Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Tercengang


Gubernur Albiru bermalam di kamar Putri Andara saat ini .


" Dia mandinya lama sekali ". Kata Putri Andara yang mulai berani masuk ke pemandian .


Langkahnya dapat di sadari oleh Gubernur Albiru dan segera menenggelamkan tubuhnya ke dalam air .


" Kenapa tidak ada orang ? ". panik Putri Andara.


Rasa penasarannya mulai meronta dan memilih untuk turun ke kolam .


*Blug*


Gubernur Albiru langsung menarik tubuh Putri Andara ke dalam pelukannya bahkan langsung mengambil inisiatif merangsang tubuhnya.


" Astaga , dia ? Benda apa ini yang keras ". Kata Putri Andara dalam hati .


" Apakah kamu sudah siap ?". Bisikan Gubernur Albiru ke cuping telinga Putri Andara yang membuat tubuhnya seketika bergelinjang.


" Ahh siap !! Siap apa !!". Ucap Putri Andara .


" Kamu sengaja menghampiriku ke dalam kolam dengan keadaan seperti ini ".


" Aku menghawatirkan kamu dan tidak ada maksut lain ". Kata Putri Andara .


" Kamu sudah membangunkannya maka harus mengatasinya juga ." Ucap Gubernur Albiru .


" Jangan bercanda , aku akan pergi ".


Putri Andara segera naik ke atas dasar kolam dan Gubernur Albiru pun mengikutinya dari belakang .


Ketika langkah itu di rasakan barulah Putri Andara melihat ke arah belakang .


Dia tercengang kala melihat tubuh atletis milik Gubernur Albiru yang aduhai sangat indah memanjakan mata .


Namun pandangannya langsung terkejut kala mendapati suatu benda yang keras , panjang bahkan berotot .


" Aaaaaa ". Putri Andara menganga dengan waktu yang lama karena shock berat .


Gubernur Albiru segera mengambil baju dalamnya yang tergantung di dinding .


" Apakah sebegitu indahnya milikku ohh bukan ini adalah milikkmu seutuhnya ." Bisiknya lagi ke telinga Putri Andara .


Putri Andara dengan sudah payah menelan salivanya sendiri.


Gubernur Albiru hanya menggoda Putri Andara agar tidak terkejut suatu saat ini jika sudah berperang di atas ranjang .


" ayo ". Gubernur Albiru menarik tangan Putri Andara .


Sesampainya di ranjang , barulah sadar kembali dari rasa shocknya .


" Aku hanya melakukan perkenalan padamu agar suatu saat tidak terkejut ketika akan menembus gua indahmu itu ". Goda Gubernur Albiru .


" Aku tidak percaya jika wanita cerdas sepertimu tidak mengetahui tentang hubungan intim antara suami dan istri ". Kata Gubernur Albiru .


" Siapa bilang tidak tahu ? Kamu pikir aku ini sepolos apa , aku hanya berpura - pura bodoh saja ".


" Jika seperti itu mari kita bekerja sama ". Kata Gubernur Albiru.


" Bekerja sama ? Maksut kamu itu --- ". Mulai panik .


Gubernur Albiru sangat gemas dengan wajah panik dari Putri Andara.


" Aku tidak akan melakukannya sebelum kamu memberitahu siapa kamu sebenarnya ? Karena aku sangat percaya jika kamu bukan Andara yang sesungguhnya ." Kata Gubernur Albiru di dalam hatinya seraya menatap sendu pada Putri Andara .


Pagi harinya , Putri Andara menyadari jika Gubernur Albiru telah pergi tanpa membangunkan tidurnya.


" Sudah mirip jailangjung aja tuh orang , datang gak di jemput pulang tak diantar . Hoammm sudah jam berapa ini ".


Putri Andara membersihkan dirinya setelah itu keluar untuk melihat situasi istana saat ini .


Secara tak sengaja melihat Albina yang di bawa masuk oleh Pangeran Mahkota ke dalam kamarnya .


" Ehh.. Kenapa mereka buru - buru amat sih mana bikin penasaran lagi ". Gumam Putri Andara .


Diam - diam Putri Andara masuk ke dalam kamar Pangeran Mahkota dan mengintip kedua insan yang sedang mabuk asmara.


Benar saja , Pangeran Mahkota mencumbu mesrah Albina setelah beberapa hari tidak bertemu .


" Tak kusangka di balik dinginnya Kak Andreas ternyata sangat agresif bahkan lebih dari Albiru , busett dah itu anak gadis orang di apakan sihh duhh aku yang sudah nikah ajah kagak begitu ". Kata Putri Andara di dalam hatinya .


Albina meronta - ronta ingin di sentuh selalu bahkan meminta lebih dari itu.


Putri Andara yang sedari tadi mengintip hanya bisa menutup kedua mulutnya agar mengkondisikan diri .


" Aku rela memberikan seluruh hidup ini untukmu Pangeran , aku sangat mencintaimu dan aku berharap kamu pun demikian ". Lirih Albina dengan memandang wajah tampan Pangeran Mahkota dari jarak dekat .


" Aku tidak akan menyentuh bagian itu sebelum kita menikah , bersabarlah untuk itu". Kata Pangeran Mahkota.


Putri Andara sungguh sangat salut kepada Pangeran Mahkota karena masih bisa menahan hawa nafsunya .


Albina dan Pangeran Mahkota saling berpelukan bahkan memadu kasih tiada hentinya .


" Lalu , kapan Pangeran akan menikahiku karena aku merasa tidak aman saat ini jika berada jauh darimu ". Ucap Albina.


" Secepatnya namun untuk hari ini tidak bisa , Istana sedang tidak baik - baik saja ." Kata Pangeran Mahkota .


" Apa karena Pangeran Erik ?." tebaknya .


" Bukan hanya dia saja tapi masih banyak para penghianat yang berkeliaran di Istana ini untuk itu bersabarlah ". Kata Pangeran Mahkota yang berusaha untuk meyakinkan Albina.


Putri Andara ingin sekali menertawakan Albina karena saking cintanya pada Pangeran Mahkota hingga mendesaknya untuk segera menikahinnya .