
“Aku ke luar negeri dulu dengan Tim sepak bola, aku akan menjemput Xiaoli,“ kata Lin Tian dari dalam pesawat, di balik pintu yang tak tertutup. “Aku hanya pergi 5 hari. Kalian jangan cari masalah ya?“ ujarnya lagi supaya jangan banyak berbuat aneh-aneh yang nanti menguntungkan perusahaan.
“Apa arti lambaian tangan Lin Tian itu?“ ujar Qian. Dia keheranan dengan pesan yang disampaikan bos mereka.
“Eh kamu bertanya padaku? Mana aku tahu…“ ujar wakil dengan kebingungan. Nampaknya dia sudah sangat nyaman berada pada posisi demikian. Walau demikian tinggi, namun ketidak keberdayaannya sudah membuat bos nyaman sehingga perusahaan bakalan rugi besar nanti nya.
“Aih, kamu ini seorang wakil direktur lo,“ kata Qian yang tak menyangka wakil direktur ini demikian tak tahu apa-apa. Kalau demikian, kenapa di pertahankan. Apakah arti lambaian tadi demikian merasuk ke dalam pikiran lelaki ini sehingga dengan suksesnya membuat perusahaan dalam kondisi statis.
“Bagaimana menurutmu?“ tanya sang wakil yang masih kebingungan serta menggaruk-garuk kepala agar dikira tak mengerti betulan.
“Tidak mengerti tapi. Aku rasa membuat rebut,“ ujar Cao mulai menafsirkan kode yang datang dari jauh itu tadi.
“Oh, kalau begitu maksudnya adalah meminta kita menjalankan perusahaan seenaknya,“ ujar wakil direktur yang sangat paham kalau hal demikian sangat cocok dengan keinginan sang direktur demi membuat rugi perusahaan semakin banyak.
Sementara dua kembar masih mengira-kira apa yang diungkapkan Lin Tian tadi. Pesawat kucing makanan, rambut merah. Semua it uterus berputar dalam benaknya. Ada apa dengan milik perusahaan kali ini yang aneh-aneh. Apa yang esti dipikirkan supaya bisa diperbuat sebagai tenaga kerja yang bernaung dalam perusahaan besar itu?
“Ah aku tahu,“ ujar Qian.
“Aku tahu.“
“Maksud dari 5, adalah agar 5 departemen perusahaan kita bersatu dan memajukan perusahaan,“ ujar kembar yang langsung berpikiran sangat positif. Namun pesan negatif Lin tian sama sekali tak bisa di deteksi oleh anak perusahaan yang sudah sangat piawai dalam me-manajemen perusahaan supaya sangat maju. Dan itu yang langsung tertangkap pikiran mereka.
“Oh ternyata begitu,“ ujar Wakil Direktur baru menyadari. “Kalau begitu, silahkan kerjakan apapun yang kalian inginkan, aku pulang dulu, tidur…“ katanya lagi dengan sedikit menguap dan berusaha untuk melupakan hari membingungkan sekali ini
#
Di lain tempat…
Pada posisi yang lain…
Di bawah rimbun pepohonan yang penuh bunga-bunga bermekaran. Di dalam rumah. Dan di suatu ruangan, Nampak terjadi kehebohan.
“Jangan…“ Bu Guru Chen berteriak-teriak ketakutan.
“Jangan Lin Tian!“ ternyata dia tengah di ganggu oleh muridnya. “Kita adalah guru dan murid.“
Begitu ketakutan dia. Tak bisa tidak. Jangan-jangan nanti ada hal mengerikan yang terjadi kalau mereka melakukan hubungan tabu tersebut. Karena hal ini tak boleh setidaknya dalam masyarakat sudah terjadi kesepakatan umum yang tak mengijinkan dua orang guru dan murid untuk meneruskan hubungan terlarang. Tapi di sini Lin Tian benar-benar nakal. Dia terus saja memaksa melakukan hubungan aneh itu. Dan akhirnya tentu saja membuat guru jadi terbangun.
“Ya… Mimpi ternyata…“ dengan menyesal terpaksa kebangun. Untung ada selimut ungu yang bisa menutup diri dari rasa malu. Segera dia menggapai kacamata supaya tidak buram di pagi yang berkabut serta dingin yang menyusup sampai ke tulang sumsum itu. Sehingga mata rabun yang belum siap melihat situasi dan suasana pagi menjadi terang benderang kembali.
“Yah.. Lin Tian,“ namun belum usai rasa terkejutnya, sesaat setelah dia menyibak tirai jendela. Nampak sosok itu telah muncul, dalam suatu bayangan aneh, sembari membawa papan pengumuman.
5 HARI LAGI TAMAN BERMAIN MIAOMIAO TIAN LIN AKAN DIBUKA
Gung…
Nampak di atas sana banyak drone yang melayang. Pesawat tanpa awak itu terus mendengung dan berputar di atas kota. Dia seakan menyebarkan plakat ke masyarakat kota agar memahami pesan inti yang disampaikan. Apalagi dalam jumlah yang sangat banyak, maka akan menarik perhatian banyak penduduk kota untuk melihat, kemudian tertarik dengan apa saja isi dari sebaran informasi yang dibawa nya. Dan hal ini membuat lebih cepatnya pemberitahuan yang sangat penting serta menguntungkan perusahaan.
“Wow strategi pemasaran seperti ini benar-benar sesuai dengan cara Lin Tian,“ ujar Bu Guru senang. Ini nampaknya yang bakal membuat perusahaan untung besar. Cara yang unik dan lain dari pada yang lain. Serta demikian mudah dengan memanfaatkan teknologi serta kemajuan jaman, juga peralatan yang sudah ada. Tapi kelihatannya ini tak sesuai dengan harapan Lin Tian.
#
Sementara itu di tempat lain, pada suatu ruangan dengan kaca yang sangat jernih serta sering di lap memakai pengelap kaca dari karet, pada balik kaca transparan itu Nampak duduk dengan santainya sembari menatap minuman yang tersaji dalam meja.
“Eh siapa itu?“ tiba-tiba terdengar suara aneh di luar jendela kaca tersebut.
PERTUNJUKAN PEMBUKAAN TAMAN BERMAIN MIAOMIAO TIAN LIN GRATIS BIAYA KIRIM.
Sosok Lin Tian dengan papan pengumuman nampak tengah melayang di luaran.
“Lin Tian ini masih saja mengundangku ke sana. Kalau begitu aku akan menurutinya,“ ujar perempuan itu Nampak senang. Dia tak menyangka tentunya, bahwa masih ada remaja aneh yang memperhatikannya. Tentu hal ini membuat nya sangat senang. Dan merasa ada yang perhatian.
Lalu dia mengerahkan orang-orangnya untuk mendukung usaha keras perusahaan Lin Tian.
“Beri tahu setiap departemen di perusahaan serta semua pihak kerja sama. Taman bermain Miaomiao, Tian Lin akan dibuka, semua karyawan harus hadir. Satupun tidak boleh luput,“ pesannya lagi dengan dukungan yang sangat besar buat Lin Tian yang baik hati serta sebelumnya dalam berbagai kesempatan sudah membantu sesame. Dan kali ini taka da salahnya untuk mendukung usaha tersebut.
“Baik…“ para karyawan juga setuju. Mereka tentu saja sangat bersemangat demi membantu sesame yang ingin rugi. Namun kali ini tentu akan diuntungkan. Apalagi hanya suruh melihat. Dana tentu dari bos cantik itu. Sehingga nantinya bakal membuat Lin Tian geram karena untungnya sudah sangat banyak di perusahaan tersebut.
#
Dalam pesawat yang berwarna perak dengan hiasan merah pada sayap dan ekor nya. Nampak duduk Lin Tian bersama tim sepak bola yang berhasil dia menangkan.
Tempat duduk yang sangat tenang. “Tidak bisa. Aku tidak tenang!“
“Kenapa aku merasa ada yang tidak beres?“ ujar Lin tian gelisah. Seakan banyak masalah di perusahaan. Jangan-jangan mereka berbuat sesuka hati sehingga perusahaan nanti malah dapat untung. Itu gawat. Bisa kacau rencananya dengan sistem nanti.
#