
Pangeran Mahkota menyusul Putri Andara untuk mengantarnya ke aula utama .
" Andara ayo , semua sudah menunggumu ". Kata Pangeran Mahkota .
Putri Andara hanya terdiam dan bekas air mata yang jatuh membuat Pangeran Mahkota mendekati adiknya dan memeluknya.
" Apa yang terjadi padamu ? katakan pada kakak , apakah kamu tidak menerima perjodohan ini ". Ucap Pangeran Mahkota .
Putri Andara hanya tersenyum dan mengusap air matanya berusaha untuk terlihat bahagia meskipun sebenarnya tidak dalam keadaan bahagia .
" Justru aku sangat bahagia kakak , ayo kita pergi ke aula utama " . ajaknya dengan menggandeng tangan Pangeran Mahkota.
Semua orang merasa takjub pada kecantikan Putri Andara yang tidak ada tandingannya , hari ini dia mengenakan gaun berwarna biru tua yang terlihat elegan dan sengaja menguraikan rambut hitamnya agar semakin anggun .
Tatapan Putri Andara langsung tertuju pada Gubernur Albiru yang terlihat cuek bahkan sangat dingin kepadanya namun itu semua segera di alihkan agar tidak ada kecurigaan .
" Hari ini kamu luar biasa sangat cantik ". Puji Dokter Reinhard dengan lirih lembut .
Namun Putri Andara tidak menjawab perkataan pujian yang di lontarkan oleh Putri Andara .
Putri Indira menggandeng Gubernur Albiru dengan erat hingga membuat Putri Andara semakin merasa sesak melihatnya .
Pemasangan cincin akan segera di laksanakan namun tidak di sangka telah terjadi kekacauan di aula istana.
Lampu utama yang menggantung tiba - tiba akan lepas dan membuat semua orang ketakutan bahkan berhamburan untuk menyelamatkan diri .
" Segera menghindar cepat , lampu utama sepertinya akan lepas ". Teriak salah satu seseorang.
Jonathan menarik tangan Raja Erlangga untuk menghindar , Putri Andara tiba - tiba di tarik entah siapa yang menariknya .
Sedangkan Dokter Reinhard berusaha untuk mencari keberadaan Putri Andara .
" Dokter Reinhard mau kemana ? ". Ucap Pangeran Mahkota .
" Putri Andara , dia ".
" Dia pasti sudah pergi dari sana sebaiknya kamu segera keluar karena sepertinya aula utama sedang tidak bisa di tempati ". Ungkap Pangeran Mahkota.
Aula Utama benar - benar terlihat berantakan , Lampu besar yang berada di tengah kini sudah terjatuh di susul dengan lampu lainnya .
Pertunangan Putri Andara dan Dokter Reinhard terpaksa batal karena keadaan tidak mendukung .
Dokter Reinhard tetap mencari keberadaan Putri Andara karena bagaimana pun caranya dia harus meresmikan hubungannya .
" Dokter Reinhard , kamu mau kemana ?". Ucap Arina pada Dokter Reinhard yang saat ini mencegah dengan menggunakan tangannya.
" Maaf jangan menyentuhku seperti ini karena tidak baik untuk pandangan orang lain . Takutnya ada kesalahpahaman ." Kata Dokter Reinhard .
Putri Andara sendiri ternyata di tarik oleh Pangeran Erik .
" Andara syukurlah kamu bisa selamat ". Ucap Pangeran Erik.
" Kak Erik mengejutkanku saja tapi terima kasih kak sudah menyelamatkan aku ". Kata Putri Andara .
Sedetik kemudian , Albina datang menghampiri keduanya karena sempat melihat tangan Putri Andara di tarik .
" Nona Albina ". Kejut Pangeran Erik .
" Putri Andara aku menghawatirkan kamu ". Kata Albina dengan memegang tangan Putri Andara .
" Tidak apa , aku baik - baik saja ".
Sedangkan Pangeran Erik mulai berekpetasi pada dua wanita yang saat ini berada di depannya .
" Sungguh nikmat jika keduanya akan menjadi istriku dan hari - hariku tidak pernah bosan karena di layani oleh mereka berdua jika bisa secara bersamaan melayaniku di ranjang yang panas ". Kata Pangeran Erik dalam hatinya .
Albina membaca isi pikiran dari Pangeran Erik yang menurutnya sangat tidak etis dan menjijikan .
Putri Andara merasa jika Albina seperti mengetahui sesuatu dari Pangeran Erik bahkan sangat terlihat dari gerak - geriknya .
" Kak Erik kita pergi dulu ya takut ayah mencariku dan Dokter Reinhard juga khawatir ." Kata Putri Andara .
Setelah agak jauh dari Pangeran Erik barulah Albina menceritakan semua yang dia ketahui dari isi pikiran yang di baca olehnya.
" Sepertinya kamu berbakat ya membaca pikiran orang lain ". Kata Putri Andara .
" Hanya beberapa saja yang bisa dan setiap kali ada orang yang berpikiran kotor dan menjijikan pasti mudah terbacanya ". Ungkap Albina .
Pangeran Mahkota tiba - tiba muncul dan meminta Putri Andara untuk kembali ke kamarnya.
" Pangeran Mahkota bukankah hari ini Putri harus meresmikan hubungannya dengan dokter Reinhard kenapa malah di suruh balik ke kamar ". Heran Albina .
" Diamlah jangan banyak tanya , Andara ayo pergi ke kamar dan jangan pernah keluar sebelum kakak menghampirimu ". Ucap Pangeran Mahkota.
Albina Ingin sekali mengetahui isi dari pikiran Pangeran Mahkota namun tidak bisa , Putri Andara meminta Albina untuk menebak isi pikiran dari Pangeran Mahkota yang saat ini terlihat aneh .
" Bagaimana menurutmu tentang kakakku ?". tanya Putri Andara .
" Aku angkat tangan jika di suruh membaca pikirannya , sepertinya hanya kakakku dan Pangeran Mahkota yang misterius . Pikirannya tidak bisa di tembus ". Ujar Albina.
" Hm , kalo begitu coba bacalah pikiranku ". Kata Putri Andara .
" Kamu yakin ."