Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Senjata makan tuan


Putri Andara tidak akan membiarkan kondisi Raja Erlangga yang akan hidup ketergantungan dengan obat.


" Dokter ? mungkin punya saran untuk mengatasinya agar ayah tidak kecanduan terus menerus ." Kata Putri Andara.


" Hal seperti itu sangat sulit namun ada penelitian yang masih belum terealisasikan jadi sangat susah ". Gumam Dokter Reinhard.


" Tapi darimana ayah mendapatkan obat ini bukankah obat seperti tidak di perjualbelikan sembarangan ". Tebak Putri Andara.


" Mengapa Putri bisa mengetahui hal seperti ini , obat itu memang tidak di jual belikan secara bebas akan tetapi beberapa oknum nakal mencoba mencari keuntungan demi kelangsungan hidup ". Jelas Dokter Reinhard.


" Lalu bagaimana dengan ayah jika dia mencari obatnya ternyata tidak ada ." Kata Putri Andara.


" Tenang saja aku punya obat yang bentuknya persis dan tidak berbahaya . Letakkan obat ini di kamar yang mulia ". Ucap Dokter Reinhard.


" Terima kasih dokter ".


Dokter Reinhard tidak bisa membantu Putri Andara mengatasi masalah yang sedang melanda hatinya , entah mengapa dia tidak bisa melihat Raja Erlangga menderita.


Keesokan harinya , Raja Erlangga memberitahu Ratu , Pangeran dan Putrinya untuk bersiap menghadiri perayaan Ulang tahun Keluarga Ningrat.


Arina mulai mengajak Putri Indira untuk melakukan sesuatu yang sekiranya bisa mempermalukan Putri Andara di pesta itu.


" Ide kamu cukup bagus kak ". Kata Putri Indira.


" Bagaimanapun juga aku sangat membencinya ? bukan cuma aku saja tapi Zalima pun sama sepertiku ." Kata Arina.


" Semakin banyak yang membencinya maka semakin bagus . Bagaimana caranya untuk membuatnya malu ?". tanya Putri Indira.


Arina berniat untuk menyiramkan bajunya dengan air yang di sediakan di pesta lalu mendorongnya ke kolam renang .


" Kolam renang ". Kata Putri Indira.


" Ya , aku mendengarkan informasi dari ayah jika acara akan di adakan di dekat kolam renang dan aula utama memang dekat dengan kolam renang ". Kata Arina.


" Jadi kamu sudah mengaturnya ya , tapi aku sangat setuju dengan apa yang akan di rencanakan olehmu ". Dukung Putri Indira.


Putri Andara mendengar jika Raja Erlangga mewajibkan semua kerabatnya datang bersamanya dalam acara perayaan keluarga ningrat.


" Aduh kenapa di wajibkan sih mana males banget ketemu sama kawanannya Tom Jerry itu , pasti dia akan menyulitkanku nanti ". Kata Putri Andara.


" Putri , lama - lama cara bicara putri terdengar aneh . Aku tidak bisa mengerti maksutnya ." Ucap Minda.


" Tidak ada maksut minda , oh iya mana baju yang akan kupakai untuk pergi ".


" Aku tidak ingin terlihat mencolok dalam acara ini , ikut serta saja sudah termasuk terpaksa ikut ". Ucap Putri Andara.


Dalam 2 jam semua orang istana yang akan hendak pergi sudah bersiap meninggalkan Istana.


Putri Andara satu mobil dengan Pangeran Mahkota , Putri Indira dan Arina .


Pangeran Erik tidak ikut dalam rombongan karena akan berangkat sendiri.


Arina menampakkan gelagat aneh yang mencurigakan seperti sedang mengolok - olok Putri Andara.


" Sepertinya dia mempunya niat buruk padaku , senyuman menyeringainya sungguh sangat menampakkan . Dasar bodoh , sebelum menindasku maka akan ku beri kejutan untukmu Arina ". Gumam Putri Andara dalam hati.


Begitu sampai di rumah kediaman Ningrat barulah semua orang Istana berjalan beriringan bahkan di sambut khusus oleh keluarga Ningrat.


Putri Andara tidak menyangka jika Dokter Reinhard juga berada dalam tempat itu .


Pesta akan segera di mulai , semua bersiap menyambut Tuan Adiyaksa Suryaningrat , Kakek dari Gubernur Albiru.


Suara tepuk tangan terdengar riuh bergemuruh bersorak gembira mengiringi acara perayaan ulang tahun tuan adiyaksa.


" Perhatian , acara sudah di mulai maka nikmatilah hidangan dari keluarga kami . Silahkan ". Teriak Tuan Adiyaksa.


Arina mengambil sebuah minuman yang megandung alkohol sepertinya tindakan itu dapat di sadari oleh Putri Andara.


" Sepertinya dia akan menargetkanku !!". Ungkap Putri Andara dalam hatinya .


Dokter Reinhard mengajak Putri Andara untuk berbicara di dekat kolam renang keluarga Ningrat.


Putri Indira mencari - cari keberadaan calon suaminya namun sejak tadi tidak menemukan jejak Gubernur Albiru.


Arina sudah bersiap akan menjalankan aksi dari rencananya mumpung saat ini dia berada di bibir kolam renang.


Arina akan berpura - pura terjerembab lalu menargetkan Putri Andara agar minuman yang di bawanya tersiram ke bajunya.


Dengan bantuan Putri Indira , Arina menjalankan aksinya.


*Byurrr*


" akhhh ". Teriak Putri Indira.


Kedua wanita itu tersiram oleh banyak minuman yang di bawa oleh seorang pelayan yang kakinya tersandung karena Putri Andara meletakan kakinya dengan sengaja agar pelayan yang membawa minuman terjerembab tepat di depan Putri Indira dan Arina , akibatnya semua minuman tumpah ke baju mereka .