Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Tidak mau di madu


Jonathan berusaha untuk menenangkan para menteri untuk tidak membuat kerusuhan.


" Pasti ini semua ulah Ratu Bianca , kasihan Yang Mulia Raja Erlangga harus menderita seperti ini . Kemana Pangeran Mahkota dan Putri Andara pergi , apakah mereka benar - benar pergi dari Istana ". Gumam Jonathan di dalam hatinya .


Beberapa menit kemudian , Gubernur Albiru datang mengawal Pangeran Mahkota untuk menghadap Raja Erlangga.


" Yang Mulia , maaf datang terlambat karena kami ada masalah dalam perjalanan ." Kata Gubernur Albiru.


Pangeran Mahkota membuat kejutan untuk para menteri yang berkerja sama dengan Pangeran Erik dan Ratu Bianca .


" Dengan seperti ini barulah bisa menilai para pengikut penghianat itu ." Kata Pangeran Mahkota dalam hati di sertai seringai tipis .


Pangeran Erik mulai menyadari kejanggalan yang terjadi di Istana , kali ini tidak bisa di tunda lagi.


Ketika akan melangkah untuk pergi dari barisan menteri , Pangeran Erik di cekal oleh seseorang agar tidak bertindak ceroboh takutnya hanya jebakan saja .


Dia adalah Menteri Persenjataan , paman dari Pangeran Erik atau adik kandung Ratu Bianca .


" Rumor tentang kepergian ku dari Istana tidaklah benar , diantara kami memang terjadi masalah namun hanya kesalahpahaman saja untuk itu mohon untuk tidak memperpanjang lagi ". Kata Pangeran Mahkota dengan bijak .


Semua menteri dan Pejabat Istana sudah mulai tenang dengan kedatangan Pangeran Mahkota namun mereka kembali bertanya - tanya lagi tentang keberadaan Putri Andara .


Pasalnya , Raja Erlangga terlalu kejam mengusir Putri Andara yang memiliki kondisi tubuh yang lemah sejak bayi .


Tidak butuh waktu yang lama barulah Putri Andara muncul untuk menghadap Raja Erlangga sekaligus membuktikan pada semua orang jika mereka telah salah paham .


" Mengapa kalian melihatku seperti itu ? Apakah ada yang salah , makanya jangan suka menangkap hal - hal yang belum jelas sumbernya . Kenak Prank kan wkwkwk ". Ucap Putri Andara yang membuat semua orang kebingungan dengan apa yang di katakan olehnya.


Secara langsung Putri Andara mengeluarkan bahasa modernnya yaitu Kenak Prank , hanya Gubernur Albiru yang paham akan Putri Andara .


" Andara , sebaiknya kamu kembali ke kamarmu karena mungkin perjalananmu hari ini melelahkan . Jaga kondisi tubuhmu ". Ucap Ratu Bianca yang datang dengan tiba - tiba bersama Putri Indira .


Putri Andara melirik kedua wanita itu dengan jengah karena sudah sangat malas dengan segala aktingnya.


Putri Indira mendekati Gubernur Albiru dan meminta pernikahan secepatnya pada Raja Erlangga .


" Bagaimana jika ayah mempercepat pernikahan kami karena tidak mungkin jika berlama - lama terus bisa - bisa aku tidak bisa menahan untuk tidur dengannya ". Kata Putri Indira yang sudah tidak memiliki rasa malu meskipun di depan banyak Menteri dan Pejabat .


Gubernur Albiru tetap tenang meskipun Putri Indira mengatakan hal yang tidak - tidak .


Putri Andara berusaha meredam emosinya dan lebih baik memilih pergi dari hadapan semua orang agar tidak ketahuan bagaimana rasanya merasakan cemburu .


" Dasar wanita gatel pantesnya dia itu di panggil ulet bulu kali ya , tapi kenapa Albiru malah diam saja ketika wanita itu meminta pernikahan cepat ? Ahhh pokoknya aku tidak mau di madu apalagi madunya Indira si ulet bulu ". Kata Putri Andara .


Minda datang menghampiri Putri Andara untuk membawa kabar jika Gubernur Albiru dan Putri Indira akan menikah bulan depan.


" Minda , kamu tidak salah dengar kan ?". Tanya Putri Andara.


" Tidak Putri , bahkan itu permintaan Gubernur Albiru sendiri ".


* Deg*


*Deg*


*Deg*


Jantung Putri Andara seketika berhenti seketika ketika mendapati sebuah fakta yang mengatakan jika pernikahan Putri Indira dan Gubernur akan di lakukan bulan depan .


" Bagaimana dengan aku ? Yang terlanjur menikah dengannya , aku tidak mau di madu !!! ". Teriak Putri Andara yang mengejutkan Minda.


" Putri !!". Kata Minda.


" Mindaa .. Hiks...hiks.. Aku ?". Putri Andara mulai memeluk Minda .


" Apa yang kamu katakan itu Putri , mengapa kamu mengatakan jika sudah menikah dengan Gubernur Albiru ".


" Aku memang sudah menikah dengan dia , lalu bagaimana menurutmu . Apakah aku sudah salah ". Kata Putri Andara.


" Aku tidak tahu Putri ? namun sepertinya aku mendengar jika akhir - akhir ini Gubernur Albiru sering mengunjungi Putri Indira bahkan ada juga yang mengatakan jika mereka sudah --- ". Minda tidak bisa meneruskannya.


" Jika ini termasuk rencana dia maka seharusnya mengatakan padaku tapi ? Astaga apakah aku yang bodoh karena selama ini pria itu memanglah milik si Ulet bulu ". Lirih Putri Andara.


" Bagaimana dengan statusmu Putri ? ".


" Aku masih tersegel belum juga di sentuh , baiklah maka aku harus mengatur rencana tanpa sepengetahuan dia !!". Kesal Putri Andara.


Putri Andara meminta Minda untuk memanggil Dokter Reinhard karena ada sesuatu yang harus di bicarakan .


Minda tidak mengerti dengan apa yang akan di lakukan oleh Putri Andara.


" Minda , aku akan tidur di kamarmu malam ini ". Kata Putri Andara yang membuat Minda terheran - heran .