Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Oh ternyata


Usut punya usut Raja Erlangga telah diperdaya oleh Ratu Bianca yang mengatakan jika Pangeran Mahkota berencana untuk mengambil tahta secepatnya dan menggulingkan kepemimpinan Raja Erlangga .


" Bagus !! Yang Mulia sudah mulai murka pada Pangeran Mahkota , kalian bocah - bocah bodoh tidak bisa melihat konsekuensi nya . Tapi dimana Erik ." Gumam Ratu Bianca .


Putri Andara segera pergi mengahadap Raja Erlangga dan berlutut di hadapannya untuk memohon ampun pada atas kesalahan Pangeran Mahkota dan Gubernur Albiru .


" Ayah ? Kumohon ampuni mereka , karena bagaimanapun mereka terlalu sayang padamu untuk itu mengamankanmu dari serangan musuh yang tak terduga datangnya ". Kata Putri Andara.


" Cukup Andara , percuma saja kamu memohon ." Kata Raja Erlangga.


" Jika ayah tetap memberikan hukuman pada mereka maka aku akan ikut serta karena rencana mereka merupakan kemauanku agar mengamankan ayah ". Kata Putri Andara.


" Andara !! Apa yang kamu bicarakan !". Kejut Pangeran Mahkota .


" Tidak perlu mencari alasan lagi , Andara kamu harus tahu jika kakakmu haus akan kekuasaan ini untuk itu menyingkirkan ayahmu dari peran penting itu ". Ucap Raja Erlangga .


" Jika memang benar mengapa tidak langsung membunuh ayah saja untuk apa mempertahankannya . Ayah benar - benar sudah terhasut !! lebih baik ayah renungkan lebih dahulu sebelum menyesal ". Kata Putri Andara yang berhasil mengubah jalan pikiran dari Raja Erlangga.


Gubernur Albiru benar - benar bangga pada Putri Andara atas kecerdasannya namun dia melupakan sesuatu jika secara tidak sengaja telah berani mengekspos Ratu Bianca .


" Pergi kalian darisini jangan muncul di hadapanku saat ini ". Usir Raja Erlangga .


Pangeran Mahkota beserta Putri Andara dan Gubernur Albiru segera pergi atas pengusiran dari Raja Erlangga.


Ratu Bianca segera menemui Raja Erlangga untuk memastikan jika Pangeran Mahkota telah di hukum karena telah lancang namun pada kenyataannya , Ratu Bianca kenak marah bahkan Raja Erlangga menyatakan untuk tidak di ganggu untuk sementara ini.


Putri Indira segera menemui Gubernur Albiru , begitu menemukannya barulah langsung menghampiri dan memeluknya .


*Grep*


" Albiru , maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu ". Lirih Putri Indira.


Putri Andara dan Pangeran Mahkota yang terkejut melihat tingkah Putri Indira tiba - tiba datang memeluk Gubernur Albiru.


" Dasar Ulat bulu ". Umpat Putri Andara namun mulutnya segera di bekap oleh Pangeran Mahkota .


" Ayo ikutlah denganku ". Kata Pangeran Mahkota .


Gubernur Albiru melihat Putri Andara yang ditarik paksa oleh Pangeran Mahkota .


" Putri Indira tolong jangan seperti ini , kita belum menikah ". Kata Gubernur Albiru .


" Maka ayo kita segera menikah ". Ajaknya .


" Bersabarlah , aku akan pergi karena ada beberapa urusan ". Pamit Gubernur Albiru untuk mencari alasan menghindar dari Putri Andara .


Pangeran Mahkota menepuk jidat sejak tadi karena Putri Andara tidak berhenti mengumpat .


" Tapi mereka sungguh keterlaluan kak , Mereka malah saling bermesraan ". Kata Putri Andara .


" Ya , mereka kan berstatus tunangan resmi ". Ucap Pangeran Mahkota .


" Jadi maksut kakak , Pernikahanku itu palsu begitu ". Kesal Putri Andara sambil berkacak pinggang .


" Astaga kenapa aku yang kenak omel ". Kata Pangeran Mahkota .


Tidak berapa lama , Gubernur Albiru datang menghampiri keduanya .


" Ehmm ". Gubernur Albiru berdehem .


Putri Andara sudah bersiap untuk menyerang Gubernur Albiru dengan mata melotot sempurna.


" Kalian selesaikan sendiri , aku lebih baik pergi ". Kata Pangeran Mahkota .


Gubernur Albiru tidak merasa panik ataupun khawatir untuk menghadapi Putri Andara karena bagaimanapun juga dia adalah pawangnya.


" Sudah selesai ". Kata Gubernur Albiru .


Putri Andara membuang wajahnya begitu saja sambil memasang wajah masam.


" Tidak menjawab !! Tidak apa , kita impas jadi aku tidak akan mempermasalahkan persoalan yang sudah lewat ". Kata Gubernur Albiru .


" Impas apa ?".


" Jangan berlagak lupa diri dengan apa yang terjadi di hadapanku tadi dengan dokter kasihmu itu lalu apa bedanya dengan Indira ". Jelas Gubernur Albiru.


Seketika itu juga Putri Andara pun merasa bersalah atas rasa kesalnya terhadap Gubernur Albiru.


" Aku hanya berlatih untuk cemburu kok dan rasa kesalku tadi hanya praktik , hehehe ." alasan Putri Andara .


" Kamu bisa beralasan apa saja di depan semua orang tapi tidak denganku , tentangmu apa yang tidak ku ketahui ". Ungkap Gubernur Albiru .


Putri Andara merasa tertegun dengan pengucapan dari Gubernur Albiru yang mengejutkannya.


" Apa dia juga tahu tentang ?". Kata Putri Andara dalam hati yang menerka - nerka.


Gubernur Albiru mendekat ke arah Putri Andara dan meriah pinggangnya.


" Jangan berpikir yang tidak - tidak karena aku hanya sedang berlatih saja untuk membuatmu terkejut ". Bisik Gubernur Albiru.


" Albiru !!! ". Geram Putri Andara.


Gubernur Albiru berhasil menjahili Putri Andara yang mulai ketar - ketir .