Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Pengakuan cinta Pangeran Erik


Hubungan Pangeran Mahkota dan Raja Erlangga saat ini terlihat merenggang bahkan tidak sedekat dulu .


Namun sebenarnya di dalam hati Raja Erlangga ingin sekali bertukar sapa dan berbicara seperti biasanya .


" Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka ? Aku sangat penasaran sekali mengapa Raja Erlangga dengan teganya mengusir bahkan menampar kedua anaknya , ya meski kutahu ini ulah si Biang Kerok ". Gumam Putri Andara yang memperhatikan Pangeran Mahkota dan Raja Erlangga tidak sedekat dulu .


Raja Erlangga memberanikan diri untuk memberi peringatan pada Pangeran Mahkota meskipun menurut pendapatnya yang terbaik untuk Putranya.


" Andreas , jika kamu memang ingin merebut kekuasaan ini dengan secepatnya maka lakukanlah dengan murni jangan ada sabotase yang membuat Istana hancur berantakan ". Ucap Raja Erlangga.


" Jika anda berpikir seperti itu maka sangat salah , untuk apa aku menunggu lama naik tahta sementara kesempatan sangat banyak . Aku adalah keturunan sah dari Istana Kencana ini mana mungkin menyabotase sembarangan ." Jelas Pangeran Mahkota.


" Kamu pikir aku tidak tahu apa yang telah kamu lakukan dengan diam - diam ".


" Selebihnya aku hanya berpesan berhati-hatilah dalam menuduh, penyesalan memang selalu datang terlambat ". Kata Pangeran Mahkota yang beranjak pergi dari hadapan Raja Erlangga .


Putri Andara tidak menyangka jika Fitnah Ratu Bianca bisa membuat hubungan Pangeran Mahkota dengan Raja Erlangga merenggang .


" Jadi Raja Erlangga menuduh Pangeran Mahkota melakukan sabotase ? Ck..ck..ck memang ya Ratu biang kerok sungguh kejam . Eh kemarin aku juga dapat dampaknya bahkan mengatakan aku pembohong , arrggg Ratu Biang kerok tunggu pembalasanku ". Gumam Putri Andara yang mulai geram .


Albina datang ke Istana yang selalu saja bertemu dengan Pangeran Erik bahkan sudah mulai berani mencekal tangannya .


" Albina tunggu ". Cegat Pangeran Erik dengan mencekal tangan Albina .


" Pangeran Erik ? apa yang anda lakukan , tolong lepaskan aku . Ba-- bagaimana jika ada yang melihat ". Ucap Albina yang mulai panik .


" Aku ingin mengatakan sesuatu padamu , Albina aku sangat mencintaimu bahkan tidak ada wanita yang membuatku seperti ini dan itu hanya kamu percayalah ." Lirih Pangeran Erik.


Diam - diam Pangeran Mahkota mendengar ucapan dari Pangeran Erik .


" Pangeran Erik jangan seperti ini , tolong lepaskan aku ". Pinta Albina .


" Albina bagaimana jawabanmu tentangku ? Jika kamu membalas cintaku maka saat ini juga aku akan melamarmu ".


Albina seketika melotokan kedua matanya karena perkataan dari Pangeran Erik yang mengejutkan .


" Jika kamu bersikap seperti ini maka aku akan takut tolong lepaskan dulu , kita bicarakan baik - baik ". Gumam Albina.


Sebenarnya Albina berada di antara delima besar , jika seandainya dia menerima cinta dari Pangeran Erik maka berkesempatan untuk menjadi mata - mata untuk Pangeran Mahkota .


Akan tetapi jika menolak cinta Pangeran Erik maka hidupnya tidak akan bisa tenang karena di ganggu terus menerus .


" Baiklah aku akan melepaskannya ". Kata Pangeran Erik .


Beberapa kemudian , Ratu Bianca datang menghampiri Albina dan Pangeran Erik dan melirik sinis ke arah Albina.


" Ibu ? Jangan memandangnya seperti itu ". Kata Pangeran Erik yang tidak terima.


Namun pada kenyataannya , Pangeran Erik mencegah Albina pergi untuk yang kedua kalinya .


" Ibu , Aku ingin menikahinya !!". Ucap Pangeran Erik .


Mata Ratu Bianca langsung melotot sempurna bahkan di hadapan Albina sekalipun .


" Apa yang kamu katakan barusan itu Erik ?". Kata Ratu Bianca .


" Aku akan menikah dengannya karena aku mencintainya maka berilah kami restu ".


" Jangan gila kamu Erik !! itu tidak mungkin ". Ucap Ratu Bianca dengan nada geram .


" Maaf Ratu Bianca aku juga tidak memaksa jika anda tidak merestui maka aku tidak akan berharap dan lebih baik mundur saja ". Ucap Albina yang mengejutkan.


Pangeran Erik pun merasa tersentuh dengan perkataan dari Albina yang ternyata memiliki perasaan yang sama .


" Bermain dengan kedua orang ini memang menegangkan sekaligus menyenangkan ". Gumam Albina di dalam hati.


Sedangkan Pangeran Mahkota tersenyum menyeringai mendengar apa yang di katakan oleh Albina .


" Dasar anak nakal ". Lirih Pangeran Mahkota .


Lepas kepergian Albina , Ratu Bianca mengomeli Pangeran Erik tidak ada hentinya .


Albina pun segera pergi menemui Putri Andara untuk menceritakan hal yang tengah di alaminya .


*Toktoktok*


Ketika Pintu kamar Putri Andara terbuka tiba - tiba Pangeran Mahkota menyerobot bahkan menarik Albina untuk masuk dengan cepat .


" Eehh aku mau di bawa kemana ?". Kata Albina .


Minda langsung tercengang kala mendapati Pangeran Mahkota yang tiba - tiba menarik tangan Albina .


" Minda , keluarlah dan jaga pintu dari luar ". Titah Pangeran Mahkota .


Ketika Minda keluar dari kamar Putri Andara , barulah Pangeran Mahkota langsung menyerang Albina dengan semangat hingga tidak menyadari keberadaan Putri Andara .


" Cihh memang ya mereka berdua ini tidak punya rasa malu lagi !! Bisa - bisanya berciuman panas di kamar orang , menyebalkan ". Gumam Putri Andara di dalam hatinya yang baru saja selesai mandi .


Putri Andara menunggu dua orang yang lagi bersemangat bercumbu tiada henti hingga membuat jenuh .


" Jangan sampai aku melihat mereka melakukan hal yang lebih intim lagi , tapi kenapa hari ini aku kangen banget sama Albiru ya ahh dasar mata keranjang awas aja nanti kalo ketemu ". Kata Putri Andara di dalam hatinya seraya kembali lagi ke pemandian agar tidak melihat Pangeran Mahkota dan Albina bercumbu .