
Putri Caroline menghampiri Raja George yang sedang bersiap untuk besok akan segera kembali ke negara asal.
" Ayah , mengapa akan kembali secepat ini ?".Gumam Putri Caroline.
" Ayah tidak bisa berlama - lama meninggalkan Istana Lanling Caroline ". Kata Raja George.
" Aku masih belum ingin pulang ayah karena belum bisa mendapatkannya ".Ungkap Putri Caroline.
" Itu tidak akan mungkin terjadi , bagaimana pun juga orang yang kamu sukai tidak memiliki ketertarikan padamu ". Ucap Raja George.
" Lalu , bagaimana caranya agar dia tertarik padaku ". Putri Caroline minta solusi.
" Ayah tidak tahu pasti , namun pria seperti Albiru sangat susah untuk di jinakkan ". Ungkap Raja George.
" Jadi ayah mengetahuinya jika aku menyukai Albiru ". Lirih Putri Caroline.
" Pria sepertinya memang idaman di kalangan wanita seperti kalian namun dia sudah memiliki tunangan ". Kata Raja George.
" Tapi aku masih ingin terus berusaha ayah , maka biarkanlah aku tetap tinggal ." Mohon Putri Caroline.
" Jika kamu seperti ini maka akan terus merepotkan Raja Erlangga , kamu tahu pertama kali kita berada disini sudah membuat gempar dan menjadikan Putri Andara korbannya ". Kata Raja George.
Putri Caroline tidak bisa lagi terus memohon karena bagaimana pun juga perkataan dari Raja George sangat benar.
Saat ini Minda sedang cuti untuk pulang kampung , Ratu Bianca memulai untuk kembali menyetel makanan yang akan di hidangkan untuk Putri Andara.
" Kesehatanmu saat ini sudah membaik rupanya namun aku akan membuatmu lebih parah dari sebelumnya anak licik ". Gumam Ratu Bianca seraya menyiapkan makanan .
Ratu Bianca meminta pelayan untuk memberikan makanan ini kepada Putri Andara.
Karena merasa sangat lapar maka Putri Andara memakannya dengan sangat lahap hingga menghabiskan makanannya tanpa tersisa sedikitpun.
" Makanan hari cukup nikmat dan lezat ". Kata Putri Andara.
Setelah beberapa jam kemudian dia merasa tenggorokannya sakit bahkan berbicarapun terasa sulit .
" Apa yang sedang terjadi padaku hari ini ? mengapa tiba - tiba tenggorokanku sesakit ini , aduhh kepalaku juga tiba - tiba pusing ". Ucapnya dalam hati sambil berkeluh kesakitan.
Tidak ada Minda di samping Putri Andara , hari ini bertepatan dengan kepulangan Raja George dan ketiga anaknya.
Pangeran Jason memilih akan melamar Putri Andara sebelum pulang maka dia akan menunggunya.
Demikian dengan Pangeran Jacob yang bersiap untuk membawanya pulang jika Putri Andara menerima cintanya.
" Mengapa Andara tidak keluar dari kamarnya ya ? sebaiknya aku pergi ke kamarnya saja ". Kata Putri Caroline.
Begitu sampai di kamar Putri Andara , Putri Caroline langsung terkejut melihat keadaan sahabatnya yang wajahnya begitu pucat seperti orang berpenyakitan.
" Andara , apa yang terjadi padamu ? ada apa dengannya !! Andara , Andara !!!". Histeris Putri Caroline.
Putri Andara hanya bisa membuka matanya namun tidak menggerakan mulutnya bahkan mengeluarkan suaranya .
Putri Caroline segera berlari memberitahukan pada Raja Erlangga dengan keadaan Putri Andara.
" Yang Mulia Raja Erlangga , Pu--putri Andara".Ucap Putri Caroline yang membuat Raja Erlangga bahkan semua orang penasaran serta panik.
" Ada apa dengan Andara ". Kata Raja Erlangga.
" Di--dia , kita lihat saja keadaannya ". Ajak Putri Caroline.
Semua orang segera bergegas untuk melihat keadaan Putri Andara.
Raja Erlangga sangat terkejut ketika mendapati Putrinya yang terbaring tidak bergerak seperti seorang mayat hidup.
" Putriku , ada apa denganmu ?". Lirih Raja Erlangga.
Putri Andara hanya diam saja bahkan dia tidak bisa berbicara.
Raja George menguatkan Raja Erlangga dan meminta pelayan untuk memanggil dokter untuk memeriksa Putri Andara.
Dalam hal ini , Gubernur Albiru lah yang paling murka karena semula keadaan Putri Andara normal bisa mendadak tidak bisa bergerak.
" Ckckck sungguh sangat kasihan sekali anak manis ini tidak bisa berbicara bahkan bergerak saja tidak bisa , rasakan penderitaan itu Andara dan tunggulah sampai kematianmu ". Gumam Ratu Bianca dalam hati seraya menyeringai.
Dalam tatapan tajamnya , Gubernur Albiru menangkap Ratu Bianca sedang menyeringai seolah dirinyalah yang melakukan hal jahat pada Putri Andara.
" Kini sudah waktunya , Ratu Bianca !! Aku tidak akan melepaskanmu ". Kata Gubernur Albiru dalam hati.
Perlu di ketahui jika Ratu Bianca selama ini telah berhubungan dengan Ayah Gubernur Albiru namun identitasnya tidak di ketahui oleh Madam Fi ( Ibunya Gubernur Albiru).
Gubernur Albiru sudah menetapkan dendamnya untuk menghancurkan Ratu Bianca melalui Putri Indira.
Dokter Rienhard segera datang dan langsung memeriksa keadaan Putri Andara yang mendadak memprihatinkan.
" Mengapa putri Andara mendadak seperti ini ? bukankah akhir - akhir ini tidak apa - apa bahkan semuanya normal , sungguh aneh ". Kata Dokter Reinhard yang bergumam dalam hatinya.
Putri Caroline seketika langsung merintikan air matanya melihat keadaan sang sahabat yang terbaring lemah bahkan tak bergerak.
" Bagaimana Putriku , Dokter ?". Tanya Raja Erlangga.
" Sepertinya penyakit yang di alami Putri Andara lebih parah dari sebelumnya dan ini termasuk sangat parah yang mulia , maaf telah gagal dalam menjaganya ". Kata Dokter Reinhard yang merasa bersalah.
Pangeran Jason dan Pangeran Jacob baru mengetahui jika selama ini di balik kecantikan yang dimiliki olehnya telah menyimpan tubuh yang lemah bahkan penyakitan.
Keduanya tidak mungkin terus memaksa Putri Andara , namun mereka sangat sedih melihat orang yang di cintainya berbaring tidak berdaya .
Dalam pertengahan malam , Gubernur Albiru datang menyelinap seperti bisa melalui balkon kamar Putri Andara.
Untuk menghindari dari ketahuan orang lain maka pintu kamar Putri Andara di kunci .
" Andara !! bagaimana bisa mengomeliku jika kamu seperti ini , aku tahu bagaimana penderitaanmu sekarang ". Kata Gubernur Albiru.