
Putri Indira merindukan sosok Gubernur Albiru yang sudah resmi menjadi tunangannya bahkan tidak sabar untuk meminta pernikahan pada Ratu untuk memohon pada Raja Erlangga.
" Indira , kamu jangan mendominasi perasaanmu pada gubernur Albiru . Memalukan ". Ucap Ratu Bianca.
" Bagaimana lagi Ibu , karena memang tidak bisa tertahankan . Ketampanannya membuatku gila ". Kata Putri Indira.
" Kamu jangan membuat malu keluarga istana , seharusnya itu pihak pria yang mencolok bukan wanitanya ". Ujar Ratu Bianca.
Hari ini di Istana mengumpulkan seluruh pejabat negara untuk berkumpul di Istana terkait masalah ancaman.
Gubernur Albiru di pastikan akan datang ke Istana , untuk itu Putri Indira berdandan semenarik mungkin untuk menarik perhatian calon suaminya.
" Minda , mengapa banyak pejabat menuju aula istana ". tanya Putri Andara.
" Nampaknya surat Ancaman itu bukan main - main lagi Putri ". Ujar Minda.
Putri Andara berjalan - jalan mengitari lingkungan Istana yang sangat luas. Pada saat melihat Pangeran Erik di tempat parkir diam - diam mengamatinya.
Tom kembali lagi ke mobil Gubernur Albiru untuk mengambil barang yang tertinggal namun setelah itu dia lupa tidak mengunci mobil kembali.
Obrolan Pangeran Erik dan seseorang pria Misterius.
" Hari ini semua pejabat telah berkumpul maka itu bagus untuk beraksi ". Kata Pangeran Erik.
" Masuklah ke dalam kamar Raja Erlangga untuk meletakkan barang ini ". Kata Pria misterius yang berbicara dengan Pangeran Erik.
" Baik , aku akan meminta Ibu untuk membantuku ". Ucap Pangeran Erik.
" Apa yang telah mereka rencanakan , jangan - jangan itu adalah ? ini benar - benar Pangeran Erik dan Ratu juga saling bekerja sama untuk mencelakai Raja Erlangga ". Gumam Putri Andara.
*Tak*
Kaki Putri Andara tak sengaja menyenggol mobil yang berada di sampingnya.
Akibatnya membuat Pangeran Erik mencurigai dan mencari sumber suara itu.
Putri Andara segera mencari tempat yang aman.
" Aduhh bagaimana ini , tidak mungkin aku berlari menampakkan diri di depan Pangeran Erik ". Kata Putri Andara yang mulai panik.
Namun dia menemukan sebuah mobil yang pintunya agak terbuka dan mulai memasukinya.
" Huftttt , untung saja ada keajaiban bisa selamat dari Pangeran Erik . Pokoknya aku harus menyelamatkan Raja Erlangga ". Kata Putri Andara dalam hati.
Saat Pangeran Erik mendekati mobil gubernur Albiru barulah ingin mengecek dalamnya namun yang memiliki mobil telah datang .
" Sttt jangan berisik ayo jalankan mobilnya ". Cicit Putri Andara.
" Baiklah, Tom cepat keluar dari halaman Istana ". titah Gubernur Albiru.
Mobil telah keluar dari Istana dan sekarang gubernur Albiru meminta penjelasan pada Putri Albiru.
" Katakan , Apakah kamu sengaja masuk ke dalam mobilku ". Kata Gubernur Albiru.
" Mana mungkin . Jika aku tahu maka tidak akan masuk ". Jawab Putri Andara.
" Lalu , bagaimana dengan kedua pria yang sedang mencari keberadaan seseorang itu ". Ungkap Gubernur Albiru.
" Apa maksutmu ?".
" Andara , aku tidak bodoh . Sudah sampai tahap berbahaya masih saja berpura - pura tidak tahu ". Kata Gubernur Albiru.
" Aku benar - benar tidak tahu maksut kamu ". Hentak Putri Andara.
Gubernur Albiru menatap tajam ke arah Putri Andara .
" Kamu sudah menjadi mata - mata sejauh ini apakah tidak merasa jika nyawamu terancam, pasti kamu mencurigai Pangeran Erik dengan begitu kamu selalu mengikuti gelagatnya ". Tebak Gubernur Albiru.
" Itu memang dia dan Ratu yang membuat ulah ". Ketus Putri Andara.
" Jika kamu tidak hati - hati maka sangat sulit untuk keluar dari perangkap . Mereka sengaja melakukan pertemuan agar bisa menjebak mata - mata ". Ungkap Gubernur Albiru.
" Jadi kamu tahu segalanya ". Telusur Putri Andara.
" Sama sekali bukan urusanmu , sebaiknya aku peringatkan padamu agar tidak ikut campur dan membahayakan nyawamu ". Saran Gubernur Albiru.
" Tapi mereka telah mencelakai keluargaku apakah aku bisa hanya berdiam diri saja ". Emosi Putri Andara.
" Maka kamu jangan bertindak bodoh dan gegabah , aku sengaja kembali ke parkiran karena Tom melihatmu sedang menguping obrolan mereka " . Ungkap Gubernur Albiru.
Sejenak , Putri Andara berpikir mengapa Gubernur Albiru selalu muncul ketika dia dalam bahaya .
Kali ini menyelamatkannya dari buruan Pangeran Erik.
" Aku --- ahh aku ? aku ingin pulang ". pinta Putri Andara.
" Tidak untuk saat ini , akan berbahaya . Mungkin Pangeran Erik mulai mencurigaiku ". Kata Gubernur Albiru.
" Maaf , tapi aku tidak bermaksut untuk membawamu ke dalam posisi ini ". Gumam Putri Andara.