Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 206


Mendapat bantuan ahli sistem memberi hadiah khusus.


Set pemimpin.


“Selamat, Selamat… Ini adalah sesuatu yang wajib bagi seorang pemimpin,“ ujar Xiao Qian. “Apalagi ini adalah keahlian utama yang paling penting.“


“Bagian utama dari set pemimpin, kira-kira apa itu. Otak super jurus kepala besi?“ ujar Lin Tian. Kalau ini nantinya kan bisa dia pergunakan untuk melawan musuh, memberantas kejahatan, menolong yang lemah serta akan bisa menghadapi mahluk berkumis yang mengerikan, namun sangat enak di nikmati kisah nya.


“Itu adalah tatapan mendalam. Memakai tatapan mendalam persuasi +800%, integritas +200%, krisma +300%,“ jelas Xiao Qian. Dia berharap kalau Lin tian akan menyukai dengan system yang kali ini dia tawarkan. Sehingga tak perlu lagi meminta-minta dana hanya demi kepentingan yang tak menghasilkan banyak keuntungan, hanya suatu pemborosan untuk membeli benda-benda mahal yang tujuan nya hanya bisa mendapat kembalian yang jumlahnya berlipat ganda dengan menguras habis brangkas besi berisi pundi-pundi harta.


“Apa-apaan itu, ini juga disebut keahlian yang penting? Sama sekali tidak ada gunanya!“ seru Lin Tian. Dia heran, kenapa system akhir-akhir ini demikian pelit mengeluarkan dana, sehingga dia kelimpungan sendiri untuk mencarinya, dimana demi mengambil dana miliknya sendiri yang di simpan di sistem juga sangat kesulitan. Apalagi bila memperoleh keuntungan banyak, mana bisa dia mendapatkan nya. Pasti akan langsung di arahkan pada suatu kegiatan yang akan menguntungkan system dan tak menyedot dana dari nya.


“Apa sungguh tidak ada gunanya? Tatap aku, jawab dengan serius….“ Xiao Qian mencoba keahlian khusus itu yang semacam hipnotis lawan supaya bisa mempengaruhi lawan.


“Ini sepertinya ada gunanya juga ya,“ ujar Lin Tian dengan tatapan lesu yang seakan kosong. Dia langsung terpengaruh oleh hipnotis Xiao Qian. Makanya langsung saja dia menuruti apa yang menjadi keinginan sistem ini.


Di lain tempat, sedikit bergeser dari pertemuan dengan Xiao Qian. Nampak Lin Tian tengah bersama Tang Cuicui.


“Direktur Lin, aku bisa mengendalikan ini,“ kata Tang Cuicui. Dia merasa yakin. Karena benda tersebut sedikit banyak sudah dia kuasai. Berbeda dengan robot besar kemarin yang membuat dia ragu. Namun bisa juga dia melakoni nya. Jika saja yang besar dan sulit begitu bisa dia kendalikan, niscaya untuk yang kali ini pasti akan semakin mudah dalam dia menggunakan nya supaya lakon yang dia bawakan esok akan bagus hasil nya.


“Tentu saja, kelak kau akan menjadi bintang di pertunjukan wayang kulit kita,” ujar Lin Tian. Dia sangat senang. Dengan demikian maka pertunjukan nya esok akan sukses dengan pemain utama yang sudah bersedia melakonkan apa yang sangat sulit bagi orang lain. Tetapi tentu saja bisa menarik perhatian para penonton yang banyak itu.


“Bintang? Tidak, tidak! Aku tidak bisa.“ Tang Cuicui khawatir. Dia tak menginginkan demikian. Rasanya dia tak akan kuat. Dia hanya seseorang yang selalu di balik layar. Di mana yang dia lakonkan hanya sebuah boneka wayang. Dengan permainan yang sudah dia pahami semenjak awal. Namun rasanya kalau untuk berbuat lebih jauh dia kurang berani, dengan percaya diri yang juga semakin tenggelam saja. Untuk itu dia menolak.


Aktivasi keahlian tatapan mendalam. Lin Tian menggunakan nya. “Percaya pada dirimu sendiri, kau bisa, kau adalah ahli wayang kulit terhebat yang pernah aku temui.“


“Ini…“ Tang Cuicui seperti kebingungan.


“Demi wayang kulit. Demi dirimu sendiri. Demi aku. Coba saja….“ Lin Tian terus menggunakan tatapan mendalam nya.


“Aku ini, baiklah….“ Akhirnya Tang Cuicui menyerah. Dia menerima apa yang mesti dia lakukan.


“Xiao Qian, aku tarik kembali ucapan ku tadi, keahlian ini benar-benar hebat,“ ujar Lin Tian yang merasa berhasil menghipnotis Tang Cui Cui dengan ilmu tatapan mendalam nya.


“Selanjutnya, aku perlu membuat cerita untuk pertunjukan wayang kulit ini,“ kata Lin Tian.


#


“Hah, Pertunjukan wayang kulit?“ ujar Zhao Tianba tak percaya akan hiburan tradisional demikian.


“Benar, dengan menyatukan konsep cahaya dan bayangan menciptakan sebuah robot petarung bayangan,“ ujar Lin Tian.


“Gampang.“


“Aku akan memberitahu mu, rahasia penulis skenario film fantasi. Aku menyebut nya sebagai pola film vampire Hollywood,” ujar Zhao Tianba berbisik. Lanjutnya, “Pertama kita perlu sebuah peran jahat. Misalnya vampire,” dia membayangkan seolah ada vampire yang suka darah. Dengan jubah merah dan taring yang demikian tajam, sebuah penggambaran yang demikian sempurna. “Pemeran utama kita seorang pria muda atau wanita muda, terjangkit dan juga menjadi vampire.” Akibat di gigit oleh vampire ber jubah merah yang sangat ganas dan penghisap darah dengan rakus.


“Akan tetapi, Pemeran utama menjadi vampire yang memiliki kekutan yang lebih besar. Pemeran utama menjadi vampire yang menghisap darah vampire, bertarung untuk sisi yang baik. Tetapi karena identitas nya, dia di serang oleh sisi yang baik dan juga yang jahat. Apakah dia akan membantu vampire atau membantu manusia. Atau dia akan membangun kelompok nya sendiri.“


“Menakjubkan. Kalau seperti itu, ada banyak film yang bisa dimasukkan. Paling tidak, ada banyak film yang awalnya di mulai seperti itu. Kumpulkan semua sutradara aktor dan penulis scenario para staf. Kita jalankan proyek ini.“


“Eh kalau begitu, aku rekomendasikan artis ini. Aku menyukai nya,“ ujar Zhao Tianba yang sangat menyukai seorang artis cantik yang begitu di idola oleh kawula muda, serta mempunyai banyak fans yang setia dan tak akan meninggalkan nya. Sehingga kemungkinan produksinya akan meledak sangat besar. Sehingga dia begitu yakin untuk hal satu ini.


“Tidak bisa, terlalu mahal, kita pakai artis baru saja,“ kata Lin Tian. Dia benar-benar memperhitungkan budget yang bisa di jangkau saja. Tak perduli akan hasil yang maksimal, yang dia inginkan hanya supaya bisa saja menyelesaikan nya serta biaya yang bisa di tekan seminimal mungkin.


“Katanya tidak keberatan berinvestasi, tetapi tidak bersedia menghabiskan uang?“ ujar Zhao Tianba marah.


“Semua investasi sudah di pakai untuk membuat robot raksasa, aku benar-benar tidak punya uang lagi,” kata Lin Tian.


“Kalau begitu, aku tidak mau bekerja lagi,“ ujar Zhao ngambek. Masa meminta begitu saja tidak boleh. Bisa-bisa hasil dari kerja nanti tak akan maksimal dengan artis yang seadanya, serampangan, dan tak bisa acting sama sekali. Ini benar-benar sangat mengecewakan. Sehingga nanti jangankan menang kalau ikut kompetisi, masuk nominasi pun tidak. Inilah hasil kalau terlalu meminimalisir kan pendanaan.


Lin Tian segera mengeluarkan jurus aktivasi keahlian tatapan mendalam. “Zhao Tianba, percayalah padaku, aku akan membiarkan mu menulis skenario nya sesuai keinginan mu.“


“Baiklah…“ ujar Zhao Tianba dengan tatapan kosong. “Aneh kenapa aku bisa percaya?“