
“Lin Tian!” Terdengar suara menggelegar seorang wanita yang tengah memanggil lelaki terkaya hari ini. Begitu keras nya sampai orang-orang di luar gedung pada berpandangan mencari kebenaran akan apa yang tengah terjadi si dalam gedung sana.
“Kenapa kamu berpura-pura tidak tahu!“ ujar Xueqing yang berubah mengerikan, bagaikan dewi api yang mengeluarkan api dendam dengan cakar seram nya yang muncul dan rambut yang berubah menjadi kobaran api amarah. Siap menggetarkan tubuh Lin Tian.
“Aku, aku… benar - benar tidak tahu. Tidak ada hubungan nya dengan ku,“ ujar Lin Tian panik.
Belum usai rasa paniknya, tahu-tahu pundaknya di pegang seseorang dalam cengkeraman yang kuat. “Direktur Lin, akhirnya anda datang juga.“ Hal ini membuat Lin Tian tambah terkejut. “Untung sebelum nya, anda membakar semangat ku, sehingga kami bisa membuat sebuah karya yang begitu unggul.“
“Masih bilang kalau tidak ada hubungannya denganmu?“ ujar Xueqing sembari memegang leher Lin tian dan mengguncang-guncang nya sampai yang punya sedikit pusing.
“Jangan menambah keributan,“ ujar Lin Tian lirih. Berharap segalanya segera usai. Dan permasalahan ini bisa tuntas dengan tubuh dingin, menggigil.
“Aku tidak perduli, kamu harus memberiku ganti rugi,“ ujar Xueqing mengancam.
“Ganti rugi, ini adalah ganti rugi nya,“ ujar lin Tian dengan tangan mengatup di depan dada seakan tengah memohon maaf.
“Bagaimana kalau kamu, mengganti seluruh game dengan karakter pesan antar Suxuejia,“ kata Xueqing memberi pilihan. “Kemudian makanan yang dibagikan untuk orang yang mengantri di sini adalah makanan dari Suxuejia.“
“Kamu tidak boleh rakus makan semuanya sendirian. Sendirian mendapatkan keuntungan,“ ujar Xueqing sembari memiting kepala Lin Tian sampai yang punya merah padam pipi nya. Akibat malu.
“Mendapat keuntungan, lagi-lagi keuntungan. Kenapa semua menyerang ku,“ gerutu Lin Tian.
“Tidak, bukan seperti itu. Game ini masih jauh dari mendapatkan keuntungan, bahkan mungkin akan merugi terus selama beberapa waktu.“
“Cepat jelaskan padaku kenapa bisa merugi,“ ujar Lin Tian sambal menyalami karyawan nya.
“Karena semua fasilitas ini sulit dimiliki oleh pemain, sehingga pasar ke depan nya akan sangat sempit. Pertama peralatan VR. Resolusi kacamata VR saja sudah menjadi masalah besar. Harga barang yang kustomisasi terlalu tinggi dan sulit bagi semua orang untuk membeli nya.“
“Ketiga super komputer. Karena menggunakan teknologi AR mengubah realitas menjadi adegan yang diperbesar secara real time membutuhkan daya komputasi yang besar. Orang biasa tidak memiliki komputer tingkat monster seperti itu di rumah mereka. Aih tahap membakar uang mungkin memang akan lebih panjang. Saat ini kami sedang mencari cara untuk mengurangi konfigurasi mengurangi investasi dan mencapai produksi mahal.“
“Berani nya kamu. Kalau memang mau membuatnya, maka buatlah dengan baik,“ ujar Lin Tian. “Kita, perusahaan Tianlin, hanya membuat karya unggulan. Semua teknologi dan peralatan digunakan yang paling mahal, bukan yang terbaik. Misi kita adalah untuk melayani pemain,“ jelas Lin Tian panjang lebar supaya paham bahwa apa yang di produksi perusahaan mesti yang terhebat dan juga paing mahal. Supaya tahu akan misi melayani. Walau tentu saja dana pengembalian yang dipikirkan. Mesti besar, sehingga yang di dapat juga besar pula. Makanya akan sedikit kecewa jika hanya modal sedikit namun pemasukan banyak yang tak sebanding dengan apa yang di dapat dari system kalau ada penggandaan besar tersebut.
“Direktur Lin. Di zaman yang serba terburu-buru ini, masih ada orang yang mulia seperti anda, orang yang murni orang yang bermoral orang yang keluar dari selera vulgar dan orang yang bermanfaat bagi rakyat. Ini benar - benar adalah keberuntungan kami.“
“Dengan adanya penghambur uang seperti kamu, maksudku dengan adanya karyawan baik seperti mu, Baru adalah keberuntungan ku.”
Ha!
Keduanya saling bersalaman. Saling memahami. Dan saling mengerti. Bahwa ada kesepakatan untuk hal satu ini. Dimana kemungkinan saling menguntungkan akan bisa di peroleh. Walau keuntungan buat Lin tian bukan dari seberapa laku apa yang di jual ini. Namun pengembalian yang berlipat ganda itulah yang ingin dia kejar.
“Dua orang gila!” gerutu yang melihat.
“Hei, jika hal ini sangat sulit untuk di capai, ke depan nya tidak perlu membuka stan semacam ini. Bukankah tidak ada artinya bagiku untuk bekerja sama?” kata Xueqing. Sedikit menyesal dia kalau hal itu diteruskan yang artinya taka da gunanya bagi wanita tersebut kalau tak saling menguntungkan. Makanya hal demikian patut di perhatikan dan menjadi perhatian keduanya.
“Tentu dia akan menolak.“
“Tentu dia akan melakukan nya,“ kata Lin Tian.
Keduanya saling tatap. Seakan mencari titik temu akan jawaban yang saling bertolak belakang itu. Sehingga akan terjadi sebuah keputusan yang akhirnya sama. Dengan hasil kesepakatan yang baru saja di peroleh tadi, bukan nya akan mudah untuk kembali memperoleh kata sepakat yang sama seperti semula.
“Uhuk-uhuk, lakukan. Tidak hanya harus melakukan nya, tapi harus dilakukan secara besar-besaran,“ kata Lin Tian penuh wibawa. Dengan demikian bakalan terjadi pemborosan serta banyak mengeluarkan dana dari system dan mengganti nya tentu berlipat ganda. Maklum suatu bisnis yang sedikit kacau. Kalau tidak main akal-akalan demikian, darimana dia akan mendapat uang saku nantinya.
‘Barang - barang ini begitu besar bukankah harus menyewa lokasi besar.‘ Lalu dia menelepon seseorang. “Lantai atas tempat Latihan e-sports di Yida Plaza kalau tidak salah masih kosong karena terlalu mahal. Aku akan langsung mengambilnya.“ Sepertinya dengan apa yang dia inginkan bakalan terpenuhi. Dengan ruang yang luas. Fasilitas komplit dengan tingkat kenyamanan yang tinggi dan tentunya dana yang fantastis. Dengan harapan akan ada dana pengembalian yang sangat besar dari sistem. Tentunya hal yang bukan mustahil kalau semua dilakukan dengan begitu boros.