Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 9


“Lin Tian sekolah disini?“ ujar Zhou Weiwei sang polisi cewe yang begitu seksi. Jangankan Lin Tian bukan Lin Tian juga bakalan suka. Dia salah satu wanita cerdas yang berhasil masuk ke jajaran polisi wanita. Dan kali ini tengah bertugas menyelidiki kasus yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu oleh salah seorang pelajar di sekolah yang mewah itu.


Dengan seragam biru - biru dan pet putih sungguh sangat anggun. Itu salah satu seragam PDH yang sudah di modifikasi. Sehingga sekarang polisi tak harus memakai coklat yang terkesan monoton. Walau masih identic dengan warna itu. Setidaknya untuk kesehariannya ada seragam lain yang digunakan sehingga bisa jadi keunikan dalam bertugas.


“Walaupun kasus perampokan itu sudah ditutup tapi aku selalu merasa janggal. Aku harus beremu langsung dengan Lin Tian ini,” ujar si polwan, Zhou Weiwei.


“Kalian tunggu dulu!”


“Paman Poli… Bibi polisi ada maalah apa?” ujar para pelajar yang terkejut melihat petugas penegak hokum mendatangi sekolah mereka. Biasanya memang kalau mereka dating pasti mendapat laporan atau dari pihak intel menemukan kejanggalan di suatu sekolah yang didatangi itu.


“Memangnya pantas memanggilku bibi! Namaku Zhou Weiwei. Paling tidak kalian memanggilku kakak!”


“Hehehe….” Anak-anak hanya mengekeh. Antara malu atau tenggorokannya geli, merasa sedang di gelitikin. Sehingga kata-kata polisi yang demikian berwibawa pun membuatnya tak paham. Anak - anak hanya mengekeh.


“Sepertinya aku pernah melihat membawa barang dengan tas plastik seperti ini. Apa semua murid di sekolah kalian seperti ini?“ kata Zhou Wei Wei yang keheranan menyaksikan peristiwa aneh ini. Seakan sebuah fenomena saja. Bahwa keadaan anak-anak sekolah tersebut demikian sederhana, yang hanya membawa tas sekolah demikian saja.


“Bib… ups kakak polisi. Kamu hanya tidak tahu saja. Gaya ini sedang popular di kalangan kami. “


“Benar kak. Ini adalah gaya yang dibawa tuan muda Lin, beberapa hari yang lalu jamuan darinya itu sangat beresan bagi kami,“ ujar siswa-siswa dengan bangganya. Ada orang yang demikian royal, yang sudah mentraktir seluruh sekolah dengan makanan yang enak. Bukan hanya terenak di seluruh sekolah, namun sekelas bintang lima restoran yang tentu saja sangat nikmat dalam sebuah daerah itu. Yang sudah pasti bisa dihitung seberapa besar pengeluarannya, kalau satu porsi saja sangat mahal.


“Tuan muda Lin… Mungkin lelucon yang disebarkan oleh seorang anak orang kaya,“ gumam Zhou memaklumi bahwa keadaan itu ternyata dipengaruhi oleh seseorang yang buat anak-anak itu sebagai sebuah percontohan dimana mereka begitu senang mengikuti gaya hidup sederhana yang kacau itu.


“Berhenti! Tadi kalian memanggilku apa?“ ujar Zhou Weiwei.


“Apa itu kakak?“


Berikutnya Zhou melihat sebuah kerumunan. Dimana orang yang semula dicari nampaknya ada di sana. Dia masih jad sorotan. Gara-gara memberi makan banyak orang, satu sekolahan. Dan terutama mengalahkan si bos terkaya Hao yang sudah popular akan kekayaannya yang demikian berlimpah, seakan tujuh turunan tak habis, walau sering-seringnya untuk generasi ke tiga akan terjadi bencana. Meskipun itu bukan acuan pasti, namun beberapa tokoh besar mengalami hal yang sama. Sebagai kutukan cucu. Dan kengerian itu seringkali terjadi. Tentu bukan secara keselurhan. Karena masih banyak cucu-cucu yang lain juga berhasil dengan gemilang untuk melanjutkan generasi berikutnya. Sehingga untuk menjangkau hingga tujuh turunan pastilah sebuah perjuangan hebat. Dan itu bisa dilihat dari keluarga Hao yang kaya raya. Tak seperti Lin Tian yang suka membawa tas kresek ke sekolah. Hanya saying untuk kali ini, sebuah permainan yang menetukan terpaksa membuat si Lin Tian menjadi juara nya.


“Eh secepat ini sudah bertemu Lin Tian?“ kata Zhou Weiwei masih bernada keheranan. “Benar - benar aneh.“


PERAMPOKAN, MAKAN, MENCONTEK SETELAH MELAKUKAN TIGA HAL INI. TIBA-TIBA SISTEM MEMBERITAHU KALAU SESI TUTORIAL KU SUDAH BERAKHIR. DAN MULAI MEMASUKI PEMILIHAN MISI.


“Tuan muda Lin kenapa kamu tidak memperdulikanku? Aku masih ingin makan makanan yang waktu itu,“ ujar teman Lin yang baju kuning.


Lin Tian masih kepikiran akan kata-kata system itu, ‘Sekejam inikah? Tak disangka misi gagal akan ada hukuman. Semakin tinggi kesulitannya, hukumannya juga semakin berat.’


“Tuan muda Lin malam ini aku sendirian di asrama,“ ujar murid cantik yang tinggal di asrama dan tengah kasmaran.


“Tuan muda Lin… Adalah Lin Tian. “


Zhou WeiWei mulai paham. Memang anak muda yang selalu dikelilingi banyak orang, baik wanita maupun laki-laki para penghuni sekolah itu, dia yang dicari. Memang selalu mencengangkan. Dulu dia yang menjadi pusat perhatian karena berhasil menggagalkan aksi perampokan yang sangat brutal itu. Dan kali ini dia membuat kehebohan lain. Menjadi tuan yang selalu membagi makanan, juga mencontohkan apa yang paling sederhana dari suatu sekolah unggulan dalam kota ini. Itu perlu diselidiki lebih lanjut. Ada apa? Dan mengapa? Sehingga fenomena aneh ini terus berkembang dalam wilayah perlndungannya. Kalau memang itu baik-baik saja, mungkin tak menjadi masalah berarti, terutama untuk eketertiban dan keamanan yang tak mempengaruhi kestrabilan pemerintahan. Namun jika sampai menjangkau pada wilayah luas akan suatu yang tak baik, maka bisa berakibat mengerikan. Hal tersebut akan berdampak pada masyarakat luas. Juga berarti buat kariernya sebagai petugas keamanan di lingkungan yang semula aman tenteram itu. Andai ini yang terjadi, maka mau tak mau seorang sederhana seperti Lin Tian yang menyebabkan semua ini mesti dohentikan. Lebih baik kehilangan satu orang, asal seluruh kota nyaman, daripada satu orang yang menyentuh hati nya itu berbuat yang mengakibatkan satu kota heboh.


“Tidak mungkin. “


“Sandal japit. Kresek. Menurut data Lin Tian sangat miskin. Selain itu dia juga selalu sekolah sambal bekerja paruh waktu.“ Zhou terus mengamati anak muda itu. “Jangan jangan…. Ternyata benar Lin Tian menjadi kaya setelah perampokan itu. Dia pasti ada kaitannya dengan perampokan. “


“Lin Tian berhenti! “


MUDAH.


SEDANG.


SULIT.


Yang paling utama kita tidak tahu apa hukumannya kalau gagal. Sebaiknya aku pilih yang mudah dulu.


Tap tap tap…


Langkah kaki orang.


“Lin Tian sekarang kooperatif lah dalam pemeriksaan ku!“


“Gawat….“


Lin Tian panik. Lalu buru-buru dia menekan tombol.


Dipilih yang …


SULIT.


“Gawat gawat“ ujar Lin Tian kacau.


“Habislah kamu. Aku mau menangkap mu,“ Kata Zhou Weiwei.


Eh…


Lin tian tambah panik.


“Maafkan aku. Waktu tidak menunggu orang! “


Lin tian kabur.


“Berhenti kamu! Lin Tian!!!“ teriak Zhou Weiwei murka.


Anda sudah memilih level kesukaran : Sulit.


Misi: Dalam 6 jam membeli alat transportasi dan memenangkan balap mobil gunung sesudahnya.


Hadiah: Kesempatan memutar roda hadiah eksklusif.


Hukuman : kehilangan kemampuan bicara.