
Arina sendiri bingung mau berbuat apa bahkan menyelamatkan Zalima rasanya tidak mungkin.
Putri Àndara di bawa ke dalam kamar tamu milik keluarga ningrat untuk istirahat sementara.
Dokter Reinhard menemaninya agar Putri Andara tidak merasa kesepian.
" Minumlah vitamin ini agar tubuhmu tidak lemah karena kedinginan ". Saran Dokter Reinhard.
" Iya dok , aah aku ingin sendiri dulu bisakah kamu meninggalkan aku sendiri disini ". Pinta Putri Andara.
" Baiklah ".
Dokter Reinhard keluar dari kamar tamu keluarga Ningrat.
" Sial , Zalima yang bodoh kenapa harus melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri. Sungguh tidak menyangka jika dia akan melakukan demi Arina yang ternyata tidak peduli padanya ". Gumam Putri Andara.
Seseorang datang memasuki kamar Putri Andara bahkan mengunci kamar tamu milik keluarga Ningrat.
" Albiru !!". Pekik Putri Andara.
Albiru datang langsung memeluk tubuh Putri Andara.
" A--apa yang kamu lakukan ? lepaskan ". Kata Putri Andara.
" Maaf , telat menyelamatkanmu ". Lirihnya.
" Itu bagus , karena jika aku tidak jadi jatuh ke kolam maka mereka tidak akan berhenti melakukan rencana ". Jelas Putri Andara.
" Kamu ini masih saja memikirkan mereka , coba lihatlah keadaanmu . Kolam renang di rumah ini sangat dingin airnya ". Jelas Gubernur Albiru.
" Lalu kamu sengaja datang dan langsung memelukku tanpa permisi , begitu !! hei jangan lupa ya kamu ini jodoh orang ". Kata Putri Andara.
" Benar . Apa yang kamu ucapkan semuanya benar bahkan perasaanmu juga benar ". Kata Gubernur Albiru.
" Apa !! perasaanku , kamu ini berbicara apa sih ". Ucap Putri Andara.
Gubernur Albiru memegang kedua tangan Putri Andara .
" Jangan pernah membahayakan diri lagi karena aku tidak bisa melihat semua itu apalagi melihatmu terluka, maka aku tidak akan tinggal diam . Kamu selalu saja seperti itu , tidak bisakah untuk berhati - hati ." Gumam Gubernur Albiru.
Putri Andara agak sedikit tersentuh dengan perkataan yang di lontarkan oleh Gubernur Albiru, entah mengapa hatinya berdebar - debar tidak karuan.
" Lepaskan !! untuk apa kamu seperti ini , kamu akan segera menikah dengan Indira . Jangan mencoba merayuku ". Kata Putri Andara.
Gubernur Albiru menangkup wajah tirus milik Putri Andara bahkan memandangnya dari jarak dekat.
Detak jantung Putri Andara semakin berdetak tidak karuan bahkan kemungkinan Gubernur Albiru mendengarnya.
" Gubernur Albiru , apa yang kamu lakukan ? ini sangatlah tidak pantas lepaskan aku . Bagaimana jika ada yang melihat ". Gumam Putri Andara.
Putri Andara saat ini waspada takutnya Gubernur Albiru menciumnya lagi untuk yang kedua kalinya.
Namun ternyata tidak , gubernur Albiru memeluknya dengan erat.
" Aku mencintaimu ". Bisiknya pada telinga Putri Andara.
" What !! kamu salah orang ? mungkin kamu lagi akting kan , ya pasti akting ". Kata Putri Andara.
" Mari kita bersama ". Katanya lagi yang membuat Putri Andara semakin terkejut.
" Aa -- apa ini ? perkataan apa yang kamu lontarkan , kamu adalah calon suami dari adikku itu berarti adalah calon adik iparku ." Jelas Putri Andara.
" Tidak perduli seperti apa rintangan dan sesulit apa untuk hidup bersamamu maka akan aku terjang bahaya apapun . Aku hanya mencintaimu , bahkan kamu adalah cinta pertamaku ". Ungkap Gubernur Albiru.
" Ci--cinta Pertama ". Lirihnya.
Putri Andara merasa jika saat ini dirinya berada dalam posisi yang membuatnya bingung bahkan rasanya ingin keluar saja dari kamar ini.
" Aku -- aku mau keluar saja. Disini jantungku sepertinya tidak bisa aman . Aku takut penyakitku kambuh ." Alasan Putri Andara .
" Detakan jantungmu adalah bukti dimana kamu telah menerima ungkapan dariku dan itu berarti kamu juga sama halnya sepertiku ". Kata Gubernur Albiru.
" Kamu salah , bahkan setiap di dekat seorang pria maka jantungku akan berdetak seperti ini dan bukan cuma kamu saja ". Elaknya .
Putri Andara segera turun dari ranjang dan berlari menuju pintu .
" Ternyata dia menguncinya , dimana kuncinya. Ahh brengsek ya ini pria sudah membuat jantungku tidak aman malah sengaja mengurungku ". Gumam Putri Andara.
" Kuncinya ada disini " . Teriak Gubernur Albiru.
Putri Andara terpaksa menghampiri Gubernur Albiru lagi untuk mengambil kuncinya.
" Mana kuncinya ". Pinta Putri Andara.
" Ada syaratnya ".
" Katakan ". Ucap Putri Andara.
" Ambil kunci ini dengan bibirmu ". Kata Gubernur Albiru yang meletakan kuncinya di bibirnya.
" Kamu , kamu licik sekali. Memanfaatkan kunci untuk kepentinganmu sendiri. Aku tidak mau ". Kata Putri Andara.
" Baiklah , mari kita menikmati tidur seranjang bersama karena bagaimanapun juga ruang kamar ini terkunci ". Kata Gubernur Albiru .
" Dasar Mesum , siapa juga yang ingin seranjang denganmu . Mana kuncinya ". Pinta Putri Andara sekali lagi.