
Ketika pengawal pasukan Elang hitam mengepung , tiba - tiba terjadi sesuatu pada Putri Indira .
" Indira ? Ada apa denganmu ". panik Ratu Bianca .
Pangeran Erik sibuk untuk merebut Albina selagi para pasukan mengepung Gubernur Albiru .
Kedatangan Pangeran Mahkota mengejutkan Pangeran Erik ketika tangan Albina akan di tarik maka Pangeran Mahkota pun menariknya juga .
Gubernur Albiru merasa sangat marah ketika Albina tersiksa akibat tarik menarik.
Ratu Bianca kebingungan karena tidak ada yang memperdulikan Putri Indira .
" Ibu -- Ibu ? Ibu tolong aku , aku -- ibu rasanya masih sakit dan sakit sekali ". Lirih Putri Indira.
" Indira !! Apa yang sebenarnya terjadi padamu ". tanya Ratu Bianca .
" Aku ? Sebenarnya di -- per -- perkosa oleh be-berapa pria ibu , mereka sangat kasar . Sakit ibu ..hiks..hiks.. ". Ucap Putri Indira .
Perkataan Putri Indira membuat Dunia Ratu Bianca begitu hancur .
" Tidak !!! berhenti semua !! ." Teriak Histeris Ratu Bianca .
Semua orang yang terlibat pertarungan seketika berhenti .
" Ibu ? Ada apa ?". Kata Pangeran Erik .
Keadaan Putri Indira sudah lemah , meminta bantuan untuk membawa ke rumah sakit untuk melakukan perawatan intensive.
Pangeran Mahkota berhasil membawa Albina pergi dan Gubernur Albiru berhasil menghabisi pengawal yang mengepungnya .
" Nyonya Bianca ? Itulah yang di sebut impas , Indira seperti itu karena perbuatanmu dan itu adalah karma meskipun harus Indira yang menanggungnya ". Kata Gubernur Albiru.
Ratu Bianca begitu marah dan ingin membalas perbuatan kejam Gubernur Albiru , Putri Andara melihat Ratu Bianca ingin melakukan sesuatu pada Gubernur Albiru.
*Wushh*
Sebelum tangan Ratu Bianca menyerang Gubernur Albiru dengan racun , Putri Andara terlebih dahulu melemparkan racun racikannya ke arah tepat wajah Ratu Bianca .
" Ahhh apa ini ? perih sangat perih ". Kata Ratu Bianca .
" Ibu ? Ibu ". Panggil Pangeran Erik .
Gubernur Albiru terkejut kala mendapati Putri Andara yang menyerang Ratu Bianca .
" Andara ?" . kata Gubernur Albiru .
Putri Andara segera berlari dalam pelukan Gubernur Albiru .
" Kita pergi darisini secepatnya , ayo ". Ajak Putri Andara .
Pangeran Erik pun mengejar Gubernur Albiru dan Putri Andara karena emosi jiwanya memuncak bahkan ingin melenyapkan keduanya .
" Berhenti kalian !!". Teriak Pangeran Erik dengan suara bariton yang menyeramkan .
Pangeran Erik mengambil sebuah pedang yang panjang dan hendak membunuh Gubernur Albiru bahkan sekaligus Putri Andara .
* Jleb *
Suara tusukan benda tajam terdengar jelas ,
Gubernur Albiru dan Putri Andara menghentikan langkahnya begitu mendengar suara tusukan .
" Sudah cukup ? Aku tidak akan membiarkan kamu berbuat jahat terus menerus Erik !! Sudah ku katakan jangan pernah menghianatiku ." Kata Bramana dengan emosi.
Pangeran Erik menyempatkan diri untuk menertawakan apa yang di lakukan oleh Bramana selaku ayah kandungnya .
" Hahahhaa , kamu memang seorang ayah yang terhebat . Kamu membuatku terharu ayah , ternyata selama ini kamu lebih menyayanginya daripada aku hahahaha sungguh kasihan sekali ." Teriak Pangeran Erik di sertai tawa yang sebenarnya menyedihkan.
" Kini kamu dan Ibumu sudah mendapat balasannya akibat perbuatan jahatmu selama ini ". Ungkap Bramana .
" Kamu pikir selama ini tidak melakukan hal jaahat !! Andara , perlu kamu ketahui jika yang membunuh Raja Erlangga secara perlahan adalah dia ". Menunjuk wajah Bramana .
" Jaga kesopananmu , Erik !!". Teriak Gubernur Albiru .
" Apa kamu bilang ? Jaga kesopananku , hahahaha untuk apa lagi . Dia selalu menyangimu bahkan lebih memperdulikan kamu Albiru ". Ucap Pangeran Erik .
Pangeran Erik langsung mengangkat tangannya dan menghunuskan pedang ke arah Bramana .
* Jleb*
" Ayah ? ". Lirih Gubernur Albiru yang langsung berlari ke arah Bramana untuk menopang tubuhnya agar tidak jatuh .
Gubernur Albiru tidak terima atas perlakuan Pangeran Erik terhadap Bramana , dia mencabut pedang di dada Bramana dan ingin menancapkan kembali ke dada Pangeran Erik .
" Albiru stop ? jangan lakukan itu Albiru ". Teriak Putri Andara .
Putri Andara segera mendekati Gubernur Albiru untuk membuang pedang yang saat ini berada di tangannya .
" Jangan pernah membunuh apalagi dia saudaramu sendiri ". Gumam Putri Andara .
Mata merah gubernur Albiru sangat berapi - api , Putri Andara sebisanya menenangkannya.
" Dia sudah kalah ." Bisik Putri Andara .
" Dia membunuh ayahnya sendiri , tidak pantas untuk hidup juga ". Kata Gubernur Albiru.
" Biarkan dia hidup dan memohon kematiannya sendiri bersama ibunya serta Indira karena selama ini mereka adalah dalang kejatahan di Istana ". Tegas Putri Andara .
Gubernur Albiru menyadari perkataan dari Putri Andara dan menyuruh Tom dan sebagian pasukan Elang hitam membawa Ratu Bianca , Pangeran Erik dan Putri Indira ke Istana .
Ratu Bianca paling menderita karena tubuhnya lemah dan matanya tidak bisa melihat persis seperti mendiang Raja Erlangga.
Putri Indira dan Pangeran Erik merasakan hal yang sama seperti Pangeran Mahkota dan Putri Andara.
Penjara bawah Tanah adalah tempat akhir hidup mereka .
Ratu Bianca yang selalu berteriak kesakitan meminta kematian pada Pangeran Mahkota karena tidak sanggup menahan rasa sakit luar biasa .
Pangeran Erik tidak bisa merawat Ratu Bianca karena di pisahkan oleh tempat , begitupun dengan Putri Indira .
" Kalian sangat pantas mendapatkan semua ini dan satu lagi , Indira kamu telah menciptkan api di antara aku dan Andara . Aku akan membalaskan semua perbuatannmu agar impas ". Kata Arina .
*Blurr*
Arina menyiram tubuh Putri Indira dengan kotoran yang sangat bau bahkan terlihat menjijikkan .
" Arina tolong jangan lakukan itu pada Indira , kami semua menyesal ". Gumam Pangeran Erik .
" Ini belum seberapa . Zalima mungkin akan datang untuk menuntut balas perbuatanmu di masa lalu Erik ". Ungkap Arina .