
Putri Andara berkeringat dingin karena sejak tadi Gubernur Albiru tidak berhenti membuatnya tegang .
" Aku tidak akan memanggilmu Sasa , kamu adalah Andara di masa depan . Jangan terlalu tegang , aku ini suamimu bukan musuhmu ". Ucap Gubernur Albiru.
" Apa yang kamu temukan lagi tentang Ratu Eliza ".
" Kamu ingin tahu ?". Goda Gubernur Albiru.
Putri Andara menganggukan kepalanya dengan cepat dan tersenyum dengan paksa.
" Berikan aku pelayanan yang nyaman di atas Ranjang , Istriku maka aku akan menceritakan semuanya ". Bisik nya ke cuping telinga Putri Andara dengan lembut hingga membuat bulu romanya berdiri.
" Astaga , apa ini ? Pria ini menjebakku !! Dia bilang layani dia di atas ranjang dan itu berarti aku harus membuka segelku untuknya ". Kata Putri Andara di dalam hatinya seraya menelan salivanya dengan susah.
Gubernur Albiru sebenarnya tidak yakin jika Putri Andara akan setuju namun tidak di sangka jika dia menyetujui permintaan itu .
" Demi Putri Andara dan Istana ini maka aku akan berkorban keperawananku untuk dia , tapi kenapa aku takut yaa apakah rasanya sungguh menyakitkan ". Gumam Putri Andara di dalam hatinya.
Ingin sekali rasanya Gubernur Albiru mengeluarkan gelak tawanya melihat Putri Andara yang terlihat seperti orang bodoh yang ketakutan .
Putri Andara langsung menuju ke atas ranjang namun dengan perasaan ragu .
Setelah itu melihat ke arah Gubernur Albiru yang terlihat sedang membelakanginya.
" Kenapa kamu malah membelakangiku bukankah kamu meminta untuk melakukan hubungan suami istri kan , ayo " . Tegas Putri Andara .
Sekali lagi , Gubernur Albiru tidak bisa terus menerus menahan tawanya hingga perutnya sedikit kram.
" Kamu kenapa sih ? sepertinya kamu sedang menertawakanku ya ". Kesal Putri Andara.
Seketika dia langsung menghampiri Gubernur Albiru dan menarik kerah bajunya hingga posisi menunduk.
*Cup*
Kecupan mesra dari Putri Andara membuat tubuh Gubernur Albiru bagaikan tersengat listrik , tanpa menunggu lama lagi dia pun membalasnya dengan gerakan yang semakin membuat Putri Andara terangsang.
Gubernur Albiru menghentikan tautannya dan tersenyum sangat manis di depan Putri Andara .
" Kamu tahu akibatnya nanti jika terus membuatku seperti ini ?". Kata Gubernur Albiru .
" Aku tidak suka jika di tertawakan maka aku menantangmu ".
" Kata - kata yang cukup ganas untuk pasangan suami istri , sesuai dengan janjiku jika kamu mengakui semuanya maka aku tidak akan melepasmu lagi . Karena kamu adalah milikku !!!".
Pagi hari menjelang siang , Gubernur Albiru akan membuka segel mahkota yang selama ini di jaga dengan baik oleh Putri Andara.
Sudah cukup lama bertautan bibir kini saatnya keduanya akan melakukan hal yang semestinya di lakukan oleh suami Istri.
" Bukalah sedikit dan berikan aku kesempatan untuk masuk dengan baik , aku janji tidak akan menyakitimu ". Lirih Gubernur Albiru.
" Jangan berkata seperti itu karena. ..awwww ini mengapa ?". Teriak Putri Andara kala benda yang keras ingin menembus mahkotanya .
Tenaga Gubernur Albiru sangat terkuras ketika berusaha menembus lubang goa yang sangat sempit .
" Apa - apa'an ini , kamu bilang tidak akan menyakitiku tapi kamu malah mendorong sekuat tenaga hingga rasa sakit ini benar - benar --awwwwhhh Albiru ".
" Iya sayang ". Bisikan Gubernur Albiru membuat Putri Andara luluh .
" Aaapp ". Teriakan Putri Andara dengan mencekam lengan Gubernur Albiru .
" Aku akan melakukannya dengan lembut dan ku pastikan kamu juga akan merasakan kenikmatan yang hakiki ".
Gerakan perlahan yang dilakukan oleh Gubernur Albiru membuat Putri Andara menggigit bibir bawahnya karena menahan rasa sakit yang luar biasa .
Gerakan perlahan itu berubah menjadi sedikit cepat bahkan ketika jalannya sudah semakin nyaman di tempuh maka Gubernur Albiru merubah ritmenya menjadi sangat cepat.
" Aaaahbbb ". Putri Andara mengerang namun berusaha di tahan olehnya dengan menutup mulutnya dengan tangan .
" Tidak perlu malu , lepaskan saja karena ini sangat nikmat ". Bisik Gubernur Albiru hingga membuat Putri Andara malu .
Keduanya telah sampai pada puncaknya dan akhirnya Gubernur Albiru terkapar lemah dengan menindih Putri Andara .
" Kenapa kamu menindihku , sangat berat sekali ". Protes Putri Andara .
" terima kasih telah memberikannya padaku , mahkotamu benar - benar indah , nikmat dan sangat sempit ". bisiknya .
" Itu berarti kamu adalah orang pertama yang melaluinya ". Ujar Putri Andara.
" Aku merasa beruntung , cup ". Gubernur Albiru mencium kening Putri Andara lalu memeluknya dengan tenang.
Keduanya tertidur sangat pulas karena merasa kelelahan setelah bertempur dengan sengitnya.
Minda yang mengawasi Pintu kamar Putri Andara merasa heran , karena ini sudah menjelang sore namun Putri Andara tidak membuka pintu kamarnya .
Gubernur Albiru terbangun dari tidurnya dan melihat keadaannya tubuhnya yang polos tidak ada benang apapun yang menempel di tubuhnya termasuk dengan Putri Andara.
" Dia pasti sangatlah lelah ".
Gubernur Albiru melihat noda merah di sprey dengan tersenyum simpul seakan meraih kemenangan .
" Fakta noda merah memang benar adanya dan sangat nyata seperti yang aku lihat saat ini ". Gumam Gubernur Albiru .
Ketika Gubernur Albiru akan beranjak pergi , Putri Andara terbangun .
" Mengapa tubuhnya sakit semua ? Bahkan tidak bisa bergerak bebas ". Gumam Putri Andara.
" Kamu sudah bangun sayang , ayo cepat mandi agar Minda tidak curiga ". Kata Gubernur Albiru.
" Curiga apa ? Dia pasti akan tahu untuk apa aku menutupinya lagi ".
" Aku akan menggendong mu karena aku tahu kondisimu seperti apa ". Ucap Gubernur Albiru .
" Ya , bagus . Kamu memang harus bertanggung jawab atas semua ini ".
Gubernur Albiru mandi bersama Putri Andara namun ketika tubuhnya kembali terangsang akibat bersentuhan dengan tubuh Putri Andara maka dengan cepat mengubah posisinya .
" Kamu mau apa ?". Kata Putri Andara yang terkejut .
" Aku mau lagi ".
Putri Andara tercengang kala mendapati perkataan dari Gubernur Albiru , mau tidak mau dia harus melayani suaminya lagi .