
Ratu Bianca ketakutan mendengar Raja Erlangga yang mengetahui tentang dalan dari surat Ancaman , wajar jika dia ketakutan karena Pangeran Erik merupakan dalang dari kerusuhan itu.
Ratu Bianca dan Putri Indira sedang menunggu Pangeran Erik di kamar Ratu .
" Ibu , jangan berperilaku berlebihan seperti itu. Tenanglah sedikit agar tidak menimbulkan kecurigaan ". Kata Putri Indira.
" Kamu tidak tau bagaimana perasaan ibumu ini mendengar Raja sudah mengetahui dalangnya ". Kata Ratu Bianca panik.
" Jadi heran , mengapa ayah tiba - tiba bisa bangkit kembali dari keterpurukannya . Apa ibu tidak tau sebabnya ?". Kata Putri Indira .
" Ibu sedang banyak pikiran jangan menambah lagi , lagian Erik kenapa dia bisa seceroboh itu dalam bertindak ". Ucap Ratu Bianca.
" Sebaiknya tunggu saja kedatangannya ". Gumam Putri Indira.
Pangeran Erik berpapasan dengan Putri Andara ketika akan pergi ke kamar ratu dengan wajah sedikit panik.
" Kak Erik ." Sapa Putri Andara.
" Andara ." Lirihnya.
" Ada apa kak !! mengapa kakak panik ?". Kata Putri Andara.
" Benarkah aku panik , emm tidak kok ". Ucap Pangeran Erik.
" Kak Erik bisa temani aku ke taman bunga Istana sekarang , aku akan merangkai bunga khusus kak Erik ". Kata Putri Andara.
" Boleh ".
Putri Andara sengaja tidak menghalangi Pangeran Erik untuk menemui Ratu Bianca yang saat ini sedang menunggu kedatangannya.
" Bagus ! Ratu Biang kerok aku pinjam anakmu dulu ya . Rasain tuh bagaimana rasanya mengalami panik ". Gumam Putri Andara di dalam hatinya.
Saat Putri Andara di Taman Bunga bersama Pangeran Erik , Pangeran Mahkota juga ikut datang menghampiri .
" Andara ". Panggilnya.
" Kakak , kemarilah . Aku akan membuatkan kakak dan kak erik rangkaian bunga yang indah ". Ucap Putri Andara.
Pangeran Erik tidak menyangka jika Pangeran Mahkota juga di undang datang oleh Putri Andara , tentu hal ini membuatnya sedikit risih karena berhadapan dengan Pangeran Mahkota.
" Kak Erik suka bunga yang mana biar nanti aku rangkai " . Ujar Putri Andara.
" Lalu , bagaimana dengan aku ? Andara ". Gumam Pangeran Mahkota.
" Kakak datangnya belakangan jadi Kak Erik dulu yang harus di dahulukan , ya kan kak ". Kata Putri Andara.
Tatapan Pangeran Mahkota sangat tidak menyenangkan , membuat Pangeran Erik menyeringai penuh kemenangan.
Zalima datang ingin menemui Arina namun malah melihat Pangeran Erik dan Pangeran Mahkota di taman bunga ditambah lagi Putri Andara yang berada di tengah - tengah mereka.
" Mengapa mereka berdua disana ? Putri Andara ini sebenarnya sedang melakukan rencana apa ya , kata Arina dia tahu hubunganku dengan Pangeran Erik ? tapi aku lihat seperti tidak mungkin ". Gumam Zalima.
Dari kejauhan , Putri Andara melihat kehadiran Zalima dan segera memanggilnya.
" Zalima , kemarilah bergabung ". Teriak Putri Andara.
Kedua pria yang bersama Putri Andara menoleh ke arah Zalima , mimik wajah keduanya berbeda.
Jika Pangeran Mahkota seperti malas bertemu dengannya sedangkan Pangeran Erik sedikit bimbang dan panik.
Zalima terpaksa menghampiri Putri Andara karena tidak ingin di curigai.
" Putri Andara ". Lirih Zalima.
" Duduklah ". titah Putri Andara.
Zalima bingung dia harus duduk di sebelah mana , di samping Pangeran Erik tidak mungkin maka dia mengambil langkah menuju samping Pangeran Mahkota.
Hal ini membuat Pangeran Erik kepanasan .
" Uh uh uh pucuk di cinta ulam pun tiba , Zalima terima kasih telah menyempurnakan hari ini , luar biasa . Dua masalah sekaligus bisa membuat Pangeran Erik gangguan mental wkwk ". Gumam Putri Andara dalam hati.
Zalima memperhatikan Putri Andara yang merangkai bunga yang sangat indah.
" Ah , kak erik . Bunga untukmu sudah jadi ". Kata Putri Andara sambil memberikan bouqetnya pada Pangeran Erik.
" Sangat indah , aku menyukainya Andara . Terima kasih . Kamu memang wanita terbaik dan cantik ". Ungkap Pangeran Erik yang sengaja memanas - manasi Zalima.
" Terima kasih Kak Erik , kamu terlalu berlebihan ". Kata Putri Andara seraya tersenyum penuh kemenangan .
" Sialan ini wanita lagaknya seperti seorang wanita murahan , tidak bisa . Jelas - jelas mereka tidak memiliki hubungan darah maka akan merusak hubunganku dengan Pangeran Erik ." Kata Zalima dalam hati yang mulai panik.
" Emm , Zalima bagaimana jika kamu rangkaikan bunga untuk kakak saja sebagai bentuk rasa kasih sayang ". Saran Putri Andara.
Pangeran Erik menatap Zalima dengan tajam dan tidak suka .
" Ta -- tapi aku tidak bisa Putri ? ". Ucap Zalima.
" Lihatnya saja punya Kak Erik sebagai referensi ". Kata Putri Andara .