mahkota.


Putri Andara tersenyum cengengesan karena Pangeran Mahkota ternyata tidak bisa mengkompromi perasaannya .


Albina tercengang kala tangannya di tarik oleh Pangeran Mahkota dan semakin mendekatinya .


Dengan kecepatan dan ketepatan barulah keduanya melakukan hal yang romantis untuk pertama kalinya , meski terlihat kaku namun sangat menikmati tautannya .


" Maaf aku ". Kata Pangeran Mahkota .


Albina tersenyum dan menggeleng - gelengkan kepalanya agar Pangeran Mahkota tidak meminta maaf padanya .


Albina langsung memeluk Pangeran Mahkota dengan erat dan pelukan itu dibalas dengan erat juga .


" Mengapa kalian sangat lama sekali ?". Protes Putri Andara .


" Bisa tunggu sebentar saja ". Kata Albina .


" 10 detik , waktu kalian tinggal 10 detik lagi dimulai dari sekarang ". Seru Putri Andara.


" Awas saja nanti jika 10 detik itu akan tetap berjalan cepat ". Kata Albina seraya tersenyum di depan Pangeran Mahkota.


" Baiklah , aku akan pamit pergi ". Kata Pangeran Mahkota yang mengelus wajah Albina .


Lepas kepergian Pangeran Mahkota , Albina langsung melompat ke arah Putri Andara bahkan tidak bisa lagi untuk menahan ke histerisannya .


" Jangan lebay deh ". Kata Putri Andara .


" Hahh , apa itu lebay ? apakah sejenis serangga ." Jawab Albina.


" Itu Lebah , gila ya itu wajah kenapa sampai merah begitu sih . Kamu di apakan sama kakak ? Jangan - jangan --- ".


" Tidak perlu di ungkap lagi ? Pokoknya hari ini aku ingin sekali berteriak aaaaaaaaa ". Kata Albina yang histeris .


Putri Andara menepuk jidatnya karena kelakuan Albina yang terlalu lebay .


" Jangan sampai orang luar mengira kamu gila ya , Albina ".


" Aku memang gila Putri , gilaaa gila gila karena dia ohh astaga tidak kusangka ternyata cintaku tidak sia - sia ".


" Cie cie Calon Selir nih Yee ". Kata Putri Andara.


Seketika wajah bahagia Albina menjadi tegang karena ucapan Putri Albina.