
Jonathan berusaha untuk menenangkan para menteri untuk tidak membuat kerusuhan.
" Pasti ini semua ulah Ratu Bianca , kasihan Yang Mulia Raja Erlangga harus menderita seperti ini . Kemana Pangeran Mahkota dan Putri Andara pergi , apakah mereka benar - benar pergi dari Istana ". Gumam Jonathan di dalam hatinya .
Beberapa menit kemudian , Gubernur Albiru datang mengawal Pangeran Mahkota untuk menghadap Raja Erlangga.
" Yang Mulia , maaf datang terlambat karena kami ada masalah dalam perjalanan ." Kata Gubernur Albiru.
Pangeran Mahkota membuat kejutan untuk para menteri yang berkerja sama dengan Pangeran Erik dan Ratu Bianca .
" Dengan seperti ini barulah bisa menilai para pengikut penghianat itu ." Kata Pangeran Mahkota dalam hati di sertai seringai tipis .
Pangeran Erik mulai menyadari kejanggalan yang terjadi di Istana , kali ini tidak bisa di tunda lagi.
Ketika akan melangkah untuk pergi dari barisan menteri , Pangeran Erik di cekal oleh seseorang agar tidak bertindak ceroboh takutnya hanya jebakan saja .
Dia adalah Menteri Persenjataan , paman dari Pangeran Erik atau adik kandung Ratu Bianca .
" Rumor tentang kepergian ku dari Istana tidaklah benar , diantara kami memang terjadi masalah namun hanya kesalahpahaman saja untuk itu mohon untuk tidak memperpanjang lagi ". Kata Pangeran Mahkota dengan bijak .
Semua menteri dan Pejabat Istana sudah mulai tenang dengan kedatangan Pangeran Mahkota namun mereka kembali bertanya - tanya lagi tentang keberadaan Putri Andara .
Pasalnya , Raja Erlangga terlalu kejam mengusir Putri Andara yang memiliki kondisi tubuh yang lemah sejak bayi .
Tidak butuh waktu yang lama barulah Putri Andara muncul untuk menghadap Raja Erlangga sekaligus membuktikan pada semua orang jika mereka telah salah paham .
" Mengapa kalian melihatku seperti itu ? Apakah ada yang salah , makanya jangan suka menangkap hal - hal yang belum jelas sumbernya . Kenak Prank kan wkwkwk ". Ucap Putri Andara yang membuat semua orang kebingungan dengan apa yang di katakan olehnya.
Secara langsung Putri Andara mengeluarkan bahasa modernnya yaitu Kenak Prank , hanya Gubernur Albiru yang paham akan Putri Andara .
" Andara , sebaiknya kamu kembali ke kamarmu karena mungkin perjalananmu hari ini melelahkan . Jaga kondisi tubuhmu ". Ucap Ratu Bianca yang datang dengan tiba - tiba bersama Putri Indira .
Putri Andara melirik kedua wanita itu dengan jengah karena sudah sangat malas dengan segala aktingnya.
Putri Indira mendekati Gubernur Albiru dan meminta pernikahan secepatnya pada Raja Erlangga .
" Bagaimana jika ayah mempercepat pernikahan kami karena tidak mungkin jika berlama - lama terus bisa - bisa aku tidak bisa menahan untuk tidur dengannya ". Kata Putri Indira yang sudah tidak memiliki rasa malu meskipun di depan banyak Menteri dan Pejabat .
Gubernur Albiru tetap tenang meskipun Putri Indira mengatakan hal yang tidak - tidak .
Putri Andara berusaha meredam emosinya dan lebih baik memilih pergi dari hadapan semua orang agar tidak ketahuan bagaimana rasanya merasakan cemburu .
" Dasar wanita gatel pantesnya dia itu di panggil ulet bulu kali ya , tapi kenapa Albiru malah diam saja ketika wanita itu meminta pernikahan cepat ? Ahhh pokoknya aku tidak mau di madu apalagi madunya Indira si ulet bulu ". Kata Putri Andara .
Minda datang menghampiri Putri Andara untuk membawa kabar jika Gubernur Albiru dan Putri Indira akan menikah bulan depan.
" Minda , kamu tidak salah dengar kan ?". Tanya Putri Andara.
" Tidak Putri , bahkan itu permintaan Gubernur Albiru sendiri ".
* Deg*
*Deg*
*Deg*
Jantung Putri Andara seketika berhenti seketika ketika mendapati sebuah fakta yang mengatakan jika pernikahan Putri Indira dan Gubernur akan di lakukan bulan depan .
" Bagaimana dengan aku ? Yang terlanjur menikah dengannya , aku tidak mau di madu !!! ". Teriak Putri Andara yang mengejutkan Minda.
" Putri !!". Kata Minda.
" Mindaa .. Hiks...hiks.. Aku ?". Putri Andara mulai memeluk Minda .
" Apa yang kamu katakan itu Putri , mengapa kamu mengatakan jika sudah menikah dengan Gubernur Albiru ".
" Aku memang sudah menikah dengan dia , lalu bagaimana menurutmu . Apakah aku sudah salah ". Kata Putri Andara.
" Aku tidak tahu Putri ? namun sepertinya aku mendengar jika akhir - akhir ini Gubernur Albiru sering mengunjungi Putri Indira bahkan ada juga yang mengatakan jika mereka sudah --- ". Minda tidak bisa meneruskannya.
" Jika ini termasuk rencana dia maka seharusnya mengatakan padaku tapi ? Astaga apakah aku yang bodoh karena selama ini pria itu memanglah milik si Ulet bulu ". Lirih Putri Andara.
" Bagaimana dengan statusmu Putri ? ".
" Aku masih tersegel belum juga di sentuh , baiklah maka aku harus mengatur rencana tanpa sepengetahuan dia !!". Kesal Putri Andara.
Putri Andara meminta Minda untuk memanggil Dokter Reinhard karena ada sesuatu yang harus di bicarakan .
Minda tidak mengerti dengan apa yang akan di lakukan oleh Putri Andara.
" Minda , aku akan tidur di kamarmu malam ini ". Kata Putri Andara yang membuat Minda terheran - heran .