
Legenda darah dingin di shudian film and television city basis syuting video klip promosi game. Disini tempatnya Nampak asri. Dimana banyak juga lokasi menarik yang memang sangat bagus dan sesuai dengan kondisi yang diinginkan dalam adegan di film tersebut.
Lin Tian berusaha memantau lokasi itu dengan teropong jarak jauhnya yang setara dengan keker Huble. Sehingga apa yang jauh itu Nampak sangat dekat. Bahkan sepertinya bisa di sentuh.
Dan di kejauhan itu nampak sang Zhang yang sangat mengerikan dan temperamental.
“Aku adalah Jia Jiafei,“ ujar Zhang yang sangat perkasa dengan kostum layaknya seorang knight masa lampau yang begitu mengesankan. Lihat saja senjatanya berupa pedang besar yang keampuhannya setara dengan exkalibur. Sudah itu baju kuningnya yang berhias keemasan dan sangat mewah kala di pandang dengan jeli. Belum lagi pelindung bahu yang seperti kelat bahu saja di era para kesatria. Dan tanduk di pelindung lengan itu benar-benar sangat runcing, serta bakalan bisa dipergunakan sebagai senjata rahasia yang sangat khusus untuk bisa menghantam musuh kala dalam posisi sangat dekat. Belum lagi ikat pinggang dengan gambar kesatria yang marah, benar-benar mengindikasikan kalau dia seorang kesatria yang berdarah sangat dingin.
“Kalau kamu adalah saudaraku, bantai aku,“ ujarnya menantang siapa saja yang siap berhadapan dengannya, terutama dengan pedang besar yang sangat tajam itu. Serta baju zirahnya seakan tak bakalan tertembus oleh senjata lawan, sejauh dia mengenakannya dan dalam posisi yang siap bertarung. Itulah dia si hebat yang tak terkalahkan dalam dunia game serta kesatria berbagai istana yang sangat berpengaruh.
“Bagus sekali, bagus sekali,“ ujar Lin Tian sangat senang, terutama dengan kostum sang ksatria dengan kumis tebal seperti kumis mas joko tak uu… “Tak disangka, selain mengundang artis, ternyata, menyewa lokasi juga menghabiskan banyak uang,“ ujarnya ada harapan sedikit untuk bisa memanfaatkan situasi yang demikian menjanjikan tersebut.
“Kota film dan televisi Shudian. Terbagi menjadi istana Qinhan, istana tangsong, istana mingqing dan lain-lain.“ Disitu istana-istana ini sangat mewah dan memenuhi lokasi dengan tata letak yang sesuai dengan kondisi tanah. Sehingga akan sangat sulit untuk di serang. Karena letaknya yang terpisah dan saling terkait, tapi dengan adanya jarak itu, membuat para musuh bakalan sulit melepaskan senjatanya, dan menjadi satu pengorbanan tersendiri, kala mesti berpindah dari istana yang satu menuju istana yang lainnya. Belum lagi jika setiap bangunan itu di jaga, pastinya akan membuat kesulitan besar lagi yang bakalan di alami kalau memaksa untuk menundukkan setiap bangunan nantinya. Belum lagi jika yang menjaga para jendral dengan kemampuan dahsyat, pasti akan sulit buat para kesatria dalam menaklukkan benteng istana tersebut.
“Demi pengambilan gambar iklan ini, Aku sudah menyewa seluruh istana Qinhan,“ ujar Lin Tian lagi bangga bahwa semua pengeluaran kali ini pasti bakalan bisa tertutup oleh system yang bersedia ganti rugi nantinya, tentu saja setelah semua perhitungan dilakukan dengan teliti dan tak ada kebimbangan lagi untuk memberi berkali lipat apa yang sudah di keluarkan tadi.
Benar-benar sebuah gambaran yang sangat manis tentang istana terlarang yang bisa di pergunakan untuk saling melompat diantara atap bubungan tersebut, sehingga akan mampu menjadi ahli yang sangat hebat dalam ilmu meringankan tubuh yang ringan.
“Hahaha…. Melihat Zhang Jiafei syuting iklan legenda darah dingin dan mengeluarkan uang sebanyak ini aku bisa tenang sekarang“
“Eh bukannya itu….“
“Bukannya itu kakak Lin? Dia datang, kunjungan ya?“
“Aku mengerti. Semua lokasi dan artis dari legenda darah dingin adalah jerih payah Lin Tian. Dia pasti juga ingin tahu perkembangan dari proyek ini. Tapi…“
“Ya. Tapi apa kakak cao, cepat lanjutkan.“
“Ini pengorbanan tiada batas. Untuk melatih karyawannya sendiri. Dia bisa menyakiti dirinya sendiri dan dia bahkan tidak memasuki tempat syuting proyeknya sendiri.“
“Kakak Cao, ayo pergi demi legenda darah dingin aku telah menolak tiga film lainnya.“
“Haha, sekarang seharusnya syuting iklan game sudah selesai selanjutnya adalah film kita. Lin Tian ingin menggunakan film an game ide ini benar-benar kreatif“
“Bagaimana guru Zhang Jiafei anda baik-baik saja?“
“Tentu saja, tempat ini cukup bagus,“ ujar Zhang Jiafei merasa cocok dengan lokasi serta berbagai kostum yang sesuai dengan inti cerita serta sangat nyaman di kenakan. Sehingga untuk berbagai adegan hanya mengeluarkan keringat serta tenaga yang sedikit saja.
“Sayangnya hanya syuting sebuah akhir saja. Kalau syuting satu film, semuanya diperankan oleh anda, guru Zhang Jiafei, pasti akan sangat bagus sekali,“ ujar Ma sembari berkomentar serta dengan menyaksikan bagaimana kostum tersebut di kenakan sudah menjadi barang yang sangat mantap kala terlihat, apalagi nanti setelah masuk ke dunia hiburan film tentu akan menjadi karya yang sangat hebat, sehingga tidak saja bagus buat pertunjukan, tapi juga menghasilkan lumayan pemasukan buat dipakai membuat film lain yang lebih bagus lagi atau melanjutkan karya yang sama namun merupakan kelanjutan dari kisah sebelumnya yang sudah populer tersebut.
“Legenda darah dingin bukannya sebuah game kenapa tiba-tiba menjadi film?“ Pada keheranan. Sebab biasanya semua itu akan di jadikan film andai suatu game. Itu saja jika popular. Semacam tekken yang kemudian menjadi sangat hebat di dalam pengerjaannya, serta akhirnya mendapatkan antusias dari penggemar. Juga game tukang ledeng itu yang juga menjadi sangat hebat di dalam popularitas nya di dunia hiburan tersebut. Ini yang membuat heran, andai tontonan tersebut bukan berasal dari sesuatu yang bagus.
“Eh, manajemen anda belum menginfokan, ini adalah sebuah film game. Bagian plot movie akan ada di layar lebar dan bagian game akan melengkapi adegan pertempuran yang hilang di film kombinasi keduanya sangat sempurna.“
“Ada skenario, aku ingin melihatnya,“ ujar Zhang yang penasaran dengan tawaran menggiurkan untuk bermain film yang barangkali saja nanti hasilnya akan menjadi sangat hebat dalam dunia hiburan maupun pendapatan yang di peroleh dari penjualan tiket di suatu penayangannya nanti.
“Tentu saja besok adalah hari pertama syuting filmnya. Kalau anda memiliki saran, kami akan sangat menghargainya,“ ujar Ma sembari menyodorkan semacam buku catatan yang barangkali sinopsis serta scenario dari film canggih tersebut.
Zhang sedikit bimbang. Dia melihat-lihat buku catatan itu. Memikirkannya, dan baru membuat keputusan.
“Aku sudah memutuskan.” Seraya mengatupkan bukunya. “Aku ingin membintangi film ini,“ ujar Zhang sangat yakin, apalagi kini dia merasa sangat perkasa dalam balutan pakaian super keren seperti ksatria di era tiga kerajaan tersebut.