
Albina menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
" Tenanglah . Ayo , duduklah maka aku akan menceritakan semua padamu ". Gumam Putri Andara.
Sementara Albina masih diam menatap layaknya patung .
" Hei , Nona !! Ada apa denganmu ?". Seru Putri Andara.
Sebelumnya Putri Andara harus mengunci pintu agar tidak terjadi seperti Albina yang shock.
" Sebenarnya aku sudah sembuh tapi berpura-pura , karena aku ceroboh di depanmu maka tidak ada pilihan lagi maka kamu adalah orang yang beruntung ". Ungkap Putri Andara.
" Ka--kamu , apakah selama ini berpura - pura sakit saja sebenarnya tidak sakit ". tanya Albina dengan menebak.
" Aku memanglah sakit sungguhan , selama 2 minggu ini aku tidak bisa bergerak namun ada keajaiban yang datang memihakku ."
" Apakah itu sapu tangan terbang kakakku ?". Ucap Albina.
" Hahahha , Sapu tangan terbang ? kamu benar-benar sangat lucu . Jadi kamu adiknya Gubernur Albiru ". Kata Putri Andara.
" Iya , namaku Albina . Kenapa sapu tangan ini bisa ada disini Putri ". Albina heran.
" Entahlah , mungkin benar kata kamu !! sapu tangan ini terbang dengan sendirinya ". Goda Putri Andara.
" Jadi ngeri dengan kenyataan sapu tangan itu , hihhhhhh ". Albina ketakutan.
Bersamaan dengan obrolan keduanya , gagang pintu kamar putri Andara berbunyi.
" Gawat sepertinya ada orang di luar , Albina aku meminta tolong padamu untuk membantuku merahasiakan kesembuhanku ". Ucap Putri Andara.
Albina hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda persetujuan.
Dia membuka pintu kamar dengan tegang.
*Cklek*
Ternyata yang datang adalah Pangeran Mahkota dan Minda yang sedang panik karena pintu kamar Putri Andara terkunci dengan tiba-tiba.
Pangeran Mahkota menatap tajam ke arah Albina dengan menelusuri bola matanya yang terlihat ketakutan.
" Apa yang kamu lakukan disini !!". Ucap Pangeran Mahkota dengan perkataan penuh tekanan.
" A--aku , aku di suruh ngambil sapu tangan terbang yang ada di kamar Putri Andara ". Kata Albina dengan polosnya.
" Sapu tangan terbang !! jangan beralasan yang tidak masuk akal ". Ucap Pangeran Mahkota yang mendekati Albina , namun Albina malah memundurkan langkahnya karena ketakutan.
Minda menatap ke arah Putri Andara takutnya ada sesuatu yang telah terjadi namun Putri Andara memberi bahasa isyarat jika Albina tidak bermaksud jahat padanya.
Pangeran Mahkota mendapatkan alasan yang berbeda lagi , tentu saja dia tidak percaya.
Malah semakin menatap tajam ke arah Albina hingga tembok pun menjadi sandaran akhir untuk tidaak bisa memundurkan langkah lagi.
" Katakan padaku , apa maksutmu mengunci kamar adikku !!". Kata Pangeran Mahkota dengan menangkup dagu Albina dengan kasar.
Albina menggeleng - gelengkan kepalanya namun Pangeran Mahkota tidak memberinya kepercayaan.
" Minda tutup pintunya ". Titah Putri Andara yang terpaksa bangun .
Seketika Pangeran Mahkota menoleh ke arah suara yang berasal dari Putri Andara.
" Andara !!". Kejutnya.
" Iya kakak , aku sudah sembuh . Albina tidak bersalah . Memang benar adanya jika dia ingin mengambil sapu tangan terbang milik kakaknya yang tertinggal disini ". Ungkap Putri Andara.
" Sapu tangan terbang !! kalian ini berfantasi apa mana mungkin ada sapu tangan seperti itu ?". Kata Pangeran Mahkota.
" Ada , ini buktinya ". Kata Putri Andara seraya mengeluarkan sapu tangannya.
" Ini yang gila aku apa kalian , tapi sudahlah . Andara kamu benar-benar sembuh ". Gumam Pangeran Mahkota.
Putri Andara menceritakan semuanya yang telah terjadi padanya bahkan dia meminta tolong pada Pangeran Mahkota untuk membantunya meneror Ratu Bianca .
" Kapan kamu akan melakukan hal itu ?". Kata Pangeran Mahkota.
" Tentunya nanti malam kak ".
" Lalu aku bagaimana , apakah boleh membantumu putri ?". Sahut Albina.
" Hmm , sementara ini kamu jangan ikut campur dalam masalahku Albina karena terlalu bahaya ". Gumam Putri Andara.
" Tapi aku ingin membantumu ." Kata Albina yang memelas.
" Sebaiknya kamu turuti perkataan Andara , kamu jangan ikut campur ". Ucap Pangeran Mahkota.
" Baiklah ".
Untuk saat ini Albina masih bisa bersabar dalam melakukan pendekatan pada Pangeran Mahkota .
*Pangeran Mahkota dan Albina adalah Second lead Couple dalam novel ini *
Second Lead Couple : Pasangan Romantis kedua dalam Novel ini sedangkan Mainlead Couple Putri Andara dengan Gubernur Albiru dibubuhi Sad Boy Dokter Reinhard.