
Gubernur Albiru mengisyaratkan jika Putri Andara harus mengambil kuncinya di bibirnya.
" Kamu belum tahu bagaimana badasnya aku soal beginian , lihat saja nanti jantungmulah yang akan melompat dari dalam tubuhmu ." Gumam Putri Andara dari dalam hatinya.
Putri Andara melangkahkan kakinya menuju Gubernur Albiru bahkan dia dengan beraninya mendorong tubuh pria yang membuatnya kesal.
*Brugh*
Tubuh Gubernur Albiru terlempar ke ranjang begitu saja , Putri Andara menaiki tubuh Gubernur Albiru untuk mencuri perhatiannya .
Benar saja , dia terkecoh dengan apa yang di lakukan oleh Putri Andara.
Saat titik fokusnya mulai berhamburan barulah dia mengambil kunci yang ada di bibir Gubernur Albiru dengan lembut . Agar tidak terjadi percekcokan , Putri Andara membelai pipi pria itu hingga terbuai dalam belaian mautnya.
" Aku butuh kuncinya ." Bisik Putri Andara dengan lembut.
Sedangkan Gubernur Albiru masih dalam buaiannya yang belum sadar .
Dengan cepat pintu itu segera di buka dan berhasil melarikan diri.
Sedangkan Gubernur Albiru tersenyum mengingat kejadian dimana Putri Andara mendorong tubuhnya ke ranjang bahkan berani menghimpitnya .
" Sungguh tidak menyangka jika sosok Putri Andara mempunyai sisi yang begitu licik namun aku sangat menyukainya !! apapun yang berasal darinya aku tetap suka ". Gumam Gubernur Albiru.
Ketika Gubernur Albiru keluar dari kamar tamu itu kebetulan berpapasan dengan Dokter Reinhard.
Keduanya tidak saling bertukar sapa mengingat kepribadian Gubernur Albiru yang begitu cuek dan dingin .
Dokter Reinhard curiga , mengapa Gubernur Albiru bisa keluar dari ruang kamar tamu yang di tempati oleh Putri Andara saat ini.
" Mengapa dia bisa keluar dari kamar yang di tempati Putri Andara , jangan - jangan dia telah berbuat sesuatu pada Putri Andara ". Kata Dokter Reinhard.
Dokter Reinhard segera masuk ke dalam kamar itu untuk mengecek keadaan Putri Andara , namun ternyata yang di carinya tidak ada.
" Kemana perginya Putri Andara ? apakah telah terjadi sesuatu ". Kata Dokter Reinhard.
Dia melihat sprey kamar itu berantakan dan sangat kusut.
Dengan cepat Dokter Reinhard mencari keberadaan Putri Andara saat ini.
" Putri ? ternyata kamu ada disini , syukurlah ." Ucap Dokter Reinhard.
" Kenapa dokter sepertinya begitu panik ?". Gumam Putri Andara.
" Tidak ada ada yang terjadi diantara kita bahkan Gubernur Albiru hanya melihat keadaanku saja tadi ". Ujar Putri Andara.
" Tapi mengapa kamarnya berantakan ".
" Benarkah , aku sama sekali tidak tahu jika kamarnya berantakan ". Bohong Putri Andara.
Dokter Reinhard tidak mempermasalahkan lagi karena Putri Andara ternyata baik - baik saja.
" Maaf dokter Reinhard aku tidak ingin kamu mengetahui apa yang terjadi diantara kita karena bisa merusak hubungan kita nanti ." Gumam Putri Andara dalam hatinya.
Raja Erlangga memastikan keadaan Putri Andara karena sejak tadi dia merasa khawatir .
Keluarga Ningrat meminta maaf atas keteledoran dalam penjagaan keamanan pada Raja Erlangga.
Seusai kepulangan Keluarga Istana , barulah Nyonya Ningrat mengomeli seluruh pelayan yang tidak becus.
" Nenek , Bagaimanapun juga mereka tidak salah dan kejadian itu sangatlah mendadak . Putri dari Menteri Pertahanan Kerajaan itu yang jahat mendorong Putri Andara ". Ucap Albira , adik dari Gubernur Albiru .
" Tetap saja merasa tidak enak dengan Yang Mulia Raja Erlangga ". Kata Nyonya Ningrat.
" Ibu , sudahlah jangan mempermasalahkan lagi. Kalian semua bisa bubar ". Ucap Madam Fi , Ibu dari Gubernur Albiru dan Albina.
Sementara Tuan Ningrat masih diam tanpa bicara sepatah pun , Gubernur Albiru datang menghampirinya.
" Kakek , aku ingin membatalkan pertunanganku dengan Putri Indira ". Ucap Gubernur Albiru yang mengejutkan.
" Masalah apalagi ini , tidakkah bisa bergantian membuat masalah dengan pihak keluarga Istana ". Kata Tuan Ningrat.
" Kakak pasti menyesal ya karena sudah jelas Putri Andara cantiknya sangat jauh di bandingkan Putri Indira yang terlihat sombong , angkuh ". Ungkap Albina.
" Albina benar , sejak awal sudah menduga jika Putri Andara adalah calon istri Albiru ternyata lain , tapi mengapa bisa seorang adik mendahului kakaknya untuk bertunangan ". Heran Nyonya Ningrat.
" Ini semua salah Albiru nek , kek . Tapi aku membatalkan pertunangan ini bukan karena Putri Andara ". Ungkap Gubernur Albiru.
" Albiru , kamu sudah dewasa setidaknya sadarilah jangan bermain - main dengan Keluarga Istana ". Ucap Tuan Ningrat.
" Aku sudah memikirkannya kek ". Kata Gubernur Albiru.
" Pikirkan baik - baik keputusanmu itu , jangan sampai membuat masalah dengan pihak istana . Masalah Putri Andara yang terjatuh ke kolam renang saja sudah membuatku tidak enak hati apalagi kamu yang akan memutuskan pertunangan ." Keluh Tuan Ningrat.