
Setibanya di Taman Bunga Istana , Pangeran Jacob juga datang dengan membawa hadiah khusus untuk Putri Andara.
" Putri Andara ? kebetulan bisa bertemu disini , aku ingin memberikan ini padamu ". Ucap Pangeran Jacob.
" Jacob !! memang kamu memberikan apa padanya ". tanya Pangeran Jason.
" Biarkan Putri Andara sendiri yang membuka hadiahnya , dia pasti sangat suka ". Gumam Pangeran Jacob.
Putri Caroline melihat para pria mengelilingi Putri Andara dan menurutnya suatu pemandangan yang sangat langka.
" Wahh !! Andara , kamu memang wanita yang hebat perumpamaan bunga yang di kelilingi seekor kumbang ". Ucap Putri Caroline.
" Kamu pikir itu lucu ". Ujar Pangeran Jason.
" Ngomong - ngomong kak Jacob memberikan hadiah apa itu ". Kata Putri Caroline .
" Anak kecil tidak perlu tahu , diam saja ". Gumam Pangeran Jacob.
" Aku anak kecil !! Andara ,saat ini kamu berusia berapa katakan padaku !!". Ucap Putri Caroline.
" Aku lupa berapa usia Putri Andara yang sebenarnya , wahh gawat ". Gumam Putri Andara di dalam hati.
Namun Dokter Reinhard menjawab pertanyaan Putri Caroline.
" Putri Andara berusia 19 tahun dan sudah siap untuk menikah ". Kata Dokter Reinhard.
" Lah 19 tahun ya , hanya berbeda 1 tahun lebih tua dariku . Lalu apa bedanya denganku seenaknya mengatakan jika aku adalah anak kecil ." Cerocos Putri Caroline yang tidak terima .
" Sudah - sudah , aku lelah mau istirahat saja kalian jangan ganggu lagi ". Kata Putri Andara yang mengeluh .
Hadiah itu di bawa oleh Putri Andara namun tidak sempat di buka oleh nya.
Dia langsung pergi dari hadapan Pangeran Jason , Jacob dan Putri Caroline bahkan Dokter Reinhard.
Dalam menuju kamarnya , Putri Andara berpapasan dengan Ratu Bianca yang menatapnya penuh dengan kebencian , tentu saja itu adalah hal yang lumrah untuk Putri Andara.
Bagaimanapun juga tidak akan pernah takut pada Ratu Bianca yang selalu berbuat jahat pada Putri Andara asli.
" Tunggu ". Ucap Ratu Bianca yang menghentikan langkah Putri Andara.
Dengan spontan langkahnya pun terhenti .
" Ada apa Ratu ?". Jawab Putri Andara.
" Aku tidak menyangka semua hal telah berubah begitu cepat bagaimanapun aku telah salah meremehkanmu ". Ucap Ratu Bianca.
" Hanya mengatakan seperti ini tidaklah begitu penting bukan , maaf Ratu aku harus beristirahat ". Pamitnya pada Ratu Bianca.
" Anak sialan !! seharusnya dulu aku bunuh saja dia bersama ibunya ". Ungkap Ratu Bianca di dalam hatinya.
Ibu Arina tak sengaja mendengar perkataan Putri Andara yang membuat Ratu Bianca geram bahkan sangat kesal.
" Sepertinya Putri Andara sangat bagus untuk membalas dendam pada Ratu Bianca bahkan aku melihatnya tidak takut sama sekali , itu bagus tinggal tunggu saja tanggal mainnya ". Gumam Ibu Arina .
Pangeran Mahkota sudah resmi memutuskan hubungan dengan Zalima , Anak menteri pertahanan Istana.
Dengan kesalahan yang di buat oleh Zalima itu sudah membuktikan jika tidak pantas untuk menjadi seorang menantu Istana Kencana bahkan Impian bersanding dengan Pangeran Mahkota sudah sirnah.
Menteri Pertahanan sudah pasrah dengan keputusan yang di ambil oleh Raja Erlangga bahkan menerima dengan lapang dada.
" Andress, kamu bisa memilih siapa wanita yang akan kamu nikahi . Bahkan ayahmu ini sudah membebaskan mu untuk memilih jodoh sendiri ". Ucap Raja Erlangga.
" Terima Kasih ayah namun calonnya masih belum ada yang masuk dalam kriteria karena bagaimanapun juga aku harus berhati - hati dalam memilih seorang pendamping ". Ujar Pangeran Mahkota.
Raja George datang dengan tiba - tiba menghampiri Raja Erlangga dan Pangeran Mahkota.
" Yang Mulia Raja , George ". Ucap Pangeran Mahkota.
" Pangeran Mahkota memang sangatlah tampan dan berwibawa ." Puji Raja George.
" Yang Mulia terlalu memujiku ". Kata Pangeran Mahkota yang rendah hati.
Pangeran Mahkota izin untuk undur diri dari hadapan para Raja yang bersahabat itu.
Raja George merasa kagum dengan kedua anak Raja Erlangga bahkan rasanya sangat ingin menjodohkan salah satu anaknya dengan Anak Raja Erlangga.
" Putraku baru saja membatalkan pertunangannya dengan anak menteri pertahanan , jadi masih tidak memungkinkan untuk di jodohkan dengan putrimu ". Kata Raja Erlangga.
" Kamu benar , apalagi saat ini kedua putraku juga sedang mengejar Putrimu . Benar - benar membuatku bingung harus mendukung yang mana ." Curhat Raja George.
" Serahkan saja semuanya pada Putriku , Andara karena pasti dia tahu yang terbaik untuk dirinya ." Kata Raja Erlangga.
" Aku ingin sekali berbesan denganmu . Andai saja Putri Indira tidak berwatak jahat maka salah satu putraku bisa bersamanya ". Kata Raja George.
" Kamu benar , namun Indira sudah bertunangan dengan gubernur Albiru. Aku tidak tahu lagi bagaimana nanti tanggapan dari keluarga Ningrat itu tentang keburukan putriku ini ". Ungkap Raja Erlangga.
" Apakah Gubernur Albiru ini pemuda yang menyambut rombongan di bandara itu ". Tebak Raja George.
" Benar , dia merupakan jodoh Putri Andara namun karena ada alasan lain untuk itu aku sarankan Indira saja sebagai gantinya ." Ungkap Raja Erlangga.
" Kewibawaan Gubernur Albiru ini juga tidak kalah dengan Pangeran Mahkota , dia sangat gagah bahkan aku pernah berharap padanya ."